Festival Literasi Lombok Timur Smart 2025 Ditutup

Festival Literasi Lombok Timur Smart 2025 Ditutup

Festival Literasi Lombok Timur Smart 2025 Resmi Ditutup

Setelah berlangsung selama tiga hari, Festival Literasi Lombok Timur Smart 2025 resmi ditutup pada Kamis, 11 Desember 2025. Acara penutupan ini dilakukan oleh Asisten III Administrasi Umum Sekda Lombok Timur, Husnul Basri, mewakili Bupati. Selama penyelenggaraannya, festival ini menampilkan berbagai lomba, pameran literasi, seni, budaya, serta partisipasi aktif dari pelajar, komunitas, UMKM, dan perpustakaan desa.

Kepala Dinas Perpustakaan Lombok Timur, H. Mugni, dalam laporannya menyampaikan rasa syukur atas kelancaran kegiatan. Ia menegaskan bahwa seluruh rangkaian acara berjalan sesuai rencana tanpa hambatan berarti.

Menurut evaluasi saya sebagai Kepala Dinas, alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan Festival Literasi Lombok Timur Smart 2025 ini berjalan dengan baik, lancar, dan sukses sesuai yang kita harapkan, ujarnya.

Meski demikian, Mugni tidak menutup mata terhadap beberapa kekurangan yang terjadi selama penyelenggaraan. Salah satunya adalah keterbatasan ruang gedung yang membuat suasana di dalam cukup panas. Ia berharap rencana renovasi dan perluasan gedung pada 2026 dapat segera terealisasi agar festival berikutnya bisa menampung lebih banyak peserta dan stan pameran.

Tahun 2026 ada rencana renovasi gedung dan perluasan. Mudah-mudahan festival berikutnya bisa lebih maksimal dan stand yang ditampilkan lebih banyak, tambahnya.

Karena keterbatasan tempat, hanya tiga perpustakaan desa yang dapat ikut serta tahun ini, padahal terdapat 26 perpustakaan desa aktif serta TBM dan perpustakaan sekolah yang belum terlibat. Mugni berharap dukungan anggaran dari Pemda semakin kuat agar kegiatan ini terus berkembang dan menjadi lebih inklusif.

Menurutnya, festival ini bukan sekadar acara tahunan, melainkan sarana untuk meningkatkan minat baca dan tulis masyarakat, serta memperkuat kapasitas ekonomi lewat konsep perpustakaan ekonomi sosial yang kini mulai diterapkan di Lombok Timur.

Dukungan Penuh dari Pemerintah Daerah

Sementara itu, Asisten III Husnul Basri menegaskan bahwa budaya literasi adalah fondasi utama kemajuan bangsa.

Negara yang maju dimulai dari budaya membaca dan menulis. Tadi kita lihat anak-anak mampu bercerita, berdongeng, dan itu bagian dari literasi budaya yang sangat baik, katanya.

Ia memastikan bahwa Pemerintah Daerah akan terus mendukung penuh penyelenggaraan festival literasi setiap tahun. Bahkan, Pemda mendorong agar jumlah stan ditambah, termasuk menghadirkan lebih banyak UMKM sebagai bagian dari literasi ekonomi dan budaya.

Kita dukung sepenuhnya, dan bila perlu kita tingkatkan kualitasnya. Stand bisa ditambah, UMKM diperbanyak. Itu juga bentuk literasi yang bagus, tegasnya.

Harapan Masa Depan

Dengan resmi ditutupnya Festival Literasi Lombok Timur Smart 2025, Pemkab Lotim berharap kegiatan ini terus menjadi agenda besar tahunan yang semakin inklusif, berdampak nyata, dan mendorong kemajuan literasi masyarakat di seluruh wilayah Lombok Timur.

Festival ini tidak hanya menjadi ajang pameran dan lomba, tetapi juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam membangun budaya literasi yang lebih kuat. Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.



Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan