
Pengalaman Makan yang Tak Biasa di Paon Mbokyan
Bergabung dengan pengalaman makan di Paon Mbokyan, sebuah warung makan yang berada di Jalan Tukad Irawadi No. 3, Perumahan Nuansa Irawadi, Denpasar, Bali, adalah seperti masuk ke dunia yang penuh dengan kehangatan dan keunikan. Saat pertama kali memasuki tempat ini, tamu akan langsung disambut oleh seorang perempuan dengan wajah bule yang memiliki aura artis yang hangat.
Senyumnya tulus, gesturnya ramah membuat siapa pun merasa bukan sekadar tamu, tapi keluarga. Dialah Wayan Macrae, pemilik Paon Mbokyan. Nama ini bukanlah nama asing bagi mereka yang mengikuti dunia hiburan Tanah Air di era 2000-an. Perempuan berdarah Bali–Inggris ini pernah mewakili Bali dalam ajang audisi Indonesian Idol pada 2008. Ia juga menorehkan prestasi dengan masuk lima besar Miss Indonesia dan menyabet gelar Miss Persahabatan. Pengalamannya di dunia seni semakin lengkap saat menjadi MC di program musik nasional Inbox.
Namun hidup, seperti bumbu Bali, sering kali menemukan rasa terbaik justru lewat keberanian “menabrak jalur”. Dibesarkan oleh mama asal Bali dan papa berkebangsaan Inggris, Wayan tumbuh dengan kecintaan mendalam pada budaya dan masakan Bali. Memasak bukan keterpaksaan, melainkan hobi. Ia jatuh cinta pada masakan Bali yang medok, kaya bumbu, dan penuh karakter. Dari dapur rumahnya, ia mulai mencoba berjualan secara online, awalnya hanya sekadar iseng. Tak disangka, responsnya luar biasa ramai.
“Sampai kaget, aplikasinya sempat saya matikan,” kenangnya sambil tersenyum. Yang membuatnya benar-benar bahagia bukan sekadar pesanan yang terus berdatangan, melainkan repeat order, bintang lima, dan komentar pelanggan yang penuh apresiasi. Dari situlah semangatnya tumbuh. Konsep Paon Mbokyan pun lahir dengan niat tulus, menghadirkan masakan Bali yang halal, agar siapa pun termasuk wisatawan yang berlibur ke Bali bisa menikmati cita rasa Bali tanpa ragu.
Dalam memasak, Wayan dikenal berani “keluar jalur”. Ia gemar bereksperimen, mencampur satu bumbu dengan bumbu lain, mencari rasa yang berbeda. Sambal tomat, misalnya, tak ia biarkan biasa saja. “Di era sekarang kita harus berani beda,” ujarnya. Filosofinya sederhana, rasa yang jujur akan menemukan jalannya sendiri.
Keramaian pesanan online menghadirkan tantangan baru. Driver ojek online mulai ramai keluar masuk perumahan. Atas dukungan pelanggan dan tetangga, Wayan akhirnya membuka warung fisik. Parkir pun diperluas berkat bantuan warga sekitar. “Suksma sameton,” ucapnya penuh syukur. “Tanpa dukungan banyak orang, Paon Mbokyan tidak akan sampai di titik ini.”
Kini, Paon Mbokyan berharap bukan sekadar menjadi tren sesaat. Wayan tak ingin ini hanya FOMO, melainkan pilihan nyata. “Kalau ke Bali mau makan di mana? Di Paon Mbokyan,” katanya penuh harap. Di Bali, keindahan adalah tradisi. Wayan percaya, sebagaimana banten terlihat indah saat sembahyang, makanan pun harus tampil cantik agar rasa makin bermakna. Tak heran, selain makanannya yang beragam dan menggoda, kehadiran sang owner pun sering mencuri perhatian hingga tamu kerap meminta foto bersama.
Menu yang Menjadi Kekuatan Utama Paon Mbokyan
Paon Mbokyan buka setiap hari pukul 06.00–18.00 WITA, hanya tutup saat Hari Nyepi. Sesekali warung tutup lebih awal untuk general cleaning, demi menjaga kebersihan dan informasi selalu dibagikan lewat Instagram. Tak hanya melayani makan di tempat, Paon Mbokyan juga menerima catering, nasi box, nasi besek, hingga pesanan untuk kantor, rumah sakit, dan acara wisuda. Lauk bisa dipilih sesuai kebutuhan.
Ada Lalapan Sukla, dengan ayam guling yang dipanggang di atas serabut kelapa, aromanya wangi nyangluh. Sambalnya ada tiga jenis: sere lemo, embe, atau sambal matah. Nasinya bisa dipilih tersedia nasi sela, nasi jagung atau nasi putih. Ada pula Tipat Blayag yang terkenal lengkap berisi ayam betutu, ikan pindang Kusamba sambal tomat, ayam serapah, kerupuk usus, sate lilit, kanang serundeng, telur, dan kuah blayag yang kental, medok, pastinya enak.
Tak ketinggalan menu andalan yang disebut-sebut paling hits. “Niki Nasi Campur Baliaga, paling lengkap, medok, dan ikonik. Paling terkenal di perojolan. Isinya sayur urap, telur base genep, sambal matah dan embe, abon be pindang, ayam sere lemo, ayam serapah, pindang sambal tomat, sate lilit Kusamba, kacang saur, kuah kare, dengan nasi sela,” ungkapnya. Penutupnya jaje Bali legit, rasanya mengingatkan pada jajanan dadong (nenek) di pinggir jalan, sederhana, jujur, dan membahagiakan.
Untuk minuman, daluman dengan santan dan gula yang pas, es gula hijau yang menyegarkan, serta es teh. Harga makanan mulai Rp20 ribuan, minuman Rp15 ribuan. Wayan Macrae berharap Paon Mbokyan bisa stabil, dicari orang saat ke Bali, dan juga jadi tempat makan kebanggaan orang Bali sendiri. Lebih dari itu, ia ingin anak-anak muda berani melangkah seperti dirinya, meyakini hobi, mencoba, dan percaya bahwa hasil selalu menanti mereka yang tidak takut memulai.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar