Edukasi Wisata untuk Membangun Desa Wisata yang Berdaya Saing
Program Studi Usaha Perjalanan Wisata (Prodi UPW) Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Kupang menggelar edukasi wisata bagi warga Desa Oeltua, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Selasa, 18 November 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman masyarakat tentang Sapta Pesona sebagai fondasi dalam membangun desa wisata yang berdaya saing.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dipimpin oleh Ketua Pengabdian Prodi UPW, Damianus Sonny Lamoren, S.Fil., M.Sc., dan Pasifikus Mala Meko, S.Par., M.Par. Menurut Sonny Lamoren, edukasi ini merupakan langkah strategis untuk mempersiapkan Oeltua menuju pengembangan desa wisata. Ia menjelaskan bahwa Desa Oeltua memiliki posisi penting karena menjadi desa pendamping bagi Desa Wisata Baumata yang telah lebih dulu berkembang.
Kegiatan ini berangkat dari kesadaran bahwa Desa Oeltua merupakan desa pendamping Desa Wisata Baumata. Karena itu, masyarakat perlu dibekali pemahaman dasar mengenai Sapta Pesona sebagai konsep utama dalam pengembangan pariwisata, ujarnya.
Program Pemberdayaan yang Dibawa Oleh Prodi UPW
Prodi UPW membawa dua program pemberdayaan, yaitu Sosialisasi Sadar Wisata Menuju Desa Wisata Oeltua dan Sosialisasi Sapta Pesona. Keduanya dirancang untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam memahami nilai, etika, serta unsur pelayanan wisata yang diperlukan ketika desa mulai menerima kunjungan wisatawan.
Pemahaman masyarakat mengenai pariwisata perlu diperkuat dari awal. Ini sejalan dengan fokus Prodi UPW untuk membangun kesiapan desa melalui edukasi yang sistematis dan mudah dipahami, tambahnya.
Selain Prodi UPW, kegiatan ini juga melibatkan Prodi Perhotelan Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Kupang. Bidang ini dipimpin oleh dua ketua pengabdian, yakni Elsa Dian Taimenas, S.H., M.H., dan Merlin Luisa Malelak, S.Pd., M.Hum.
Pelatihan Kuliner Berbasis Potensi Lokal
Elsa Dian menjelaskan, Prodi Perhotelan menyelenggarakan dua pelatihan kuliner berbasis potensi lokal. Pelatihan pertama berfokus pada pengolahan makanan rumahan berbahan jagung dan kacang tanah. Pelatihan kedua memberikan edukasi mengenai pengolahan hasil kebun, seperti bayam dan kangkung, agar dapat dikreasikan menjadi produk siap jual.

Pelatihan ini bertujuan mengolah bahan-bahan lokal agar memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Kedua program ini berangkat dari kesadaran akan hasil bumi dan hasil kebun yang dimiliki masyarakat Oeltua, jelas Elsa.
Ia menambahkan, kemampuan mengolah bahan lokal merupakan salah satu penunjang penting dalam pengembangan desa wisata, karena wisata kuliner menjadi daya tarik yang dapat meningkatkan jumlah kunjungan.
Narasumber yang Mengisi Materi Edukasi
Untuk memperkuat materi edukasi kepada masyarakat, kegiatan pengabdian tersebut turut menghadirkan tiga narasumber, yaitu Protasius Tiberius Jehane, S.Pd., M.Sc., Elim R. Lau, S.E., M.Par., dan Arience Ana Lasibey, S.Pd., M.Pd.
Protasius memberikan materi mengenai kesadaran wisata serta bagaimana masyarakat dapat mengambil peran aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan bersih bagi wisatawan. Sementara itu, Elim Lau memaparkan konsep mendalam mengenai Sapta Pesona, meliputi unsur aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan, sebagai prinsip utama dalam pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.
Sedangkan Arience Lasibey mengisi sesi pelatihan praktis terkait teknik pengolahan jagung, kacang, bayam, dan kangkung menjadi aneka produk bernilai jual, seperti keripik, tepung jagung olahan, serta camilan sehat berbahan hortikultura.
Antusiasme Warga dan Dukungan dari Kepala Desa
Sepanjang kegiatan, antusiasme warga tampak tinggi. Para peserta aktif bertanya, berdiskusi, dan mencoba langsung proses pembuatan produk kuliner yang diperagakan narasumber.
Kepala Desa Oeltua, Elia Olla, menyampaikan apresiasi dan dukungannya atas kegiatan pengabdian yang dinilai memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Saya atas nama masyarakat Desa Oeltua menyampaikan terima kasih atas kesempatan belajar yang kami terima hari ini. Semoga dengan kegiatan ini desa kami makin maju, ujarnya.
Melalui edukasi Sapta Pesona, penguatan kesadaran wisata, dan pelatihan berbasis potensi lokal, kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat menjadi fondasi penting bagi Desa Oeltua dalam membangun destinasi wisata yang berdaya saing, mandiri, dan berkelanjutan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar