Foto-Foto: Banjir di Kutai Timur, Air Sungai Meluap, BPBD Peringatkan Buaya dan Ular

Foto-Foto: Banjir di Kutai Timur, Air Sungai Meluap, BPBD Peringatkan Buaya dan Ular

Banjir di Kutai Timur Meluas, BPBD Imbau Warga Waspada

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Timur meningkatkan patroli kesiapsiagaan banjir menyusul curah hujan tinggi yang melanda sejumlah kecamatan. Dengan kondisi cuaca ekstrem yang diprediksi akan berlangsung hingga Juli 2026, masyarakat diminta untuk tetap waspada.

Kecamatan Bengalon Terdampak Banjir

Setelah Kecamatan Batu Ampar dilaporkan terdampak, kini giliran Kecamatan Bengalon yang mengalami genangan air hingga ke jalanan. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kutim, Muhammad Naim, menjelaskan bahwa sejak Rabu (10/12/2025) siang, air Sungai Bengalon mulai naik ke daratan. Dari laporan relawan di Kecamatan Bengalon, ada lima desa yang terdampak dari kenaikan air Sungai Bengalon, sementara ini terpantau naik hingga 5 centimeter.

Desa yang terdampak meliputi Sepaso Selatan, Sepaso Timur, Sepaso Barat, serta titik di Jalan 10 November dan Jalan Sepat. Meski arus sungai terpantau normal, status level air berdasarkan pemantauan Balai Wilayah Sungai Kalimantan III berada pada kategori waspada.

Sebaran Banjir di Kutim

Sejak Sabtu (6/12/2025), banjir melanda beberapa kecamatan di Kutim. Dimulai dari Karangan yang kini sudah surut, kemudian menyebar ke Muara Wahau, Kongbeng, Telen, hingga terbaru ke Batu Ampar.

Di Muara Wahau, awalnya tujuh desa terdampak, kini tersisa empat desa yang masih tergenang, yakni Nehas Liah Bing, Jak Luay, Long Wehea, dan Muara Wahau. Di Kongbeng, banjir di Desa Miau Baru, dengan sekitar 100 rumah terdampak. Di Telen, banjir di Desa Marah Haloq, dengan 24 rumah terdampak dan 68 rumah tergenang. Di Batu Ampar, banjir di Desa Batu Timbau dan Batu Timbau Ulu, dengan kondisi terparah di Batu Timbau Ulu.

Peringatan BPBD tentang Bahaya Buaya dan Ular

BPBD mengingatkan masyarakat yang tinggal di bantaran sungai agar lebih berhati-hati terhadap potensi bahaya, termasuk binatang air seperti buaya dan ular. “Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati beraktivitas di dekat air banjir, orangtua agar melarang anak-anak bermain di genangan, serta waspada terhadap arus listrik di rumah yang terendam,” tegas Naim.

8 Kecamatan di Kutim Berpotensi Alami Banjir

Cuaca ekstrem di Kutim diprediksi akan terjadi hingga Juli 2026 mendatang. Saat ini, Kutim tengah mengalami curah hujan yang tinggi. Akibatnya, beberapa kecamatan di wilayah Kutai Timur mengalami banjir. BPBD Kutai Timur merilis wilayah yang berpotensi banjir pada dasarian II bulan Desember 2025.

Muhammad Naim, sebagai Kabid Kedaruratan dan Logistik melaporkan ada 8 kecamatan yang berpotensi mengalami banjir akibat curah hujan tinggi pada dasarian II Desember 2025. Kecamatan tersebut di antaranya Batu Ampar, Bengalon, Kongbeng, Muara Wahau, Muara Bengkal, Sangatta Selatan dan Telen.

"Jadi potensi bencana banjir itu diprediksi akan terjadi pada mulai 11 hingga 20 Desember 2025 mendatang, dengan kategori tingkat potensi banjir rendah," ujarnya pada aiotrade, Rabu (10/12/2025).

Dari prediksi tersebut, hingga hari ini bencana banjir masih menggenang di wilayah Kecamatan Muara Wahau, Telen, Batu Ampar dan Bengalon.

Kesimpulan BPBD Kutim

Dari banjir yang menimpa di Kabupaten Kutai Timur, Kecamatan Karangan yang sudah surut dan bersih. Adapun yang terdampak di Desa Karangan Dalam, Karangan Sebrang, dan Karangan Hilir. Lalu, menyusul Kecamatan Kongbeng yang airnya sudah surut dengan data paling terdampak di Desa Miau Baru.

Sedangkan banjir di Kecamatan Muara Wahau berdampak di beberapa desa di antaranya Desa Muara Wahau, Nehas Liah Bing, Jak Luay, Long Wehea, Dabaq, Diaq Lay, dan Bea Nehas. Untuk di Kecamatan Wahau, kondisi terkini sebagian wilayah sudah mulai surut.

Di Kecamatan Telen terdapat beberapa yang terdampak, di antaranya Desa Marah Haloq, Rantau Panjang, Long Melah, Long Eegar, Kernyanyan dan Long Noran yang hingga saat ini akses jalan masih menggunakan perahu.

"Untuk Kecamatan Batu ampar yang terdampak di Desa Batu Timbau dan Batu Timbau Ulu, sementara ini data menunggu pihak kecamatan," imbuhnya.



Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan