
Peran Perempuan dalam Pembangunan Kota Balikpapan
Di berbagai sudut kota Balikpapan, perempuan hadir sebagai kekuatan yang sering kali tidak terlihat tetapi terus bekerja untuk menjaga kehidupan. Dari kerasnya TPA Manggar, tenangnya pesisir yang kini hijau oleh mangrove, panasnya garis api saat kebakaran, hingga heningnya kelas bagi anak-anak berkebutuhan khususmereka berdiri di garda depan. Mereka memungut harapan dari barang tak bernilai, menanam masa depan di tanah pesisir, menantang bahaya di tengah kobaran api, dan mengajar dengan hati bagi yang sulit mendengar.
Inilah potret wanita-wanita tangguh yang menggerakkan ekonomi, merawat sosial, dan menjaga lingkungan, satu langkah kecil setiap hari untuk masa depan kota Balikpapan ini.
Memungut Harapan di TPA Manggar: Menghidupi Keluarga dari Barang Tak Bernilai
Di tengah hamparan gunungan sampah TPA Manggar, seorang wanita pemulung tetap melangkah tanpa ragu. Setiap kantong plastik yang ia pungut, setiap botol yang ia pisahkan, adalah harapan kecil yang ia perjuangkan demi menyambung hidup. Di balik pekerjaannya yang sunyi, tersimpan keteguhan seorang perempuan yang tak pernah menyerah pada keadaan.
Ia berjalan pelan di antara aroma menyengat dan panas yang memantul dari tumpukan sampah. Di tangan kasarnya, botol-botol bekas berubah menjadi rupiah. Di dadanya, tekad untuk bertahan selalu menyala. Dari TPA Manggar, ia menjemput hidupsetiap hari, tanpa keluh. Di balik rutinitas memilah sampah di TPA Manggar, seorang wanita pemulung berjuang memikul tanggung jawab keluarga. Meski bekerja di lingkungan terberat, ia tetap mengandalkan tekad dan kesabaran untuk menyambung hidup dari barang-barang yang sudah dianggap tak bernilai.
Ketika Mangrove Ditanam, Masa Depan Pesisir Ikut Tumbuh
Di antara tenangnya pesisir, seorang wanita tampak menanam bibit mangrovesebuah langkah kecil yang menyimpan harapan besar. Dulu, kawasan ini hanyalah hamparan tumpukan sampah. Namun berkat komitmen menjaga keberlanjutan lingkungan, upaya pembersihan dan penataan selama tiga tahun terakhir mengubahnya menjadi area konservasi sekaligus ruang belajar tentang ekosistem mangrove.
Kini, masyarakat semakin memahami pentingnya mangrove sebagai pelindung alami dari abrasi dan sebagai penjaga kualitas perairan. Melalui aksi nyata ini, manfaat ekologis kembali dipulihkan, sementara kontribusi berkelanjutan bagi lingkungan dan bangsa terus ditumbuhkan dari setiap bibit yang ditanam.
Perempuan di Garis Api
Desmita, petugas pemadam kebakaran BPBD Balikpapan Sektor Kota, berjibaku menembus kepulan asap tebal saat memadamkan api yang melalap dua ruko dan satu rumah di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Pasar Baru RT 32, Kelurahan Klandasan Ilir, Balikpapan Kota, Rabu (5/11/2025). Di tengah panas yang menyengat dan asap yang membungkus langit, Desmita tetap berdiri di garis depan, memastikan api dapat dikendalikan. Kebakaran ini menyebabkan kerugian yang ditaksir mencapai miliaran rupiah.
Mengajar dengan Isyarat, Menyentuh dengan Hati
Guru SLBN Balikpapan, Ade Putri Sarwendah, tengah mengajar murid TK Luar Biasa yang mengalami hambatan pendengaran. Dengan bahasa isyarat dan kesabaran tanpa batas, ia menjadi lentera pendidikan yang menerangi langkah kecil anak-anak menuju masa depan yang lebih terang.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar