Profil Eko Malifa, ASN Muda yang Menjadi Sespri Wakil Bupati Sangihe
Eko Malifa adalah salah satu contoh dari generasi muda yang berkomitmen pada pelayanan publik. Sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) muda di Kabupaten Kepulauan Sangihe, ia telah menunjukkan dedikasi dan profesionalisme dalam menjalankan tugasnya. Dikenal sebagai sosok yang disiplin dan loyal, Eko kini menjabat sebagai Sekretaris Pribadi (Sespri) Wakil Bupati Tendris Bulahari, sebuah posisi yang menunjukkan kepercayaan besar dari pimpinan daerah.
Latar Belakang dan Karakter
Lahir pada 14 April 1992 di Manado, Eko Malifa adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Dari usia dini, ia dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang memberikan penekanan pada nilai tanggung jawab dan integritas. Hal ini turut membentuk kepribadiannya yang konsisten dalam menjalani pekerjaan dengan hati dan komitmen tinggi.
Dalam wawancaranya, Eko mengatakan bahwa ia diajarkan sejak kecil bahwa bekerja harus dilakukan dengan kesungguhan dan rasa tanggung jawab. “Saya diajarkan sejak kecil bahwa bekerja harus dengan hati dan integritas,” ujarnya.
Perjalanan Karier
Sebelum menjabat sebagai Sespri Wakil Bupati, Eko bekerja di Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepulauan Sangihe sebagai Analis Kepemudaan. Di sana, ia terlibat langsung dalam berbagai program pembinaan, pengembangan potensi, serta peningkatan kapasitas generasi muda.
“Pemuda adalah investasi besar daerah. Tugas saya memastikan mereka mendapat ruang berkembang,” katanya.
Kinerja profesional dan dedikasinya tidak luput dari perhatian pimpinan daerah. Pada Februari 2025, ia mendapatkan Surat Perintah Tugas (SPT) dari bupati untuk menjabat sebagai Sespri Wakil Bupati Tendris Bulahari. Penugasan ini menjadi bentuk apresiasi atas kinerja dan loyalitasnya selama ini.
Tanggung Jawab Baru
Sebagai Sespri Wakil Bupati, Eko kini memegang peran strategis dalam memastikan kelancaran agenda, komunikasi, dan pelayanan administrasi pimpinan. Ia menjadi jembatan penting antara Wakil Bupati dengan berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat.
“Tugas saya memastikan setiap agenda berjalan rapi dan efektif,” ujarnya.
Penugasan tersebut menjadi tantangan baru bagi Eko untuk terus meningkatkan kapasitas dan profesionalitasnya. Dengan pengalamannya di bidang kepemudaan serta kedekatan tugas dengan unsur pimpinan daerah, ia memiliki ruang yang lebih luas untuk berkontribusi dalam memajukan pelayanan publik di Sangihe.
Harapan untuk Masa Depan
Dengan usia yang masih relatif muda dan rekam jejak yang positif, Eko Malifa diharapkan mampu terus menunjukkan dedikasi terbaiknya bagi Kabupaten Kepulauan Sangihe. Ia berkomitmen untuk bekerja sebaik mungkin selama dipercaya dalam jabatannya.
“Selama saya dipercaya, saya akan bekerja sebaik mungkin untuk daerah ini,” pungkasnya.

Informasi Tentang Kabupaten Kepulauan Sangihe
Kabupaten Kepulauan Sangihe terletak di Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Sebelum pemekaran, wilayah ini bernama Daerah Tingkat II Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Talaud (SATAL), yang merupakan induk pemekaran dari Kabupaten Kepulauan Talaud dan Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro pada tahun 2002 dan 2007.
Ibu kota kabupaten ini adalah Tahuna. Luas wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe mencapai 736,98 km². Jumlah penduduk pada pertengahan 2024 sebanyak 137.450 jiwa.
Wilayah ini terletak antara Pulau Sulawesi dan Pulau Mindanao, Filipina, serta berada di bibir Laut Sulawesi dan Samudera Pasifik. Kabupaten ini terdiri dari tiga klaster, yaitu Klaster Tatoareng, Klaster Sangihe, dan Klaster Perbatasan, yang memiliki batas perairan internasional dengan Provinsi Davao Occidental di Pulau Mindanao, Filipina.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar