
BLORA, berita
- Petugas gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap tiga santriwati yang tenggelam di Sungai Lusi, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Sebelum dinyatakan hilang, ketiga santriwati itu berada di sekitar Sungai Lusi bersama teman-temannya untuk mencari kerang. Semula terdapat delapan santriwati di lokasi tersebut. Dari jumlah itu, tiga di antaranya berhasil diselamatkan warga, dua ditemukan meninggal dunia, dan tiga lainnya masih hilang.
Salah seorang warga yang menolong, Aditya Edo (25), menceritakan detik-detik dirinya pertama kali mengetahui adanya teriakan minta tolong dari arah sungai.
Adik Edo, yang saat itu sedang membeli jamu, mendengar suara teriakan "Siapapun tolong-tolong" yang awalnya dikira berasal dari warga seberang atau anak-anak yang sedang memancing.
"Awal ceritanya, itu saya tidur. Adik saya itu bangunin saya, posisi saya tidur dibangunin ada yang minta tolong katanya. Spontan saya bangun langsung terjun ke sungai," ucap Edo saat ditemui wartawan di depan rumahnya, Kelurahan Kedungjenar, Kecamatan Blora, Jumat (12/12/2025).
Rumah Edo berjarak sekitar 20 meter dari Sungai Lusi dan termasuk rumah terdekat dengan lokasi kejadian.
Penyelamatan Menegangkan
Sebelum terjun, Edo melihat dua santriwati berpegangan pada bambu. Ia sempat mengulurkan bambu lain untuk membantu mereka bertahan.
"Disitu ada dua korban, yang satu pegangan bambu sisi kiri, yang satu sisi kanan. Terus spontan saya kasih bambu itu dipegang, yang saya kasih itu bambunya kemudian patah. Orangnya hanyut saya spontan terjun ke sungai, menyelam korban itu saya dorong ke pinggir," terangnya.
Keduanya hanyut sekitar 200 meter sebelum berhasil diselamatkan.
"Itu arusnya ya cukup deras. Kalau kedalaman ya sekitar dua meter," kata Edo.
Setelah warga lain menaikkan dua korban ke daratan, Edo kembali mendengar teriakan.
"Terus saya dengar di atas ada satu korban lagi teriak-teriak, ada yang bantu juga, saya ke atas," ujarnya.
Bersama empat warga lainnya, Edo menyeberang dengan bantuan tali untuk menyelamatkan santriwati ketiga.
"Di situ ada orang empat warga, terus saya ke sana bantu, ngambil tampar, saya nyebrang, saya tolungin korban itu," jelas dia.
Ketiga santriwati yang selamat berhasil bertahan dengan berpegangan pada bambu.
"Tiga-tiganya pegangan bambu," kata Edo.
Upaya Pencarian Masih Berlangsung
Sebelumnya diberitakan, lima santriwati dari Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Muhammadiyah Boarding School (MBS) Al Maa'uun Blora tenggelam di Sungai Lusi pada Kamis (11/12/2025) sekitar pukul 06.30 WIB.
Dua di antaranya ditemukan meninggal dunia, sementara tiga lainnya hingga kini belum ditemukan.
Untuk pencarian, pihak kepolisian menerjunkan puluhan personel dibantu BPBD, Basarnas, dan TNI.
Proses Penyelamatan yang Memakan Waktu
Proses penyelamatan terhadap korban yang masih hilang dilakukan secara intensif oleh tim gabungan. Mereka menggunakan alat-alat seperti perahu karet, tali pengaman, dan perahu khusus penyelam.
Pencarian dilakukan di sepanjang alur sungai, termasuk daerah-daerah yang memiliki arus deras dan kedalaman yang cukup dalam.
Selain itu, para petugas juga melakukan koordinasi dengan warga setempat untuk memperoleh informasi terkini tentang kondisi sungai dan kemungkinan lokasi korban.
Peran Warga Setempat
Warga sekitar turut serta dalam proses pencarian, baik sebagai relawan maupun memberikan informasi penting kepada petugas.
Beberapa di antaranya memberikan bantuan berupa alat bantu seperti perahu, tali, dan perlengkapan penyelam.
Tidak hanya itu, warga juga membantu menjaga keamanan area sekitar sungai agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Dampak dari Kejadian Ini
Kejadian ini menimbulkan rasa prihatin bagi masyarakat sekitar. Banyak dari mereka yang menyampaikan dukacita kepada keluarga korban dan berharap agar korban yang masih hilang dapat segera ditemukan.
Selain itu, kejadian ini juga menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada saat berada di dekat air, terutama di daerah yang memiliki aliran sungai deras.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar