
Perayaan Tahun Baru yang Berbeda di Alun-alun Batang
Malam pergantian tahun 2025 ke 2026 di Alun-alun Batang terasa sangat berbeda. Ribuan lampu berwarna-warni membentuk ornamen flora dan fauna yang menyala dengan indah, menciptakan suasana yang memikat perhatian para pengunjung yang larut dalam kesan romantis dan penuh harapan.
Festival of Light Batang yang digelar bersamaan dengan Batang Nusantara Expo menjadi hiburan baru bagi masyarakat setelah acara ini sempat vakum beberapa tahun. Acara ini menawarkan pengalaman yang unik dan mengundang antusiasme besar dari warga sekitar.
Di tengah kerumunan, Bila dan Silvia tampak sibuk mengabadikan momen-momen istimewa. Mereka tersenyum dan menikmati Festival of Light Batang yang untuk pertama kalinya digelar menjelang pergantian tahun. “Antusias banget. Ini pertama kalinya ada festival lampu di Alun-alun, ditambah Batang Nusantara Expo, jadi suasananya hidup dan romantis,” ujar Bila, Rabu (31/12/2025) malam, sambil menunjuk ornamen lampu berbentuk bintang yang menjadi favoritnya.
Festival of Light Batang yang digelar bersamaan dengan Batang Nusantara Expo ini menjadi hiburan baru bagi masyarakat setelah even tersebut sempat vakum beberapa tahun. Sejak dibuka secara resmi oleh Bupati Batang M Faiz Kurniawan bersama Sekretaris Menteri Koperasi RI Ahmad Zabadi, Sabtu (27/12/2025), area alun-alun tak pernah sepi pengunjung.
Bagi Silvia, festival lampu bukan sekadar hiburan visual, tetapi juga ruang berkumpul yang mempertemukan warga dari berbagai penjuru Batang. “Semoga acara seperti ini bisa rutin tiap tahun. Banyak warga yang akhirnya kumpul bareng di sini, suasananya hangat,” ucap Silva kepada Tribunjateng, Rabu (31/12/2025) malam.
Antusiasme serupa dirasakan banyak pengunjung lain. Tata letak lampu bertema flora dan fauna yang artistik menjadikan festival ini daya tarik utama malam pergantian tahun, sekaligus menyemarakkan kembalinya Batang Nusantara Expo.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Batang, Tatang Sontani, mengaku terkejut dengan respons masyarakat. “Responsnya luar biasa, bahkan setelah pembukaan pun pengunjung terus memadati area festival lampu,” ungkapnya.
Namun demi menjaga fungsi alun-alun sebagai ruang publik, ornamen lampu bertema flora dan fauna akan segera dibersihkan setelah acara berakhir. “Kecuali lampu ikonik angka 2026, itu akan tetap dipasang sampai akhir Januari,” tegas Tatang.
Kesuksesan festival ini tak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari BUMD hingga perusahaan swasta, seperti Bank Jateng, BKK, Bapera, PDAM, DPRKP, dan Sukorintex. Pimpinan Bank Jateng Cabang Batang, Sigit Aji Pamungkas, menyebut keikutsertaan pihaknya sebagai bentuk dukungan terhadap kebahagiaan warga. “Kami mengusung tema Taman Bank Jateng. Ini bukan hanya hiburan, tapi simbol doa dan harapan positif untuk masyarakat Batang,” katanya.
Melihat tingginya antusiasme warga, Bank Jateng pun mendukung penuh rencana Pemkab Batang untuk menjadikan Festival of Light sebagai agenda tahunan. “Kami selalu mendukung kebijakan Pemda, terlebih yang membawa kebahagiaan bagi masyarakat,” tandasnya.
Di bawah cahaya lampu yang gemerlap, Festival of Light Batang bukan sekadar perayaan visual, melainkan ruang kebersamaan tempat warga menyambut tahun baru dengan senyum, harapan, dan cerita yang akan dikenang.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar