
BANGKALAN, nurulamin.pro- Pembebasan lahan untuk rencana pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, mulai dilakukan sejak tahun 2025 lalu hingga saat ini. Dana Rp 11 miliar dibutuhkan untuk melakukan pembebasan lahan tersebut.
Rencananya, SRT akan dibangun di Desa Katol, Kecamatan Geger. Pemilihan lokasi itu karena di sekitar wilayah tersebut terdapat banyak kantong-kantong masyarakat ekonomi rendah. Sehingga, keberadaan SRT nantinya bisa menopang kebutuhan pendidikan masyarakat.
Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan Bangkalan, Ali Yusri Purwanto mengatakan, sejak tahun 2025 lalu pihaknya telah melakukan pembebasan lahan sebanyak 38.081 meter persegi atau 3,8 hektar dari total kebutuhan lahan 7,6 hektar.
"Targetnya tahun lalu itu 50.000 meter persegi atau 5 hektar. Namun karena ada kendala jadi baru bisa dibebaskan sebanyak 3,8 hektar," ujarnya, Senin (12/1/2026).
"Dananya yang terealisasi sebanyak Rp 5.220.649.000 dan yang tidak terealisasi Rp 2.257.901.000 jadi tahun lalu masih ada Silpa," tambahnya.
Pembebasan lahan akan terus dilakukan tahun ini. Rencananya, pada awal tahun akan kembali dilakukan pembebasan lahan sesuai dengan sisa kebutuhan tersebut.
"Anggaran tahun ini Rp 3,5 miliar. Lalu untuk kekurangan anggaran, ada dari Silpa tahun lalu bisa dimanfaatkan untuk pembebasan lahan," ungkapnya.
Selain itu, ia mengatakan harga tanah di area tersebut cukup beragam. Yakni mulai Rp 99.000 hingga Rp 200.000 per meter menyesuaikan dengan letak tanah.
"Kami juga hitung jika ada tumbuhan produktif di atas lahan itu. Jadi sebisa mungkin masyarakat tidak dirugikan," jelasnya.
Ia menyebut, dana pembebasan lahan itu bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Earmark yang memang disediakan secara khusus oleh pemerintah pusat dengan peruntukan pembangunan fasilitas kesehatan, pendidikan, atau infrastruktur.
"Iya itu dari DAU Earmark. Kami targetnya bulan Maret nanti sudah bisa mulai pembangunan. Karena di tahun ajaran baru tentu semakin banyak siswanya," jelasnya.
Sementara itu, Kepala SRT Bangkalan, Lailatul Munawaroh mengatakan, saat ini siswa SRT semakin bertambah, yakni mencapai 72 siswa.
"Sebelumnya itu, 73 lalu ada yang keluar 5 siswa. Setelah itu akhir tahun kemarin ada tambahan 4 siswa jadi saat ini total 72 siswa," pungkasnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar