Perubahan Kebijakan Impor yang Membuat Harga Barang di Eropa Meningkat
Toko-toko online seperti Temu dan Shein telah menjadi pilihan utama bagi banyak konsumen di Uni Eropa. Namun, situasi ini mulai berubah karena adanya kebijakan baru yang akan diberlakukan. Dengan peningkatan jumlah paket yang masuk ke Eropa, biaya impor segera akan meningkat, sehingga memengaruhi harga barang yang dibeli oleh konsumen.

Bagi penggemar belanja online dari Temu dan Shein, tampaknya mereka harus segera melakukan pembelian besar-besaran, mengingat kemungkinan harga barang akan naik akibat aturan baru yang dikeluarkan oleh Uni Eropa. Tujuan dari kebijakan ini adalah untuk menekan banjir barang murah yang masuk ke Eropa, yang tidak disukai oleh blok tersebut.
Dalam pertemuan di Brussels, para menteri keuangan dari 27 negara anggota UE sepakat untuk menaikkan biaya impor. Mulai Juli 2026, setiap paket dengan nilai barang hingga 150 euro akan dikenai biaya tambahan sebesar tiga euro. Biaya ini akan dipungut oleh otoritas bea cukai nasional. Sebelumnya, paket bernilai kecil bisa masuk tanpa bea apa pun.
Keputusan ini terutama ditujukan pada perusahaan e-commerce Asia seperti Temu dan Shein. Meskipun belum jelas apakah kebijakan ini akan membuat harga barang naik, secara teori produsen atau importir dapat menanggung biaya tambahan jika mereka bersedia.
Lonjakan Jumlah Paket di Eropa
Dalam beberapa tahun terakhir, ledakan e-commerce telah menyebabkan peningkatan drastis dalam jumlah paket yang masuk ke Eropa. Menurut Komisi Eropa, pada tahun 2024 sekitar 12 juta paket tiba di Uni Eropa setiap hari. Di Jerman saja, Temu dan Shein mengirim sekitar 400.000 paket per hari, menurut Asosiasi Perdagangan Jerman (HDE).
Mulai tahun 2028, semua barang yang diimpor ke Uni Eropa akan dikenai bea mulai dari satu euro pertama. Dengan menghapus ambang bebas bea, UE ingin memastikan bahwa semua pedagangdi mana pun mereka beradabermain di lapangan persaingan yang sama.
Perlindungan Konsumen di Uni Eropa
Selain isu keberlanjutan, otoritas perlindungan konsumen dan Komisi Eropa terus memperingatkan tentang produk tidak aman yang tidak memenuhi standar UE. Hasil uji baru yang diterbitkan 30 Oktober oleh Stiftung Warentest, organisasi independen di Berlin yang mengkhususkan diri pada pengujian produk, memperkuat kekhawatiran banyak pihak.
Pengujian yang dilakukan bersama kelompok dari Belgia dan Denmark menunjukkan hasil dramatis. Mereka meneliti kalung, USB, dan mainan bayi. Dari 162 barang yang dibeli dari produsen yang menjual melalui Temu dan Shein, 110 tidak memenuhi standar UE, dan sekitar seperempat berpotensi berbahaya. Beberapa barang mengandung formaldehida tinggi atau logam berat seperti kadmium, dan beberapa charger USB menjadi terlalu panas.
European Consumer Organisation (Organisasi Konsumen Eropa) menilai bahwa melanggar regulasi keselamatan menyebabkan persaingan tidak sehat, karena beberapa perusahaan menjual produk yang tidak memenuhi standar UE, sementara perusahaan lokal harus mematuhi aturan tersebut.
Tindakan Otoritas UE
Pada bulan Mei, Komisi UE memberi peringatan kepada Shein terkait praktik di platformnya yang melanggar hukum konsumen UE. Keluhan termasuk diskon palsu, tekanan untuk menyelesaikan pembelian, informasi menyesatkan tentang hak konsumen, label produk menipu, dan klaim keberlanjutan yang menyesatkan.
Pada bulan Juli, Komisi secara preliminer menemukan Temu melanggar kewajibannya di bawah Digital Services Act karena tidak cukup mencegah penjualan produk ilegal. Investigasi lebih lanjut sedang berlangsung dan bisa berujung pada denda besar.
Tindakan Negara-Negara UE
Oktober lalu, otoritas persaingan Jerman, Cartel Office, memulai proses terhadap Temu. Mereka ingin melihat apakah platform ini mempengaruhi harga di pasar online Jerman, termasuk menetapkan harga jual akhir.
Agustus lalu, Shein didenda 1 juta oleh otoritas persaingan Italia karena klaim lingkungan menyesatkan. Juli, Shein didenda 40 juta oleh otoritas persaingan Prancis karena diskon menyesatkan dan klaim lingkungan. Total denda Shein di Prancis tahun ini menjadi 191 juta.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar