
Konser musik hype yang diadakan beberapa waktu lalu di Jakarta menampilkan sejumlah band lokal, mulai dari Lips!! hingga Sillas. Selain mereka, masih banyak lagi band-band lain seperti Astera, Beijing Connection, Catzy, Sunbaze, Murphy Radio, Braga MGNDW, Ministy of, dan Treeshome. Berikut ini adalah fakta menarik mengenai para musisi tersebut.
1. Vokalis Lips!! Kasih Buku Tiap Manggung

Vokalis Lips!!, Dila, dikenal membagikan buku kepada penonton setiap kali tampil. Ia menjelaskan alasannya, karena ia bekerja di industri buku dan memiliki taman bacaan. Dila merasa senang bisa berbagi buku bacaan kepada para penggemarnya, terutama karena Lipshout (sebutan fans Lips) terdiri dari kalangan anak muda. Menurutnya, berbagi buku bisa membantu penggemarnya menjadi lebih kritis dalam menghadapi kehidupan.
2. Treeshome Bakar Dupa saat Manggung

Treeshome, band asal Ternate, Maluku Utara, memperkenalkan ritual bakar dupa saat manggung. Asap dupa mengiringi lagu pertama mereka yang berjudul Mantra Kabata. Vokalis Herman Eross menjelaskan bahwa hal ini merupakan upaya untuk membawa vibe sejarah Maluku Utara ke tengah modernitas Jakarta. Mereka tidak pernah melakukan ritual serupa di Ternate karena dianggap terlalu mistis. Namun, di Jakarta mereka merasa lebih nyaman melakukannya.
3. Braga MGNDW Bawa Nilai Budaya Lewat Musik

Braga MGNDW, grup band asal Sulawesi Utara, menggabungkan nuansa Pop dengan diksi etnik Mongondow. Anggota band ini adalah teman main sejak kecil dan memiliki hubungan keluarga. Mereka ingin melestarikan nilai budaya daerah lewat musik. Yedi Mamonto, vokalis, menyebutkan bahwa budaya Mongondow semakin tidak diprioritaskan di daerahnya, sehingga mereka berjuang lewat musik.
4. Sillas Berkarya Pakai Bahasa Arab

Sillas, band indie pop asal Cirebon, menggunakan bahasa Arab dalam karyanya. Hal ini menarik perhatian tokoh agama seperti Habib Ja'far. Obeth, gitaris Sillas, mengungkapkan bahwa dukungan dari Habib Ja'far sangat berarti bagi mereka. Mereka juga pernah tampil di berbagai tempat peribadatan untuk menyebarkan pesan perdamaian dan toleransi melalui musik.
5. Album Ministry of Terinspirasi dari One Piece

Album perdana Ministry of bertajuk Reverie terinspirasi dari manga Jepang One Piece. Yudit Halim, gitaris band, menjelaskan bahwa Reverie mengambil referensi dari konferensi besar dalam cerita One Piece. Ernest menganggap hal ini sebagai metafora tentang ketimpangan kekuasaan di dunia nyata.
6. Murphy Radio Konsisten Bikin Karya Eksperimental

Murphy Radio, band asal Samarinda, konsisten menciptakan karya eksperimental. Mereka mengombinasikan nada-nada emosional dalam aransemen musik yang kompleks. Meskipun ada ketakutan dan keraguan, mereka tetap percaya bahwa musik harus bebas untuk mengekspresikan pendengar.
7. Sunbaze, Band yang Mengusung Alternativ Shoegaze

Sunbaze, band asal Lampung, mengusung aliran alternatif shoegaze. Mereka memadukan elemen musik rock tahun '80-an dan '90-an dengan sentuhan ambience. Iyan, anggota band, menjelaskan bahwa mereka memilih aliran ini karena ciri khas yang berbeda dibanding band shoegaze lainnya.
8. Catzy Tak Tergoda Genre yang Lagi Tren

Catzy, band asal Pekalongan, konsisten di genre pop punk dengan campuran posi hardcore. Maruf, gitaris, menegaskan bahwa mereka tidak akan tergoda membuat karya sesuai tren atau viral. Mereka tetap berada di genre yang sudah dikuasai.
9. Astera Suarakan Pencarian Jati Diri dan Self Love Lewat Musik

Astera, band asal Bali, menyuarakan pencarian jati diri dan self love lewat karya-karyanya. Chandra, drummer, menjelaskan bahwa tema utama Astera berkaitan dengan jati diri. Rio, vokalis, menambahkan bahwa mereka juga mengangkat isu sosial dan lingkungan.
10. Beijing Connection Angkat Kisah Masa Lalu Lewat Karya

Beijing Connection, band Midwest Emo asal Makassar, mengangkat kisah masa lalu dalam karya mereka. Rudy Rubiandini, bass & vokal, menjelaskan bahwa keresahan yang diangkat dalam karya mereka berasal dari pengalaman masa lalu, seperti percintaan, keluarga, dan pertemanan. Tujuan mereka adalah untuk merepresentasikan keresahan generasi muda saat ini.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar