
Tanda-Tanda Kekurangan Zat Besi yang Sering Diabaikan
Kekurangan zat besi sering kali dianggap sebagai kondisi biasa, meskipun tanda-tandanya bisa terlihat jelas pada tubuh. Ahli gizi olahraga Emilia Achmadi menyoroti bahwa gejala anemia defisiensi besi sering disalahpahami sebagai malas atau kelelahan biasa. Namun, ada beberapa tanda yang bisa dikenali dan perlu diperhatikan.
Kulit Pucat
Salah satu tanda paling mudah terlihat adalah kulit yang tampak pucat. Emilia menjelaskan bahwa warna kulit seseorang tidak memengaruhi apakah mereka tampak pucat atau tidak. Hal ini bisa terjadi pada siapa saja, tanpa memandang ras atau warna kulit.
Kulit Kering dan Bibir Pecah-Pecah
Selain kulit pucat, kekurangan zat besi juga bisa ditunjukkan dengan kulit yang sangat kering dan bibir pecah-pecah. Kondisi ini muncul karena tubuh mengalami kekurangan oksigen akibat rendahnya kadar hemoglobin. Dengan demikian, tubuh tidak mendapatkan pasokan oksigen yang cukup untuk menjaga kelembapan kulit dan kesehatan bibir.
Cepat Lelah dan Kehabisan Energi
Gejala lain yang sering dirasakan adalah cepat lelah dan kehabisan energi. Emilia menyatakan bahwa tanda ini paling mudah dikenali pada anak-anak. Anak yang biasanya aktif bisa menjadi lebih pendiam dan hanya duduk sepanjang waktu. Hal ini bisa menjadi indikasi kekurangan zat besi.
Anak dengan kekurangan zat besi juga cenderung mudah mengantuk di kelas. Sayangnya, kondisi ini sering dianggap sebagai ketidakhadiran fokus atau malas belajar. Padahal, masalah utamanya berada pada nutrisi.
Suplemen Tak Selalu Efektif
Emilia menegaskan bahwa suplemen zat besi tidak selalu memberikan hasil yang maksimal. Proses penyerapan zat besi bergantung pada kualitas suplemen dan kondisi tubuh masing-masing individu. Jika suplemen yang digunakan berkualitas buruk, maka tubuh tidak akan menyerap zat besi secara optimal.
Pentingnya Makanan Alami dan Perencanaan Makan
Untuk mencegah kekurangan zat besi, Emilia menyarankan keluarga untuk membiasakan konsumsi makanan alami (real food) serta merencanakan pola makan, terutama saat liburan. Hal ini penting agar anak tetap mendapat asupan nutrisi yang cukup meski orang tua sibuk.
Sumber Zat Besi Terbaik
Emilia menyebutkan beberapa makanan yang kaya akan zat besi:
- Sumber zat besi tinggi:
- Daging merah
- Hati (liver)
- Kerang
-
Kuning telur
-
Sumber zat besi sedang:
- Ayam
- Bayam
- Biji labu
Semakin merah warna bahan makanan, semakin tinggi kandungan zat besinya. Dengan memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi, kita bisa membantu mencegah kekurangan zat besi dan menjaga kesehatan secara keseluruhan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar