Ferry Irwandi Haru, Telepon dari Tamiang dan Donasi Sumatera Capai Rp8,3 Miliar

Ferry Irwandi Haru, Telepon dari Tamiang dan Donasi Sumatera Capai Rp8,3 Miliar

Momen Haru dalam Live Streaming 12 Jam Ferry Irwandi

Pada sebuah live streaming yang berlangsung selama 12 jam, Ferry Irwandi menghadirkan momen haru yang tak terlupakan. Awalnya, target donasi hanya sebesar Rp500 juta untuk korban bencana di Sumatera. Namun, jumlah tersebut justru meledak menjadi Rp8,3 miliar hanya dalam waktu satu hari.

Wajah Ferry terlihat lelah, tetapi matanya bersinar. Ia memulai live streaming dari malam sebelumnya dengan hanya bermodalkan share story biasa. Namun, angka donasi tumbuh secara luar biasa. Pada pukul 23.00 WIB, donasi mencapai Rp500 juta. Kemudian, pada pukul 10 pagi, jumlahnya sudah mencapai Rp3,2 miliar. Dalam waktu 12 jam, angka tersebut melonjak menjadi Rp8,2 miliar. Dan ketika siaran hendak ditutup, angka itu perlahan menyentuh Rp8,33 miliar.

Diperkirakan, dana sebesar itu berasal dari 71 ribuan donatur. “Seribu perak pun berarti. Terima kasih,” ucap Ferry. Dari para donatur, ada satu nama yang mencuri perhatian, yaitu Rizki Rizarwi, CEO HUMANS, brand parfum lokal yang sedang naik daun. Ia menyumbang Rp493 juta, membuat Ferry sempat terdiam saat membacanya.

“Kenapa lu berani nyumbang sebesar itu, Ki?” tanya Ferry ketika akhirnya menghubungi Rizki di akhir live. Rizki menjawab, “Kita selalu punya dana CSR tiap bulan. Tapi ini bencana nasional. Kita kumpulin beberapa bulan budget untuk ini. HUMANS itu dari awal harus berdampak untuk orang banyak.”

Ia bahkan menjelaskan bahwa nominal Rp493 juta itu bukan angka sembarangan. “Itu angka yang mewakili jumlah orang yang ngikutin perjalanan HUMANS.”

Fokus Bantuan: Makanan, Tempat Berteduh, dan Daerah Terisolasi

Rizki menegaskan prioritas bantuan kemanusiaan yang perlu disalurkan yaitu food dan shelter. “Ada penjarahan bukan karena jahat, tapi keputusasaan. Jembatan putus, akses terputus. Banyak yang bertahan hidup tanpa makanan,” ujarnya. Ferry menyambutnya serius: “Ini jadi catatan buat gue dan tim. Kita akan pastikan bantuan tepat sasaran.”

Menurut Ferry, titik-titik paling kritis akan diprioritaskan: * daerah yang terisolasi, * wilayah yang kehilangan akses makanan, * area tanpa listrik, * dan lokasi yang belum tersentuh bantuan besar.

Setelah menerima donasi, Ferry segera ke lapangan meski kondisinya drop. Selama live, penonton berkali-kali menanyakan apakah Ferry akan turun langsung ke Sumatera. Awalnya ia ragu, karena kondisi fisiknya sedang menurun. Namun di akhir streaming, ia akhirnya bulat. “Dananya besar, tanggung jawabnya besar. Gue harus ada di lapangan.”

Sang pasangan sempat mengingatkan Ferry menjaga kesehatan—tidak ngopi, tidak merokok, menjaga pola makan—karena risiko stres dan kelelahan bisa memperparah kondisinya. Namun Ferry tetap mantap. “Gue berangkat.”

Di tengah ribuan komentar, Ferry meminta penonton mengabaikan fitnah atau noise di media sosial. “Kalau ada yang salah, kita koreksi. Kalau ada yang marah, ya nggak apa-apa. Fokus kita bantu korban,” katanya. Semua laporan dan update akan dipublikasikan di halaman KitaBisa, termasuk rincian penggunaan dana.

Dengan Rp8,3 miliar dalam 24 jam dan dukungan 71 ribu orang, penggalangan ini ditengarai menjadi salah satu gerakan publik terbesar di 2025. Ferry menutup live dengan suara serak, namun senyum lega. “Ini dana besar. Tanggung jawabnya juga besar. Kita awasi sama-sama. Terima kasih,” tandasnya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan