Dunia Mengakui, Negeri Lupa? Kisah NIKI dan AMI Awards 2025

Dunia Mengakui, Negeri Lupa? Kisah NIKI dan AMI Awards 2025

Perjalanan NIKI dari YouTube ke Panggung Internasional

NIKI, yang sekarang dikenal secara global dengan nama panggungnya, awalnya hanya mengunggah video lagu pop dan R&B ke YouTube. Tidak pernah terpikir oleh Nicole Zefanya bahwa video-video cover tersebut akan menarik perhatian 88Rising, label rekaman asal Amerika Serikat yang fokus pada pengembangan musisi Asia untuk pasar global. Pada tahun 2017, NIKI resmi bergabung dengan label tersebut, sebuah langkah yang menjadi titik balik dalam kariernya.

Pengalaman NIKI tidak jauh berbeda dengan Rich Brian dengan lagu “Dat Stick” atau rapper Korea Keith Ape. Semua mereka memulai karier dari Asia dan berhasil menembus industri musik global melalui 88Rising. Kehadiran NIKI di bawah naungan label ini memberinya kesempatan untuk berkembang dan menunjukkan bakatnya kepada dunia.

Pada tahun 2018, NIKI merilis album mini pertamanya, Zephyr. Album ini penuh dengan nuansa R&B, genre yang telah ia cintai sejak usia sekitar 10 tahun. Dua lagu dari EP tersebut, Vintage dan I Like U, mendapat perhatian luas dari pasar musik Asia, menjadikannya sebagai salah satu talenta baru yang patut diperhitungkan.

Kesuksesan Zephyr membawa NIKI kembali masuk studio. Pada tahun 2020, lahirlah album studio perdana NIKI, Moonchild. Album ini mendapatkan pengakuan internasional dengan masuk daftar Album Terbaik Asia versi NME, majalah musik ternama asal Inggris. Sejak saat itu, karier NIKI semakin melesat. Lagu-lagu dari Moonchild dan single-single lainnya menembus pasar global.

NIKI tidak terpaku pada satu genre musik. Meskipun R&B tetap menjadi akar, ia berani bereksperimen tanpa kehilangan identitas. Lagu-lagu pop seperti Every Summertime dan Lately dikemas catchy, ringan, dan mudah diingat—menjadikannya akrab di telinga pendengar lintas benua.

Eksplorasi musikal NIKI terus berlanjut lewat album Nicole (2022) dan Buzz (2024). Aransemen musik terasa lebih tegas, lirik semakin personal dan emosional. Hasilnya nyata: karya-karyanya diterima luas di Amerika, Eropa, Asia, hingga Australia.

17 Juta Pendengar per Bulan

Kini, NIKI dapat disebut sebagai salah satu musisi Indonesia paling populer di panggung internasional. Ia telah menggelar “Nicole World Tour” di 41 kota besar di berbagai belahan dunia. Namanya juga tercatat tampil di festival dan program prestisius seperti Coachella, Lollapalooza, hingga Jimmy Kimmel Live.

Popularitas NIKI tercermin dari data Spotify Wrapped. Ia memiliki sekitar 17 juta pendengar bulanan, dengan total pemutaran lagu menembus lebih dari satu miliar stream per tahun. Lagu-lagu seperti Every Summertime, You’ll Be in My Heart, Lowkey, dan Did You Like Her in the Morning menjadi favorit global.

Musisi kelahiran Jakarta, 24 Januari 1999 ini juga kerap berkolaborasi di atas panggung dengan nama-nama besar dunia seperti Ariana Grande, Charlie Puth, hingga Phum Viphurit. Kolaborasi tersebut semakin melambungkan namanya di industri musik internasional.

Penghargaan dan Prestasi

Berbagai penghargaan telah ia raih. Namun, yang paling prestisius bagi NIKI adalah ketika Every Summertime meraih Sertifikat Emas dari RIAA (Recording Industry Association of America).

Ironisnya, di tengah pengakuan global tersebut, muncul satu pertanyaan: mengapa nama NIKI nyaris tak bergaung di AMI Awards 2025?

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan