Evakuasi ODGJ di Sabrang Delanggu Klaten: Ancaman Pisau pada Orang Tua

Evakuasi ODGJ di Sabrang Delanggu Klaten: Ancaman Pisau pada Orang Tua

Kejadian Pria Gangguan Jiwa Mengancam Orang Tua di Klaten

Seorang pria dengan gangguan kejiwaan (ODGJ) berinisial B (49) dievakuasi oleh aparat Polsek Delanggu setelah mengancam orang tuanya menggunakan pisau. Peristiwa ini terjadi di Dukuh Karangmojo, Desa Sabrang, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Jumat (12/12/2025).

Evakuasi dilakukan setelah warga desa setempat melaporkan kondisi B yang dinilai semakin membahayakan. B dilaporkan mengamuk sambil membawa senjata tajam pisau hingga membuat orang tuanya merasa terancam. Hal ini memicu tindakan cepat dari aparat kepolisian.

Penjelasan dari Kapolsek Delanggu

Kapolsek Delanggu, Jaka Waloya, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa petugas kepolisian segera bertindak setelah menerima laporan dari keluarga B.

Tadi orang tuanya melapor ke Polsek bahwa anaknya mengamuk dan membawa sajam. Kami lantas tindak lanjuti dan melakukan penanganan secara humanis. Kemudian, mengevakuasi yang bersangkutan ke rumah sakit jiwa untuk mendapatkan penanganan medis, ujar Jaka.

Menurutnya, tindakan cepat diperlukan karena ancaman yang ditujukan kepada orang tua B bisa menyebabkan bahaya fisik yang serius. Petugas yang tiba di lokasi melakukan pendekatan persuasif dan berhasil mengamankan B. Setelah pelaku dapat ditenangkan, pisau yang digunakan untuk mengancam diamankan oleh petugas untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Proses Evakuasi ke Rumah Sakit Jiwa

Setelah proses pengamanan selesai, B kemudian dibawa ke RSJ Surakarta menggunakan ambulans relawan Delanggu dengan pengawalan dari personel Polsek Delanggu. Proses evakuasi ini dilakukan agar B mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Latar Belakang Pria Gangguan Jiwa

Berdasarkan keterangan keluarga dan warga sekitar, B telah cukup lama mengalami gangguan jiwa sejak pulang merantau. Sejak saat itu, ia lebih banyak menghabiskan waktu menyendiri di kamar dan sesekali emosinya tidak stabil.

Dalam beberapa kejadian, B juga dilaporkan kerap mengamuk kepada orang tuanya, sehingga membuat keluarga semakin khawatir. Kejadian kali ini menjadi peringatan bagi masyarakat tentang pentingnya pengawasan terhadap ODGJ, terutama ketika mereka mengalami gejala yang memburuk.

Langkah-Langkah yang Dilakukan oleh Masyarakat

Warga sekitar dan keluarga B berharap kejadian ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental. Beberapa langkah yang disarankan antara lain:

  • Pemantauan intensif terhadap ODGJ oleh keluarga.
  • Keterlibatan pihak berwenang dalam memberikan bantuan medis dan psikologis.
  • Edukasi masyarakat tentang cara menghadapi ODGJ secara aman dan manusiawi.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tetap tenang dan tidak langsung mengambil tindakan yang bisa memicu konflik. Dengan pendekatan yang baik, situasi seperti ini bisa diatasi tanpa menimbulkan korban atau kerusakan.

Kesimpulan

Peristiwa penganiayaan yang dilakukan oleh B menunjukkan betapa pentingnya pengawasan terhadap individu dengan gangguan jiwa. Meski tindakan cepat dilakukan oleh aparat kepolisian, kejadian ini menjadi pengingat bahwa masalah kesehatan mental harus ditangani secara serius dan profesional.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan