
Surabaya Next Level Property (NLP), sebuah agen properti yang baru saja mulai beroperasi sejak September 2025, telah menunjukkan pertumbuhan yang pesat dan langsung menjadi perhatian industri. Dalam tiga bulan pertama, NLP berhasil merekrut lebih dari 100 agen dan membuka tiga kantor cabang di tiga kota berbeda.
Cabang terbaru NLP berada di Jalan HR Muhammad Nomor 86, Surabaya, yang diresmikan hari ini, Jumat (12/12). Perusahaan ini memiliki konsep bisnis yang unik dengan menjadikan agen sebagai mitra utama dan tulang punggung perusahaan. Sistem dan model bisnis yang dibangun oleh NLP fokus pada pemaksimalan pendapatan para agen.
Head of Consultant NLP, Charlie Lim, menjelaskan bahwa keberhasilan agen adalah prioritas utama perusahaan. Ia menyatakan bahwa tanpa hasil maksimal dari agen, sistem yang baik tidak akan memberikan manfaat nyata.
Bagi kami, agen harus sukses. Karena itu, NLP menerapkan skema pembagian komisi 7030 sesuai Permendagri 33/2025. Namun, kami juga menawarkan program bonus tambahan yang bisa mencapai hingga 30 persen, ujarnya.
Selain komisi yang besar, NLP juga menyiapkan paket leadership untuk agen yang ingin membangun tim. Semakin luas jaringan agen, semakin besar pula bonus yang diterima oleh leader.
Dalam roadmap bisnisnya, NLP menargetkan total transaksi sebesar Rp3 triliun pada 2026 dan meningkat menjadi Rp5 triliun pada 2027. Charlie memprediksi bahwa industri properti akan mengalami masa kebangkitan setelah satu tahun masa pemerintahan baru.
Tahun 2026 adalah momentum awal kebangkitan, sedangkan 2027 akan menjadi boom properti. Harga properti akan naik secara signifikan, katanya.
Menurut Charlie, 2026 adalah waktu terbaik untuk memulai investasi, sementara 2027 menjadi momen tepat untuk take profit.
Direktur Utama PT Next Level Properti, Alfred Herman, menambahkan bahwa hingga saat ini NLP telah meresmikan dua kantor dan akan meresmikan satu cabang lagi di Bali.
Sekarang sudah dua, nanti malam satu lagi di Bali, ujarnya.
Pemilihan Bali bukan tanpa alasan. NLP melihat peningkatan minat investor, termasuk investor asing, terhadap properti di Pulau Dewata.
Demand naik, supply terbatas. Banyak investor asing masuk karena situasi geopolitik di negara mereka. Mereka mencari tempat aman, dan Bali menjadi pilihan, kata Charlie.
Meski prospek cerah, Alfred mengakui tantangan terbesar saat ini adalah ketatnya persetujuan KPR dari perbankan. Menurutnya, lebih dari 80 persen pembeli di Surabaya menggunakan skema kredit.
Bank sekarang membatasi penyaluran KPR. Ini kendala terbesar, ucap Alfred.
Untuk mengatasi hal itu, NLP banyak bekerja sama dengan developer yang menyediakan skema in-house financing. Pendekatan ini dinilai lebih mudah dibandingkan pembeli mengajukan KPR secara mandiri.
Properti yang paling diminati tetap berada di kisaran harga di bawah Rp1,5 miliar, terutama untuk pasar Jawa Timur.
Saat ini NLP memiliki lebih dari 100 agen. Tahun depan, perusahaan menargetkan perekrutan 300 agen per kantor, sehingga totalnya dapat mencapai 900 hingga 1.000 agen.
Semakin banyak agen, semakin besar peluang transaksi. Agen adalah mitra kami. Target pendapatan mereka kami bantu capai melalui sistem, training, mentoring, dan coaching, pungkas Charlie.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar