
Dampak Psikologis Banjir di Aceh Utara
Banjir yang melanda wilayah Aceh pada 26 November 2025 tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik dan gangguan aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga meninggalkan dampak psikologis yang mulai terlihat secara nyata, khususnya oleh kelompok usia dewasa. Hal ini disampaikan oleh Dekan Fakultas Kedokteran Unimal, dr Muhammad Sayuti, Sp B, Subsp BD(K), pada Jumat (2/1/2026). Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut terlihat di beberapa desa di Kecamatan Sawang dan Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, yang menjadi lokasi sasaran kegiatan tanggap darurat Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh (FK Unimal).
Menurut Muhammad, sebagian warga menunjukkan tanda-tanda kelelahan mental pasca-bencana. Genangan banjir yang merendam rumah warga, kerusakan harta benda, serta ketidakpastian pemulihan ekonomi keluarga menjadi tekanan berlapis bagi masyarakat dewasa, terutama kepala keluarga dan lansia.
Dalam situasi pascabanjir yang belum sepenuhnya pulih, muncul keluhan seperti gangguan tidur, kecemasan berlebih, mudah lelah, hingga menurunnya semangat beraktivitas sehari-hari. Untuk merespons kondisi ini, FK Unimal melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan menjadikan edukasi psikososial bagi orang dewasa sebagai fokus utama kegiatan.
"Edukasi ini dipandang penting sebagai langkah awal untuk mencegah berkembangnya gangguan kesehatan mental yang lebih berat apabila tidak ditangani sejak dini," ujar Muhammad. Edukasi ini mencakup pengenalan respons stres pascabencana, pemahaman bahwa reaksi emosional merupakan hal yang wajar, serta penguatan strategi koping sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Edukasi dilakukan melalui diskusi kelompok dan pendekatan komunikatif agar warga merasa aman untuk berbagi pengalaman dan keluhan yang mereka rasakan. Pendekatan psikososial ini juga menekankan pentingnya dukungan keluarga dan komunitas sebagai faktor protektif utama dalam pemulihan kesehatan mental.
Dengan memperkuat jejaring sosial di tingkat desa, diharapkan warga tidak merasa menghadapi dampak bencana secara sendiri-sendiri. Sebagai bagian dari pendekatan terpadu, FK Unimal tetap menghadirkan layanan mobile clinic untuk pemeriksaan kesehatan masyarakat dengan berbagai keluhan pascabanjir. Selain itu, layanan gizi untuk bayi, balita, dan ibu hamil turut diberikan melalui pemeriksaan sederhana dan edukasi gizi, mengingat kelompok ini memiliki kerentanan tinggi terhadap dampak lanjutan bencana.
Seluruh rangkaian kegiatan ini dilaksanakan oleh tim kolaboratif yang terdiri dari dosen, mahasiswa, dokter muda, dan dokter alumni Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh. Kolaborasi ini tidak hanya memperkuat layanan di lapangan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi sivitas akademika dalam memahami dampak bencana secara komprehensif, baik dari aspek fisik maupun psikologis.
Melalui kegiatan pengabdian ini, Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh menegaskan bahwa proses pemulihan pascabencana harus dilakukan secara holistik, mencakup kesehatan fisik, gizi, dan kesehatan mental. Edukasi psikososial bagi orang dewasa menjadi salah satu kunci penting agar masyarakat dapat kembali bangkit, menjalani peran sosial dan ekonomi, serta membangun kembali kehidupan keluarga dan komunitas secara berkelanjutan.
Upaya Pemulihan Berkelanjutan
FK Unimal terus berkomitmen untuk memberikan layanan yang komprehensif dan berkelanjutan kepada masyarakat yang terdampak bencana. Dengan pendekatan yang melibatkan berbagai pihak, termasuk dosen, mahasiswa, dan alumni, kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan bantuan langsung, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan mental dalam menghadapi bencana.
-
Pendekatan ini juga mencakup pelatihan dan edukasi yang diberikan kepada masyarakat agar mereka dapat mengenali tanda-tanda stres dan kecemasan, serta mengetahui cara mengelolanya secara mandiri. Dengan demikian, masyarakat akan lebih siap menghadapi tantangan yang mungkin muncul setelah bencana. -
Selain itu, FK Unimal juga berupaya membangun sistem rujukan yang kuat antara layanan kesehatan dan organisasi masyarakat lokal. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua kelompok rentan mendapatkan perlindungan dan perawatan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. -
Kegiatan pengabdian ini juga menjadi momen penting bagi para dosen dan mahasiswa untuk mengasah kemampuan praktis mereka dalam menangani situasi darurat. Mereka belajar langsung dari pengalaman nyata, sehingga dapat lebih memahami dinamika masyarakat dan kebutuhan mereka dalam situasi krisis. -
Dengan adanya inisiatif seperti ini, diharapkan masyarakat Aceh Utara dapat segera pulih dan kembali menjalani kehidupan yang stabil dan sejahtera. FK Unimal berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam upaya pemulihan pascabencana, dengan fokus pada kesehatan mental sebagai salah satu aspek utama yang tidak boleh diabaikan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar