
Performa Real Madrid di Santiago Bernabu Menurun Drastis
Kemerosotan performa Real Madrid di Santiago Bernabu kembali mencapai titik yang memprihatinkan. Setelah kekalahan 0-2 dari Celta Vigo, Los Blancos kembali menelan kekalahan kandang dalam pertandingan Liga Champions UEFA, kali ini dengan skor 1-2 dari Manchester City.
Intensitas permainan memang meningkat, tetapi hasilnya tetap tidak memihak mereka dan membuat atmosfer stadion semakin tegang serta penuh tekanan. Meski menunjukkan komitmen lebih baik, Real Madrid jelas kalah efektif dari City. Tanpa penyelamatan kelas dunia Thibaut Courtois, skor bisa saja lebih buruk. Namun usaha itu belum cukup untuk menenangkan hati para pendukung di Bernabu.
Bernabu Mulai Tak Ramah
Bernabu memang terkenal sebagai stadion yang menuntut banyak dari para pemainnya. Saat waktu terus berjalan menuju akhir pertandingan, suasana berubah drastis: siulan menggema, rasa frustrasi menumpuk, dan para pemain merasakan langsung panasnya tekanan dari tribun.
Menurut laporan dari SPORT, Vinicius Jr. menjadi pemain paling disorot malam itu. Di momen-momen krusial ketika Madrid menurunkan enam penyerang demi mencari gol penyama kedudukan, Vinicius malah beberapa kali gagal mengirimkan umpan silang dengan baik. Tiga umpan melenceng cukup untuk memancing siulan yang semakin keras setiap menitnya.
Pemain yang paling banyak disorot adalah Vinicius Jr. Para penonton di Bernabu menunjuk langsung kepadanya, dan ia menerima tiga cemoohan berturut-turut karena menyia-nyiakan peluang di menit-menit terakhir, tulis laporan tersebut.
Tak hanya Vinicius, Raul Asencio juga berada dalam sorotan. Salah satu clearance-nya yang buruk langsung memberikan bola kepada Manchester City, dan reaksi dari para pendukung pun spontan: cemoohan tajam dari seluruh penjuru stadion.
Bek tengah itu mendengar cemoohan dari tribun dan menunjuk ke arah penonton, meminta mereka untuk tidak mencemooh tim. Hal ini tidak diterima dengan baik oleh para penggemar Real Madrid, yang kemudian mencemoohnya, tulis laporan itu.
Asencio sempat membalas dengan gestur agar fans tetap mendukung tim, tetapi respons itu justru memperkeruh suasana. Meski ia menerima tepuk tangan sopan saat ditarik keluar, ekspresi wajahnya menunjukkan jelas bahwa ketegangan itu menyentuh sisi emosionalnya.
Tekanan yang Berlanjut
Dengan tekanan yang terus meningkat dan beberapa pemain berada dalam sasaran kritik, laga-laga ke depan akan menjadi ujian besar tak hanya bagi Xabi Alonso, tetapi juga untuk mentalitas skuad Madrid dalam menghadapi tuntutan suporter mereka.
Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh Real Madrid untuk memperbaiki situasi antara lain:
- Meningkatkan koordinasi antara pemain depan dan gelandang untuk memaksimalkan peluang serangan.
- Memperkuat pertahanan agar tidak mudah kebobolan, terutama di laga-laga penting.
- Memberikan dukungan moril kepada para pemain yang sedang menghadapi kritik dari suporter.
- Mengoptimalkan strategi permainan agar bisa mengimbangi tim-tim kuat seperti Manchester City.
Dengan fokus dan kerja sama yang lebih baik, Real Madrid memiliki potensi untuk bangkit dari krisis ini dan menunjukkan performa yang lebih stabil di pertandingan-pertandingan mendatang.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar