Gaya hidup tidak sehat mengancam kesuburan, ini penjelasan dokter spesialis

Gaya hidup tidak sehat mengancam kesuburan, ini penjelasan dokter spesialis

Dampak Kebiasaan Harian terhadap Kesehatan Reproduksi

Kebiasaan harian yang tidak sehat dapat memiliki dampak jangka panjang terhadap tingkat energi tubuh dan kesehatan reproduksi. Umumnya, efek tersebut muncul secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga gangguan kesuburan mulai terlihat. Beberapa faktor seperti kurang tidur, asupan makanan yang tidak seimbang, stres berkepanjangan, serta konsumsi alkohol dan rokok dapat mengganggu keseimbangan hormon dan fungsi organ reproduksi.

Peran Tidur dalam Kesehatan Reproduksi

Tidur yang tidak cukup atau tidak teratur diketahui berdampak langsung pada hormon yang berperan dalam ovulasi dan produksi sperma. Menurut Dr. Snehal, spesialis kesuburan dan kesehatan perempuan, tidur kurang dari enam jam per hari berkaitan dengan peningkatan risiko ketidakteraturan menstruasi hingga 30 persen. Sementara itu, pria dengan kualitas tidur buruk cenderung mengalami penurunan konsentrasi sperma sebesar 25 hingga 35 persen. Pekerja shift malam dan individu yang sering terpapar cahaya layar gawai pada malam hari dinilai memiliki risiko lebih tinggi terhadap gangguan sistem reproduksi.

Pola Makan dan Stres yang Berpengaruh

Selain tidur, pola makan juga berperan penting dalam menjaga kesehatan reproduksi. Diet yang minim makanan segar dan tinggi makanan olahan dapat menurunkan kualitas sel telur dan sperma serta mengganggu keseimbangan hormon secara bertahap. Sebaliknya, konsumsi makanan bergizi seperti buah, sayuran, biji-bijian utuh, protein berkualitas, dan lemak sehat dinilai mampu meningkatkan peluang kesuburan hingga 10–15 persen.

Faktor stres juga memberi dampak signifikan. Perempuan dengan tingkat stres tinggi berisiko dua kali lipat mengalami gangguan siklus menstruasi. Pada pria, stres kronis dapat menurunkan kadar testosteron serta mengurangi jumlah sperma hingga 20–30 persen.

Aktivitas Fisik dan Kebiasaan Duduk Lama

Kurangnya aktivitas fisik dan kebiasaan duduk terlalu lama turut memengaruhi kesehatan reproduksi. Penurunan aliran darah ke area organ reproduksi dapat menyebabkan penumpukan lemak di perut dan menurunkan peluang kesuburan. Dr. Snehal merekomendasikan aktivitas fisik intensitas sedang selama minimal 150 menit per minggu, seperti berjalan cepat, bersepeda, atau yoga. Duduk lebih dari lima jam per hari juga dikaitkan dengan penurunan motilitas sperma.

Pengaruh Alkohol, Rokok, dan Kafein

Konsumsi alkohol, rokok, dan kafein secara berlebihan menjadi faktor utama lain yang berkontribusi terhadap infertilitas. Alkohol memengaruhi fungsi hati dalam mengatur hormon dan dapat menurunkan tingkat kesuburan hingga 18 persen. Merokok diketahui merusak sel telur dan sperma. Pria perokok rata-rata memiliki jumlah sperma 10–17 persen lebih rendah dengan tingkat kerusakan DNA sperma yang lebih tinggi. Pada perempuan, risiko infertilitas akibat merokok bahkan meningkat hingga dua kali lipat.

Sementara itu, konsumsi kafein lebih dari 300 miligram per hari setara dua hingga tiga cangkir kopi dapat menunda proses pembuahan. Meski demikian, Dr. Snehal menegaskan bahwa perubahan gaya hidup memberikan dampak nyata. Perbaikan kualitas sperma dan keteraturan siklus menstruasi umumnya mulai terlihat dalam waktu delapan hingga 12 minggu setelah kebiasaan tidak sehat dikurangi.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan