Elegi Mo Salah: Kekecewaan dan Ketidakpastian, Apakah Ini Akhir Kariernya di Liverpool?

Mohamed Salah dan Masa Depan di Liverpool


Berita terkini mengungkapkan bahwa Mohamed Salah kembali membuat situasi di Liverpool menjadi sulit. Pernyataannya yang menyebut bahwa The Reds telah mengkhianatinya langsung memicu tanda tanya besar tentang masa depannya di Anfield.

Meski begitu, Liverpool masih ingin mempertahankan sang bintang. Klub ini berada dalam dilema akibat rangkaian peristiwa yang terjadi belakangan ini.

Pernyataan tajam Salah muncul setelah ia tiga kali berturut-turut hanya duduk di bangku cadangan. Perkataannya cepat viral dan menunjukkan rasa tidak puas terhadap tim. Ia merasa dijadikan kambing hitam atas performa buruk tim dan mengaku tidak lagi memiliki hubungan dengan manajer Arne Slot. Bahkan, ia menegaskan bahwa ia tidak seharusnya berjuang untuk tempatnya di tim, mengingat kontribusinya di masa lalu.

Sikap ini cukup mengejutkan, mengingat Salah biasanya jarang memberi komentar kepada media. Namun, ini bukan pertama kalinya ia menggunakan pendekatan seperti itu. Musim lalu, ia melakukan hal serupa untuk menekan Liverpool terkait kontrak baru. Hasilnya adalah kesepakatan dua tahun bernilai lebih dari 41 juta, sebuah bentuk kepercayaan besar dari klub yang biasanya berhati-hati memberi kontrak mahal kepada pemain senior.

Liverpool Masih Ingin Mempertahankan Salah

Menurut Sports Illustrated, rumor yang beredar di internal klub dan agen menyebut bahwa Salah ingin memaksakan transfer atau setidaknya menekan Slot, yang sedang berada di bawah sorotan akibat hasil buruk musim ini.

Namun, laporan tersebut juga menyebut bahwa Liverpool tidak berniat menjual Salah. Meski begitu, ada rasa kebingungan di dalam klub terkait cepatnya eskalasi situasi ini.

Liverpool tidak ingin menjual Salah, terlepas dari tindakannya. Kontraknya masih berlaku selama 18 bulan lagi dan ketidakhadirannya dari susunan pemain inti dianggap hanya sementara, tulis laporan tersebut.

Kini, keputusan ada di tangan Salah. Ia perlu menjelaskan niatnya kepada klub, meski hal itu mungkin belum menjadi prioritas utama karena ia bersiap bergabung dengan timnas Mesir untuk Piala Afrika. Targetnya adalah meraih gelar internasional pertamanya seperti yang sempat disinggung Jamie Carragher.

Namun, Salah bisa saja didepak dari skuad Liverpool jika bintang timnas Mesir tersebut tetap mempertahankan sikap keras kepalanya.

Jika Pergi, Ke Mana Salah Akan Berlabuh?

Jika Salah benar-benar meninggalkan Liverpool, pilihannya tidak terlalu banyak. Destinasi paling realistis adalah Arab Saudi, yang mampu menandingi bahkan melampaui gajinya saat ini.

Dengan statusnya sebagai ikon sepak bola Afrika Utara dan Timur Tengah selama hampir satu dekade, ia akan menjadi aset pemasaran raksasa bagi Liga Pro Saudi. Klub-klub seperti Al Hilal atau Al Ittihad disebut sebagai opsi paling masuk akal. Ketertarikan tersebut bahkan telah dikonfirmasi secara terbuka.

Mohamed Salah diterima di Liga Saudi, tetapi klub-klublah yang bertanggung jawab untuk bernegosiasi dengan para pemain. Yang pasti Salah adalah [target], ujar CEO SPL, Omar Mugharbel, dikutip dari Sports Illustrated.

Selain itu, Major League Soccer (MLS) juga masuk radar. Minat kuat dari klub-klub Amerika telah dilaporkan, meski faktor slot Designated Player menjadi kendala. Inter Miami tampaknya memiliki prioritas lain, sementara Chicago Fire dan San Diego FC disebut sebagai kandidat yang lebih realististerutama karena kepemilikan San Diego FC oleh miliarder Inggris-Mesir, Mohamed Mansour.

Opsi Bertahan di Eropa Sulit

Pindah ke Saudi atau MLS berarti meninggalkan Eropa, level tertinggi sepak bola klub. Di usia 33 tahun, dengan kondisi fisik yang masih prima, Salah sejatinya masih cukup kompetitif.

Opsi bertahan di Eropa terasa sulit. Real Madrid hampir mustahil, Barcelona terkendala finansial dan sudah memiliki Lamine Yamal serta Robert Lewandowski, sementara PSG dan klub-klub Serie A tidak lagi menjadi pilihan ideal.

Pindah ke rival Premier League pun nyaris tak terpikirkan karena akan merusak warisan Salah di Liverpool.

Kebuntuan yang Rumit

Untuk saat ini, Liverpool dan Salah berada dalam kebuntuan yang rumit. Klub ingin mempertahankan ikon mereka, sementara sang pemain menuntut pengakuan dan kejelasan. Bagaimana akhir kisah ini, tampaknya akan sangat ditentukan oleh langkah Salah sendiri dalam beberapa bulan ke depan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan