Fiwi Dwipan Percaya Sriwijaya FC Bangkit, Cukup Dukungan Manajemen

Peran Fiwi Dwipan dalam Kebangkitan Sriwijaya FC

Bek Sriwijaya FC, Fiwi Dwipan, menyatakan keyakinannya bahwa pertandingan melawan PSMS Medan akan menjadi momentum kebangkitan bagi timnya. Ia percaya bahwa kualitas pemain Sriwijaya FC tidak kalah dengan tim-tim lain, dan yang dibutuhkan hanyalah dukungan dari manajemen.

"Semoga kedepannya kita bisa lebih baik lagi. Mudah-mudahan di putaran kedua Sriwijaya FC bisa bangkitlah," ujar Fiwi Dwipan dalam wawancara terbaru.

Fiwi Dwipan juga menegaskan bahwa meskipun tim sudah berusaha maksimal di lapangan, masih ada faktor-faktor eksternal yang memengaruhi hasil pertandingan. "Kita udah mati-matian di lapangan, tapi masih sering dikerjai wasit. Nah itu kita butuh supportlah dari manajemen Sriwijaya FC," tambahnya.

Pertandingan melawan PSMS Medan akan digelar di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang pada Sabtu (27/12/2025) pukul 15.30. Fiwi Dwipan yakin bahwa Sriwijaya FC mampu melakoninya dengan baik.

"Kalau saya sih selalu berhusnuzon aja. Anak-anak sebenarnya mampu dan kita lihat, kita kalah itu kalau menurut saya itu bukan karena kita kalah kualitas. Sebenarnya kualitas itu gak jauh beda sama tim-tim yang lain. Cuma menurut saya itu kita kalah karena banyak faktor. Menurut saya, mungkin kita kurang kedekatan sama manajemen. Intinya kita butuh support dari manajemen Sriwijaya FC," katanya.

Selama libur kompetisi, Fiwi Dwipan pulang ke rumahnya di Bogor. Ia mengaku sedang sibuk dengan perpindahan rumah dan pekerjaan lainnya seperti mengecat rumah serta merawat tanaman jambu kristal. Meski begitu, ia tetap menjaga kondisi dengan berlatih setiap hari.

"Saya tetap latihan buat jaga kondisi," ujarnya.

Fiwi Dwipan yang merupakan anggota Kesatuan Kostrad TNI Angkatan Darat ini sangat optimis untuk mencuri poin di setiap pertandingan. Ia mengungkapkan bahwa usaha dan doa sudah dilakukan, meski hasilnya belum sesuai ekspektasi.

"Qodarullah kita sudah berusaha, berdoa, cuma hasilnya kemarin belum sesuai ekspektasi," ujarnya.

Ia juga mengajak rekan-rekannya di Sriwijaya FC untuk tetap kompak dan fokus pada tim. "Gak usah dengerin omongan yang kurang baik dari luar. Fokus saja sama tim dan libatkan Allah SWT di setiap kegiatan," tambahnya.

Fiwi Dwipan memiliki dua anak bernama Abdullah dan Abdurrahman dari pernikahannya dengan Bella Veriana Rois. Ia juga merupakan penggemar Lionel Messi dan memiliki prestasi sebagai pemain Timnas U17 dan U19 pada tahun 2012-2013. Selain sepak bola, ia juga menyukai olahraga badminton.

Awal karier sepak bolanya dimulai di SSB Andespa (Anak Desa Patungba) Deli Serdang pada 2002-2003, kemudian ikut SSB SPM Marendal Deli Serdang 2003. Ia juga mengikuti berbagai turnamen seperti Pengcab Sumut, Turnamen Piala Menpora 2010, dan selaksi Milan Junior Champ di Bali 2011.

Saat SMA, Fiwi masuk Diklat Ragunan 2011-2013. Ia juga pernah bermain di Timnas U17 2012, 2013 dan ikut Timnas U19, namun harus dicoret karena cedera saat akan berangkat ke Sidoarjo dari Yogya. Pada 2013, ia bergabung dengan Perserang.

Karier profesionalnya dimulai dengan Pro Duta FC pada musim 2014. Bakatnya ditemukan oleh tim pemandu bakat Pro Duta FC setelah memperkuat Timnas U-17 dan U-19. Pada masa itu, ia juga memperkuat Tim Pegasus di Divisi Utama.

Secara total, Fiwi Dwipan tampil membela Pro Duta dalam 20 pertandingan dan berhasil mengoleksi 11 gol serta 3 assist selama 3 musim bermain untuk Pro Duta FC.

Pada 2015-2016, ia bergabung dengan PSMS Medan. Setelah Pro Duta FC bubar pada musim tersebut, ia kemudian bergabung dengan PSPS Riau pada musim 2017. Pada musim 2018, ia memperkuat Persiraja Banda Aceh selama satu musim.

Pada musim 2019, Fiwi kembali memperkuat PSPS Riau, namun belum dapat mengulang pencapaian pada musim 2017.

Pemain yang berposisi sebagai gelandang serang ini pada musim 2020 memperkuat PSMS Medan di Liga 2. Namun karena pandemi covid-19, performanya belum optimal. Barulah pada 2022, ia bergabung dengan Sriwijaya FC.

Fiwi Dwipan mengungkapkan alasan bergabung ke Sriwijaya FC adalah karena qodarullah dan kehendak Allah. Di samping itu, ia melihat Sriwijaya FC sebagai tim besar.

Fiwi Dwipan terakhir bermain di musim kompetisi 2023/24 bersama Persekat. Sedangkan musim 2024/25 disebutkan tanpa klub.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan