
Kebakaran di Jembrana: Dua Peristiwa dalam Sehari
Pada akhir tahun 2025, tepatnya pada Rabu, 31 Desember, dua kejadian kebakaran terjadi di wilayah Jembrana. Kedua peristiwa tersebut menimpa usaha dan gudang yang berada di dua lokasi berbeda. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerugian materiil diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Kebakaran Gudang Dekorasi di Desa Yeh Sumbul
Peristiwa pertama terjadi di gudang dekorasi milik warga di Desa Yeh Sumbul, Kecamatan Mendoyo, Bali, sekitar pukul 14.16 WITA. Kejadian ini bermula ketika pemilik gudang, Supriadi (47) dan karyawan sedang melakukan evakuasi sarang tawon yang berada di samping gudang. Mereka menggunakan serabut kelapa untuk mengevakuasi sarang tawon tersebut dan membakarnya. Tidak disangka, percikan api dari pembakaran tersebut justru mengenai kain dan bahan spon yang tersimpan di dalam gudang.
Karena angin yang cukup kencang, api kemudian membesar dan menyala-nyala hingga membakar seluruh gudang. Babinsa setempat langsung menerima laporan dan segera melaporkannya ke Mako Damkar Jembrana. Regu III yang siaga segera menuju lokasi kebakaran. Namun, saat petugas Damkar tiba, api sudah dipadamkan oleh warga dan dilakukan pendinginan di sekitar area yang terbakar.
Kasat Pol PP Jembrana, I Ketut Eko Susila Artha Permana, menjelaskan bahwa kebakaran terjadi karena percikan api dari pembakaran sarang tawon yang berada di sebelah gudang. "Lokasi pertama karena membakar sarang tawon di samping gudangnya. Percikan api justru kena kain dan spon yang ada sehingga terjadi kebakaran," katanya.
Dari hasil penanganan, diketahui bahwa beberapa barang terbakar, seperti alat-alat dekorasi, 30 pcs karpet, dan 10 pcs terpal. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp20 juta. "Di lokasi ini kita kerahkan empat armada Damkar," tambahnya.
Kebakaran Usaha Serabut Kelapa di Desa Cupel
Beberapa jam setelah kebakaran pertama, kejadian serupa terjadi di sebuah usaha serabut kelapa di Desa Cupel, Kecamatan Negara, sekitar pukul 16.00 WITA. Awalnya, karyawan usaha tersebut melihat kepulan asap dari serabut kelapa. Mereka mencoba memadamkannya dengan ember berisi air, namun api mulai menyebar ke seluruh area serabut kelapa.
Karena panik, karyawan segera memberi tahu pemilik usaha dan melaporkan kejadian tersebut ke Mako Damkar Jembrana. Regu III yang baru saja menangani kebakaran di Desa Yeh Sumbul segera bergerak ke lokasi kebakaran kedua ini. Empat armada kemudian dikerahkan untuk melakukan penanganan kebakaran tersebut.
Proses pemadaman membutuhkan waktu sekitar dua jam. Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melakukan pendinginan di sekitar lokasi. Kasat Pol PP Jembrana juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap risiko kebakaran dan menghindari tindakan yang berpotensi memicu kebakaran.
Kesimpulan
Dua peristiwa kebakaran yang terjadi di Jembrana dalam satu hari menjadi pengingat penting tentang kesadaran masyarakat akan bahaya api. Meskipun tidak ada korban jiwa, kerugian materiil yang terjadi sangat besar. Dengan tindakan cepat dari warga dan petugas damkar, kebakaran dapat segera dipadamkan. Namun, penting bagi masyarakat untuk terus meningkatkan kesadaran dan antisipasi terhadap potensi bahaya kebakaran di lingkungan sekitar mereka.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar