
nurulamin
Franco Ramos Absen, PSIM Yogyakarta Harus Hadapi Persebaya Tanpa Pilar Utama
Franco Ramos tidak akan bisa tampil dalam pertandingan perdana putaran kedua Super League 2025/2026 antara PSIM Yogyakarta melawan Persebaya Surabaya. Bek asal Argentina ini dipastikan absen akibat hukuman kartu merah yang ia terima pada pertandingan sebelumnya melawan Madura United FC. Kehilangan sosok utama di lini belakang menjadi tantangan berat bagi Laskar Mataram.
Pertandingan antara PSIM Yogyakarta dan Persebaya Surabaya akan digelar di Stadion Sultan Agung Bantul pada Minggu (25/1/2026) pukul 15.30 WIB. Laga ini diprediksi akan berjalan sengit karena menjadi ujian awal bagi kedua tim di putaran kedua kompetisi. Dengan dukungan penuh dari para suporter, atmosfer panas dipastikan menyelimuti pertandingan ini.
PSIM Yogyakarta menghadapi laga ini dengan kondisi kurang ideal. Franco Ramos Mingo, yang selama ini menjadi tulang punggung lini pertahanan, harus absen setelah menerima kartu merah pada menit ke-73 saat menghadapi Madura United FC. Pertandingan di Pamekasan tersebut memang berjalan dengan tensi tinggi sejak awal, dan Franco harus meninggalkan lapangan lebih cepat setelah wasit memberikan kartu merah.
Kehilangan Franco jelas menjadi kerugian besar bagi PSIM. Sebagai bek tangguh dengan kepemimpinan kuat di lini belakang, ia menjadi salah satu pemain kunci dalam menjaga stabilitas pertahanan tim. Tanpa kehadirannya, lini pertahanan PSIM harus tampil lebih disiplin menghadapi agresivitas Green Force.
Pelatih Jean Paul van-Gastel telah menyiapkan opsi rotasi untuk mengisi celah yang ditinggalkan oleh Franco. Salah satu kandidat utama yang diprediksi akan menggantikan posisi Franco adalah Yusaku Yamadera. Pengalaman dan ketenangannya diharapkan mampu menjaga stabilitas pertahanan PSIM.
Sebelum absen, performa Franco Ramos sedang dalam grafik menanjak. Ia baru saja mencetak gol perdananya bersama PSIM Yogyakarta pada pekan ke-17 Super League 2025/2026. Gol itu lahir dari situasi bola mati yang berhasil ia manfaatkan dengan sempurna pada menit ke-63.
“Tendangan bebas bukan tugas utama saya, tetapi saya selalu berusaha membantu tim saat kita mendapat tendangan bebas atau sudut,” ujar Franco Ramos. Gol tersebut membantu PSIM meraih kemenangan telak 3-0 atas Madura United FC, sekaligus menjadi momen spesial baginya sebagai pencetak gol pertama di Indonesia.
Franco mendedikasikan gol tersebut untuk ibunya, yang merupakan sosok paling berharga dalam hidupnya. Namun, kebahagiaan itu hanya bertahan sepuluh menit. Franco harus menerima kartu merah dan meninggalkan lapangan lebih cepat. Ia mengakui bahwa situasi tersebut sangat sulit, namun ia tetap bersikap dewasa.
“Semua orang bisa membuat kesalahan, yang pada akhirnya kita semua manusia,” tambah Franco dengan bijak. Meski sempat merasa keputusan wasit kurang tepat, ia tetap mengakui dinamika pertandingan sering kali membawa situasi tak terduga.
Akibat kartu merah tersebut, Franco dipastikan harus menjalani sanksi larangan bermain pada laga melawan Persebaya Surabaya. Kesempatan melanjutkan tren positif pun harus tertunda sementara waktu. Bagi PSIM, absennya Franco menjadi tantangan tersendiri saat menghadapi tim sekelas Persebaya Surabaya. Kekuatan fisik dan duel udara yang biasanya menjadi keunggulan PSIM berpotensi berkurang.
Meskipun tidak bisa turun ke lapangan, Franco berjanji tetap memberi kontribusi bagi tim. Ia menegaskan komitmennya untuk mendukung rekan setim dari balik layar. “Saya akan merindukan bermain bersama tim di pertandingan berikutnya, tapi saya akan berusaha memberikan yang terbaik dalam latihan untuk membantu rekan-rekan tim saya tampil baik saat pertandingan tiba,” pungkas Franco.
PSIM Yogyakarta tetap menatap laga melawan Persebaya Surabaya dengan optimisme tinggi. Dukungan penuh suporter di Bantul diharapkan mampu menutupi absennya Franco dan menjaga momentum positif Laskar Mataram.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar