
Emas Kembali Menarik Perhatian Investor
Dalam lanskap pasar global yang penuh ketidakpastian, emas kembali mendapatkan perhatian sebagai aset diversifikasi penting dalam portofolio multi-aset. Dengan kondisi ekonomi yang terus berkembang, logam mulia ini menjadi pilihan yang menarik bagi para investor.
Allianz Global Investors Asset Management Indonesia (AllianzGI Indonesia) melihat bahwa ketahanan ekonomi Indonesia turut memperkuat daya tarik emas bagi investor domestik. President Director AllianzGI Indonesia, Aliyahdin Saugi menjelaskan bahwa kondisi makro Indonesia memasuki 2026 masih berada dalam kategori solid. Hal ini didukung oleh konsumsi rumah tangga, investasi infrastruktur, inflasi yang terjaga, serta nilai tukar rupiah yang relatif stabil.
Fundamental Indonesia masih solid memasuki tahun 2026. Pertumbuhan ekonomi didukung oleh konsumsi domestik dan investasi infrastruktur, inflasi yang terjaga dalam target BI, dan rupiah stabil meski volatilitas global meningkat. Dalam konteks ini, emas menjadi instrumen diversifikasi yang semakin relevan bagi investor Indonesia, ujar Aliyahdin dalam keterangan tertulis.
Kombinasi Ketidakpastian Global dan Ketahanan Domestik
Menurut Aliyahdin, kombinasi antara ketidakpastian global dan ketahanan domestik menciptakan ruang bagi emas untuk memainkan peran sebagai penyeimbang portofolio investasi. Emas dinilai semakin menarik sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan depresiasi mata uang, sekaligus instrumen diversifikasi di tengah portofolio yang umumnya didominasi saham serta obligasi.
Kenaikan harga emas global belakangan ini juga tercermin di pasar domestik. Permintaan ritel meningkat, platform emas digital berkembang, dan regulasi bullion bank memperkuat ekosistem emas nasional. Semua ini membuka peluang bagi investor untuk memanfaatkan emas sebagai aset pelindung di tengah dinamika global, kata Aliyahdin.
Perubahan Struktural Pasar Global
Dari perspektif global, AllianzGI menyoroti adanya perubahan struktural pasar yang mendorong performa emas. Tim CIO AllianzGI dalam laporan Gold: The Portfolio Differentiator menilai bahwa korelasi emas yang rendah terhadap ekuitas dan obligasi pemerintah AS, serta posisinya sebagai aset riil yang menjaga daya beli, memperkuat fungsi emas sebagai jangkar portofolio.
Menurut pandangan kami, peran emas yang terus berkembang menjadi semakin jelas. Emas yang dulunya dianggap sebagai lindung nilai yang aman, kini berfungsi sebagai aset strategis di tengah meningkatnya risiko fiskal dan geopolitik, ujar Tim CIO AllianzGI.
Peluang Investasi Emas dalam Portofolio
AllianzGI melihat adanya ruang untuk menambah porsi investasi emas dalam portofolio multi-aset. Sejalan dengan pandangan tersebut, perusahaan telah meningkatkan bobot logam mulia di beberapa alokasi aset strategisnya dalam beberapa tahun terakhir. Penyesuaian ini mencerminkan keyakinan bahwa emas dapat berfungsi sebagai lindung nilai jangka panjang yang lebih efektif dibandingkan aset safe haven tradisional dalam situasi pasar saat ini.
Ke depan, AllianzGI memperkirakan relevansi strategis emas akan terus meningkat hingga 2026 dan seterusnya. Faktor seperti ketidakseimbangan fiskal negara maju, fragmentasi geopolitik, serta dedolarisasi disebut sebagai pendorong jangka panjang yang mendukung daya tarik logam mulia.
Emas kembali membuktikan kemampuannya memberikan kinerja positif di saat baik pasar saham maupun obligasi sedang mengalami tekanan. Ketika instrumen safe haven tradisional mulai kehilangan sebagian fungsi perlindungannya, karakteristik emas yang memiliki korelasi rendah, sifat sebagai aset riil, likuiditas tinggi, dan nilai intrinsik menjadikannya komponen yang semakin penting dalam portofolio terdiversifikasi, papar Tim CIO AllianzGI.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar