Keluarga Menolak Anggapan Bunuh Diri, Minta Otopsi untuk Ungkap Kebenaran
Keluarga Evia Maria Mangolo (21), mahasiswi Universitas Negeri Manado (UNIMA) yang ditemukan meninggal di kamar kosnya di Tomohon, Sulawesi Utara, menolak anggapan bahwa kematian putrinya adalah bunuh diri. Mereka menduga kuat bahwa kematian Evia merupakan tindakan pembunuhan. Untuk mengungkap penyebab pasti kematian, keluarga memutuskan untuk melakukan otopsi.
Evia ditemukan meninggal secara tak wajar di kamar kosnya pada 30 Desember 2025. Pihak keluarga menemukan beberapa luka lebam di tubuh korban, yang memicu kecurigaan mereka. Kuasa hukum keluarga, Cyprus Tatali, menyatakan bahwa langkah otopsi diambil untuk menghindari berbagai penafsiran yang simpang siur di tengah masyarakat.
“Agar supaya tidak ada multi tafsir, maka diputuskan untuk diadakan otopsi,” kata Cyprus Tatali kepada Tribunmanado di rumah persemayaman jenazah di Perum CBA Gold Mapanget, Minut, Jumat (2/1/2026). Ia menjelaskan bahwa ayah Evia telah membawa jenazah putrinya untuk menjalani proses otopsi beberapa hari sebelumnya.
Menurut Cyprus, terdapat sejumlah kejanggalan yang ditemukan pada kondisi tubuh korban. Ia menyebut adanya luka lebam di beberapa bagian tubuh Evia yang memicu kecurigaan keluarga. “Untuk posisi kain juga agak janggal,” katanya. Ia menegaskan bahwa hasil otopsi diharapkan dapat membuka seluruh fakta yang selama ini tertutup.
Dengan langkah tersebut, pihak keluarga ingin mendapatkan kejelasan dan kebenaran yang sesungguhnya. “Jika memang itu bukan bunuh diri, siapa pelakunya,” ujarnya tegas.
Penanganan Awal Pihak Kepolisian Dipertanyakan
Cyprus juga menyampaikan kekecewaan keluarga terhadap penanganan awal pihak kepolisian di Tomohon. Ia mempertanyakan keputusan oknum polisi yang langsung memindahkan jenazah korban ke rumah sakit. “Atas izin siapa oknum polisi langsung pindahkan jenazah korban ke rumah sakit, dalam teori penyelidikan, kalau orang mati tak wajar, tak serta merta langsung dibawa ke rumah sakit,” katanya.
Ia menekankan bahwa dalam kasus kematian tidak wajar, seharusnya kepolisian segera melibatkan Inafis. Menurutnya, Inafislah yang memiliki kewenangan untuk menangani jenazah dan menentukan penyebab kematian. “Kami minta tolong pada pak kapolda, pak kapolda ini adalah seorang yang berprestasi, profesional dan tegak lurus dalam menegakkan aturan, tak ada alasan oknum polisi di Tomohon mengambil langkah sebelum menghubungi Inafis, karena matinya tak wajar, mereka juga tidak bisa menyimpulkan telah terjadi bunuh diri, ini wewenangnya Inafis,” kata Cyprus.
Harapan Keluarga agar Kasus Diusut Tuntas
Antonius, ayah Evia, menyampaikan harapan besar agar kasus ini diusut tuntas. Ia menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian. “Saya berharap institusi kepolisian sebagai penegak hukum dapat mengungkap kasus kematian tak wajar ini, kami semua mempercayakan penanganan kasus ini pada pihak kepolisian, kami bermohon pak Kapolda,” katanya penuh harap.
Kronologi Jasad Evia Maria Ditemukan
Dari informasi dari pihak kepolisian, peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 08.00 Wita. Penemuan berawal saat pemilik kost berinisial YR, yang tinggal di Kelurahan Matani Satu, menerima panggilan dari salah satu penghuni kost. Dalam panggilan tersebut, YR diberitahu bahwa ada seorang penghuni yang ditemukan meninggal.
Mendengar hal itu, YR langsung bergegas menuju lokasi indekost. Setibanya di tempat kejadian, YR melihat Evia Maria berada di depan pintu masuk kost dengan kondisi sudah meninggal. Selanjutnya, YR menghubungi pihak kelurahan untuk melaporkan kejadian tersebut. Tak berselang lama, personel Polsek Tomohon Tengah langsung mendatangi lokasi kejadian.

Jenazah Disemayamkan di Minahasa Utara
Jenazah Evia Maria disemayamkan di rumah kerabat di Perumahan CBA Gold, Teterusan, Mapanget, Minahasa Utara (Minut), Sulut. Jenazah Evia kini disemayamkan di kediaman Kel. Pdt Roos Merry Kabuhung. Pendeta Roos merupakan tante Evi Maria yang melayani sebagai Pendeta di Jemaat GMIM Eden Mapanget.
Keluaarga berencana membawa pulang jenazah Evi Maria ke Ulu Siau, Kepulauan Sitaro, Sulut Rabu (31/12/2025) pagi ini. Meskipun demikian, rencana ini batal menyusul keputusan jenazah Evi akan diotopsi. Pantauan Tribunmanado.co.id di rumah duka, puluhan orang datang melayat. Beberapa di antaranya bagian dari Ikatan Kekeluargaan Indonesia Sangihe Sitaro Talaud (IKISST) Sulawesi dan Manado.
Jenazah Evia Maria Mangolo Akan Jalani Otopsi
Jenazah Evia Maria Mangolo, mahasiswi Unima yang meninggal di tempat kos di Tomohon, akan menjalani otopsi di RS Kandou Manado, pada Rabu (31/12/2025). Otopsi diputuskan oleh keluarga setelah ditemukan sejumlah luka yang membiru di tubuh jenazah.
Ketsia, tante dari Evia bercerita, pada Selasa (30/12/2025) malam di rumah duka di Perum CBA Gold, Mapanget, Minut, Sulut ia memperoleh sebuah dorongan untuk memeriksa kaki dari jenazah. “Saat itulah ada tanda biru serta tanda seperti luka,” katanya. Beberapa saat kemudian, atas saran seseorang, pihaknya membuka tubuh jenazah dan ditemukan tanda biru di pinggang kiri dan di paha atas.
[Dari situ lantas diputuskan untuk dilakukan otopsi,” katanya. Ia menuturkan, ayah dari almarhum sudah tiba sejak Rabu dini hari. Rabu pagi, ia bertolak ke Polda untuk persiapan otopsi. Dia menerangkan, sesungguhnya jenazah direncanakan pulang pada Kamis. Namun batal karena ada otopsi.]
Unggahan Terakhir Evia Maria
Evia Maria, mahasiswi Unima yang ditemukan meninggal di Tomohon dikenal sebagai sosok yang baik, rajin, pintar dan agak pendiam. Hal ini diutarakan Ketsia, tante korban kepada Tribunmanado.com di rumah persemayaman di Perumahan CBA Gold, Teterusan, Mapanget, Minahasa Utara (Minut), Sulut, Rabu (31/12/2025). “Ia memang pendiam, tapi rajin,” katanya. Ia bercerita, Evia sangat rajin membuat tugas kelompok. Kadang, kata dia, saat menginap di rumahnya, Evia sering lupa makan karena kerjakan tugas.
[Saya sering tegur makan dulu, dan ia tetap dengan laptopnya,” katanya.] Sebut dia, Evia juga pintar. Selain itu baik hati. Meski pendiam, Evia punya semangat tinggi untuk belajar.
Rencana Tunangan Kandas

Evia Maria ternyata sudah punya tambatan hati. “Ia sudah punya pacar,” kata Ketsia, tante korban kepada Tribun manado di rumah persemayaman di Perumahan CBA Gold, Mapanget, Minahasa Utara (Minut), Rabu (31/12/2025). Sebut dia, sang pacar saat ini bertugas di Papua. Keduanya direncanakan akan tunangan setelah Evia wisuda. Ia ingat, Evia pernah mengantar pacarnya naik kapal di Bitung. “Evia juga pernah mengunggah foto sang pacar,” katanya.
Cita-Cita Evia Maria Ingin Jadi Pramugari
Di mata sahabatnya, Nadia, Evia adalah gadis ceria dengan mimpi besar untuk terbang tinggi dengan pesawat meninggalkan pulau kecil asalnya di Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara (Sulut). Evia Maria kerap berbicara tentang langit dan seragam pramugari yang suatu hari ingin ia kenakan. Kepada wartawan Tribunmanado.co.id, Indri Panigoro, Nadia mengungkap cita-cita Evia Maria. Nadia mengenang Evia sebagai sosok yang ceria dan memiliki mimpi besar.
Evia Curhat ke Sahabat Sambil Menangis
Nadia juga mengungkap percakapan terakhirnya dengan almarhumah. Evia, kata Nadia kerap curhat soal kasus dugaan pelecehan seksual yang ia alami. Sosok yang kerap disebut Evia dalam curhatannya yakni salah satu oknum dosen di Unima. Beberapa waktu sebelum meninggal dunia, Evia sempat mendatangi kos Nadia. Saat itu, Evia mengatakan ingin ke kos Nadia untuk bercerita, sembari menunjukkan rencana foto studio seperti foto kelulusan SMA.
[Waktu di kos, dia tiba-tiba curhat sambil menangis. Dia cerita tentang dosen yang diduga melecehkannya,” kata Nadia saat diwawancarai di akun Facebooknya bernama Nadia, Kamis 1 Januari 2026 sore.] Nadia menuturkan, Evia juga pernah menyampaikan bahwa dirinya telah menerima perlakuan tidak pantas melalui pesan langsung (DM) dari dosen yang bersangkutan. Evia bahkan sempat mengirimkan pesan suara (voice note) kepada Nadia, mengaku telah melaporkan dugaan pelecehan itu kepada Wakil Dekan III (WD III).
Evia Maria Seharusnya Ujian Proposal Skripsi 6 Januari 2026
Evia Maria seharusnya tinggal beberapa langkah lagi menuntaskan kuliahnya di Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Jurusan Pendidikan Guru SD Universitas Negeri Manado. Tapi harapan tinggal harapan. Beberapa hari jelang ujian, Evia ditemukan meninggal di tempat kosnya di Kaaten, Kelurahan Matani Satu, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon, Selasa 30 Desember 2025 pagi. Evia dijadwalkan ujian seminar proposal skripsi pada Selasa 6 Januari 2025.
[Kasiang anak ini. Padahal tanggal 6 Januari somo ujian,” kata paman Evia, Jhonli Mangolo di rumah persemayaman, Perumahan CBA Gold, Mapanget, Minahasa Utara, Rabu (31/12/2025). Kata Jhonli, mungkin karena sudah terjadwal ujian tanggal 6 sehingga Evia memutuskan tidak pulang ke Ulu Siau, Kepulauan Sitaro. “Sebenarnya kasiang depe papa deng mama suka skali dia pulang mo ba Natal deng Tahun Baru. Ya siapa mo sangka jadi bagini,” kata sang paman lirih.]
Nasib DM Oknum Dosen yang Diduga Lecehkan Evia Maria

Universitas Negeri Manado (UNIMA) Tondano, Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut) membebastugaskan oknum dosen berinisial D.M. DM dibebastugaskan sebagai dosen imbas dugaan kasus kekerasan seksual yang ditulis Evia Maria melalui surat pernyataan. Wafatnya Evia Maria membuat warga Sulut menyoroti Unima. Menanggapi kasus ini, Unima langsung membebastugaskan DM. Kebijakan tersebut diambil menyusul pemeriksaan internal kampus terhadap dosen yang bersangkutan pada Rabu (31/12/2025).
Kepala Humas Unima Titof Tulaka menyebut, setelah diperiksa di lingkungan kampus, oknum dosen tersebut langsung menuju kepolisian. “Setelah diperiksa, oknum tersebut langsung menuju ke polisi untuk pemeriksaan,” ujar Kepala Humas Unima saat diwawancara, Kamis (1/1/2026). Ia menjelaskan, pemeriksaan itu merupakan panggilan dari pihak kepolisian terhadap dosen tersebut terkait adanya dugaan pelecehan yang dialami mahasiswi.
Namun, saat dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Tomohon Tengah, Iptu Stenly Tawalujan, mengatakan pihaknya tidak menerima laporan terkait kasus tersebut. “Laporan tidak masuk ke kami, dia diperiksa ke Polda Sulut,” ujar Iptu Stenly saat dihubungi via telepon, Jumat (2/1/2026). Hingga berita ini diturunkan, saat dihubungi, pihak Humas Polda Sulawesi Utara belum memberikan tanggapan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar