
Perkembangan Terbaru Neuralink dalam Teknologi Antarmuka Otak-Komputer
Neuralink, perusahaan yang didirikan oleh Elon Musk, terus mengembangkan teknologi antarmuka otak-komputer dengan langkah-langkah yang lebih ambisius. Perusahaan ini kini berada di tahap transisi dari uji coba awal menuju produksi massal implan otak. Ini merupakan langkah penting yang bisa memberikan dampak besar bagi pengembangan teknologi medis dan interaksi manusia dengan mesin.
Perubahan Fase Pengembangan
Neuralink saat ini sedang beralih dari fase riset ke pendekatan industri. Tujuan utamanya adalah meningkatkan volume produksi serta mempersiapkan prosedur bedah yang lebih efisien. Dalam hal ini, teknologi robotik akan menjadi bagian utama dari pengembangan skala berikutnya. Musk menyatakan bahwa Neuralink akan memulai produksi massal pada 2026 dan menyiapkan prosedur operasi yang hampir sepenuhnya otomatis.
Desain dan Fungsi Implan
Implan yang dikembangkan Neuralink dirancang untuk membantu pasien dengan gangguan saraf berat seperti cedera tulang belakang dan kelumpuhan. Perangkat ini memiliki ukuran kecil dan dilengkapi untaian elektroda fleksibel yang ditanam langsung ke otak. Musk menyoroti inovasi dalam proses pemasangan implan, yaitu untaian kabel perangkat dapat menembus selaput pelindung otak tanpa perlu mengangkatnya.
Uji Coba Klinis dan Hasil Awal
Neuralink mulai melakukan uji coba klinis pada manusia pada 2024 setelah melewati beberapa tantangan keselamatan dari FDA. Hingga September, perusahaan melaporkan bahwa 12 pasien dengan kelumpuhan parah telah menerima implan dan menggunakan perangkat tersebut untuk mengendalikan perangkat digital maupun alat fisik hanya melalui sinyal otak.
Salah satu pasien awal, Noland Arbaugh, menyatakan bahwa implan tersebut memungkinkannya kembali berinteraksi secara aktif dengan dunia digital. Ia dapat menggerakkan kursor, berselancar di internet, hingga bermain gim video tanpa bantuan gerakan fisik.
Pendanaan dan Persiapan Produksi Massal
Dari segi pendanaan, Neuralink juga memperkuat fondasi bisnisnya. Pada Juni lalu, perusahaan berhasil mengumpulkan dana sebesar 650 juta dolar AS atau sekitar Rp 10,9 triliun. Dana ini akan digunakan untuk memperluas uji klinis dan mendukung persiapan produksi massal.
Tantangan dan Isu Etika
Meski demikian, pengembangan teknologi implan otak tetap menghadapi tantangan serius. Isu keselamatan jangka panjang, etika medis, serta keandalan sistem bedah otomatis menjadi sorotan para ahli. Meskipun transisi menuju operasi berbasis robot dinilai menjanjikan efisiensi, tetapi memerlukan pengawasan ketat dan validasi klinis berkelanjutan.
Potensi Masa Depan
Dalam konteks global, langkah Neuralink mencerminkan upaya Elon Musk untuk menempatkan teknologi antarmuka saraf sebagai frontier baru inovasi. Jika berhasil, produksi massal implan otak pada 2026 dapat menjadi titik balik dalam hubungan manusia dan mesin—bukan lagi sebatas alat, melainkan terhubung langsung dengan sistem saraf manusia.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar