
aiotrade, JAKARTA — Anggota Federal Reserve (The Fed) memberikan sinyal bahwa mereka akan menahan pelonggaran kebijakan moneter lanjutan. Hal ini dilakukan karena masih ada ketidakpastian mengenai arah inflasi dan pasar tenaga kerja di Amerika Serikat (AS), setelah melakukan pemangkasan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin dalam pertemuan Desember 2025.
Dalam proyeksi terbaru yang dirilis setelah rapat Federal Open Market Committee (FOMC), median pembuat kebijakan hanya memperkirakan satu kali pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada tahun 2026. Angka ini tidak berubah dari proyeksi yang dikeluarkan pada bulan September lalu.
Beberapa proyeksi ekonomi juga menunjukkan bahwa inflasi diperkirakan akan melandai menjadi sekitar 2,4% pada akhir 2026. Pertumbuhan ekonomi AS diprediksi akan meningkat melebihi tren rata-rata menjadi 2,3%, sementara tingkat pengangguran tetap stabil di kisaran 4,4%.
Komite FOMC menyatakan bahwa dalam menentukan besaran dan waktu penyesuaian suku bunga federal funds, mereka akan secara cermat mengevaluasi seluruh data yang masuk. Bahasa yang digunakan tersebut sering kali menjadi indikasi adanya jeda dalam kebijakan moneter, meskipun ekspektasi pasar saat ini masih memproyeksikan dua kali pemangkasan suku bunga pada tahun depan.
Pada konferensi pers, Ketua The Fed Jerome Powell menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pemangkasan suku bunga sebesar 75 basis poin sejak bulan September dan 175 basis poin sejak bulan September tahun lalu. Saat ini, suku bunga berada dalam kisaran luas estimasi nilai netral.
Menurut Powell, The Fed saat ini berada dalam posisi yang baik untuk menunggu dan melihat perkembangan ekonomi ke depan. Ia juga menegaskan bahwa kebijakan moneter tidak akan mengikuti jalur yang telah ditentukan sebelumnya.
“Setiap keputusan akan diambil dalam setiap rapat,” katanya.
Pasca-pengumuman ini, pasar saham AS mengalami penguatan. Nilai tukar dolar melemah terhadap sejumlah mata uang utama, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) turun.
Art Hogan, kepala strategi pasar B. Riley Wealth, menilai keputusan The Fed sebagai langkah yang lebih hawkish. Menurutnya, bukan hanya karena ada dua anggota yang menolak pemangkasan, tetapi juga karena dalam dot plot terdapat enam pembuat kebijakan yang tidak memasukkan pemotongan suku bunga dalam proyeksinya.
Grafik dot plot menunjukkan bahwa enam titik berada di level 3,9%, yaitu tingkat suku bunga sebelum pemangkasan. FOMC memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,50% hingga 3,75%. Keputusan ini mendapat tiga suara dissent. Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee bergabung dengan Presiden Fed Kansas City Jeffrey Schmid, yang menilai suku bunga seharusnya dipertahankan.
Sementara itu, Gubernur The Fed Stephen Miran justru mengusulkan pemangkasan yang lebih agresif sebesar 50 basis poin.
Ke depan, arah kebijakan moneter The Fed menjelang tahun pemilu paruh waktu AS diperkirakan sangat bergantung pada data ekonomi terbaru. Hal ini semakin penting mengingat dorongan dari Presiden Donald Trump yang ingin penurunan suku bunga lebih tajam, serta keterlambatan rilis data akibat penutupan pemerintahan federal selama 43 hari pada Oktober–November lalu.
Proyeksi Ekonomi 2026 Cenderung Solid
Secara umum, proyeksi The Fed terlihat optimistis. Meski suku bunga diperkirakan bertahan lebih tinggi daripada ekspektasi sebelumnya, ekonomi AS diproyeksikan tumbuh lebih cepat sementara inflasi menurun dan tingkat pengangguran sedikit membaik.
Namun demikian, pernyataan kebijakan dan proyeksi terbaru ini disusun tanpa didukung oleh laporan tenaga kerja dan inflasi terkini. The Fed mengandalkan indikator yang tersedia, termasuk survei internal, masukan dari komunitas, serta data swasta.
Data resmi terakhir pada bulan September menunjukkan tingkat pengangguran naik menjadi 4,4% dari 4,3%. Sementara itu, indikator inflasi pilihan The Fed naik tipis dari 2,7% menjadi 2,8%, masih berada di atas target 2%.
Inflasi tercatat meningkat konsisten sejak April, dari 2,3%, yang sebagian besar dikaitkan dengan naiknya tarif impor yang dibebankan kepada konsumen.
Dalam pernyataan kebijakan, The Fed menyebut aktivitas ekonomi terus tumbuh dengan laju moderat. Namun, pertumbuhan lapangan kerja melambat sepanjang tahun ini, sementara tingkat pengangguran cenderung meningkat hingga September, tanpa lagi menyebut kondisi pengangguran sebagai rendah.
Proyeksi terbaru menunjukkan bahwa enam pembuat kebijakan memilih tidak memangkas suku bunga pada tahun ini, sementara tujuh lainnya memperkirakan tidak ada pemangkasan tambahan pada 2026.
Median proyeksi juga memasukkan satu kali pemangkasan suku bunga tambahan sebesar 25 basis poin pada 2027, seiring inflasi terus bergerak mendekati target 2% bank sentral.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar