Es Teh Viral Rp15 Ribu di Danau Dendam, Pemkot Bengkulu Tindak Lanjuti

Video Es Teh Rp 15 Ribu di Danau Dendam Viral, Pemkot Bengkulu Langsung Bertindak

Sebuah video yang menampilkan penjualan es teh seharga Rp 15 ribu di kawasan wisata Danau Dendam, Kota Bengkulu, viral di media sosial. Kejadian ini langsung mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Pariwisata.

Video tersebut menunjukkan seorang pengunjung yang memperlihatkan es teh dengan harga yang dinilai sangat mahal. Dalam video itu, pengunjung tersebut mengatakan, "nah bagi yang mau lihat es teh spesial 15 ribu, lokasi di Danau Dendam." Kedua pengunjung perempuan tersebut juga menyampaikan keluhan mereka karena harga es teh tersebut terasa jauh lebih mahal dibandingkan harga dua botol susu Indomilk Kids.

Menanggapi kejadian ini, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Kota Bengkulu, Nina Nurdin, bersama jajarannya langsung turun ke lokasi untuk meminta klarifikasi. Menurut Nina, kejadian ini terjadi karena anak pedagang tidak tahu harga asli dari es teh yang dijualnya.

"Kejadian viral ini sebenarnya bapaknya sedang pergi, terus anaknya yang menunggu warung, karena tidak tahu harga es teh itu jadi disebutnya Rp 15 ribu," ujar Nina. Atas kejadian tersebut, Nina dan pedagang bersangkutan menyampaikan permohonan maaf kepada pengunjung yang membeli es teh dengan harga Rp 15 ribu.

Nina juga meminta seluruh pedagang di kawasan wisata agar membuat daftar harga jualan masing-masing. Tujuannya adalah agar pengunjung bisa langsung melihat harganya tanpa harus bertanya.

"Alangkah baiknya kita buat list harga agar pengunjung bisa langsung melihat harganya," ujar Nina. Ia juga berpesan kepada para pedagang agar menjual produk dengan harga yang normal dan terjangkau.

"Kami harap harganya sesuai standar, jangan terlalu mahal dan masih terjangkau oleh pembeli," kata Nina.

Kronologi Penjualan Es Teh Rp 15 Ribu

Sebelumnya, insiden pedagang di kawasan wisata Danau Dendam, Kota Bengkulu, yang menjual es teh seharga Rp 15.000 per cup viral di media sosial. Dalam video yang beredar, salah satu pengunjung wisata Danau Dendam Kota Bengkulu memperlihatkan es teh seharga Rp 15.000 sambil mengatakan, "nah bagi yang mau lihat es teh spesial 15 ribu, lokasi di Danau Dendam."

Dua pengunjung perempuan tersebut mengeluhkan harga es teh yang dinilai lebih mahal dibandingkan harga dua botol susu Indomilk Kids. Setelah video tersebut viral di media sosial, wartawan mencoba mengonfirmasi kronologi kejadian kepada Alvin, pedagang es teh yang bersangkutan.

Peristiwa tersebut terjadi saat Alvin diminta oleh orang tuanya untuk menunggu dagangan di kawasan Danau Dendam. Saat itu, dua pengunjung perempuan datang dan memesan es teh. "Iya aku yang berjualan es teh 15 ribu, waktu itu mereka (pengunjung) dua orang perempuan mesan es teh," ucap Alvin.

Namun, Alvin mengaku tidak mengetahui harga asli es teh yang dijualnya. Karena tidak mengetahui harga sebenarnya, Alvin menyebut harga Rp 15.000 per cup kepada pembeli. "Aku juga tidak tau harga aslinya, pas dia nanya harga es teh, kata aku 15 ribu, karena tidak tau dan tidak dikasih tau sama bapak itulah asal sebut dan jual saja," ungkap Alvin.

Akibat kejadian tersebut, pengunjung yang membeli es teh memviralkan harga es teh Rp 15.000 per cup di media sosial. Hal ini akhirnya memicu respons cepat dari pihak berwajib dan membuat para pedagang sadar akan pentingnya memberikan informasi harga yang jelas kepada konsumen.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan