
nurulamin.pro, KOTABARU - Gagal mengendalikan hasrat birahi, seorang pemuda di Desa Batu Tunau, Kecamatan Pulaulaut Timur, Kabupaten Kotabaru, harus berurusan dengan polisi.
Adalah MR (20), pemuda yang awalnya datang ke rumah DP untuk menggadaikan atau menjual handphone, Senin (29/11/2025) pagi.
Namun saat tiba di kediaman DP, kesepakatan belum terwujud, karena DP menunggu suaminya yang masih bekerja, sehingga MR diminta kembali datang sore hari.
Sesuai dengan saran, MR pun kembali ke rumah DP di sore hari, namun suami DP juga masih belum pulang bekerja, sehingga kesepakatan kembali urung terwujud.
Dituturkan Kapolsek Pulaulaut Timur, AKP Moersani, usai pertemuan sekitar pukul 16.00 wita itu, ternyata MR tidak langsung pulang, dan mampir tetangga DP.
DP pun sore itu pergi ke kamar mandi yang berada agak jauh terpisah dari bangunan rumah dari untuk mandi.
"Saat DP hendak keluar kamar mandi, tiba-tiba MR muncul dan membuka tirai kamar mandi," ujar Moersani, Minggu (11/1/2026).
DP yang terkejut pun sontak berteriak minta tolong, namun MR juga sigap mendorong hingga DP terjatuh dan dibekap di mulut.
MR juga menodongkan parang ke leher DP agar tidak berteriak, hingga dituruti DP karena merasa terancam.
Di saat inilah pelaku MR memaksa korban melakukan hubungan badan, tapi DP menolak dan kebetulan sedang haid.
Namun nampaknya RB dengan birahi yang memuncak tidak mau rugi, hingga meminta korban untuk mengeluarkan sperma dengan tangan korban.
Usai permintaan terpenuhi, MR pun langsung pergi meninggalkan korban di kamar mandi.
Tiga hari kemudian, kejadian ini pun dilaporkan DP ke Polsek Pulau Laut Timur atas dugaan pencabulan.
Ditambahkan Moersani, setelah lidik dan proses tindaklanajut, MR akhirnya diamankan pada Kamis (8/1/2026).
"Pelaku ditangkap saat berada di pondoknya di desa setempat sejitar pukul 06.30 wita," sebut Moersani.
Alasan pelaku sendiri melakukan pencabulan dikarenakan tertarik dengan korban dan tidak dapat mengendalikan hawa nafsu ketika mengetahui korban sedang mandi. (nurulamin.pro/MuhammadTabri)
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar