Fakta Kebakaran di Modayag Boltim: 2 Rumah Ludes, Lansia Tewas

Fakta Kebakaran di Modayag Boltim: 2 Rumah Ludes, Lansia Tewas

Kebakaran di Desa Modayag, Bolaang Mongondow Timur

Pada Jumat (3/1/2026) malam, sebuah kejadian kebakaran terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara. Peristiwa ini terjadi di Desa Modayag, Kecamatan Modayag, Boltim. Lokasi kejadian berada di kawasan yang cukup padat penduduk, sehingga menimbulkan kepanikan di kalangan warga sekitar.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 22.34 Wita. Dua rumah milik Reyke Suwila dan Hin Malingkas menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Api muncul secara tiba-tiba dan cepat membesar, sehingga membuat warga sekitar panik dan tidak sempat menyelamatkan barang-barang mereka.

Diduga Akibat Korsleting Listrik

Beberapa saksi yang berada di lokasi kejadian menduga bahwa sumber api berasal dari korsleting listrik di salah satu rumah. Seorang warga mengungkapkan bahwa api langsung membesar dan membuat mereka tidak sempat menyelamatkan banyak barang.

Warga setempat mencoba memadamkan api dengan alat seadanya, tetapi upaya tersebut gagal karena kobaran api yang cepat merambat. Kejadian ini menunjukkan betapa cepatnya api dapat menyebar, terutama jika tidak ada langkah penanggulangan yang tepat.

Tiga Unit Pemadam Dikerahkan

Setelah kejadian dilaporkan ke petugas pemadam kebakaran, sebanyak tiga unit mobil pemadam dikerahkan ke lokasi. Petugas melakukan perjuangan berat untuk memadamkan api, dan setelah beberapa waktu, akhirnya berhasil menguasai kobaran api.

Namun, kebakaran ini menyebabkan satu orang meninggal dunia. Surya, salah seorang petugas pemadam kebakaran Kotamobagu, membenarkan bahwa satu warga menjadi korban. Jenazah korban telah dievakuasi dari lokasi kejadian.

Korban Seorang Lansia

Korban yang meninggal dalam kebakaran tersebut adalah seorang lansia bernama Theo Malingkas (80 tahun). Berdasarkan informasi dari warga sekitar, korban tidak bisa melarikan diri karena kondisi fisiknya yang lemah. Theo diketahui memiliki masalah kesehatan pada kakinya, sehingga sulit bergerak saat kejadian terjadi.

Menurut penuturan beberapa warga, korban tidak sempat menyelamatkan diri karena api yang cepat menyebar. “Kakek ini memang sudah sakit di bagian kaki. Sudah lama sekali. Makanya mungkin tak bisa lari saat kejadian,” ujar salah seorang warga.

Informasi Terkini dari Kepala Dusun

Sementara itu, Kepala Dusun Dua Desa Modayag, Maruli Pardede, mengatakan bahwa korban sempat dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa. Namun, setelah pemeriksaan selesai, jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Maruli juga menyampaikan bahwa tidak ada harta benda yang bisa diselamatkan dari peristiwa tersebut. “Harta benda korban ikut hangus terbakar, tak ada yang terselamatkan,” singkatnya.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan