Gempa 2,8 M di Garut Guncang Tengah Malam, BMKG: Pusat di Laut

Gempa 2,8 M di Garut Guncang Tengah Malam, BMKG: Pusat di Laut

Gempa Terkini di Wilayah Priangan, Jawa Barat

Beberapa gempa bumi terjadi di wilayah Priangan, Jawa Barat, dalam beberapa hari terakhir. Peristiwa ini menunjukkan bahwa daerah tersebut masih rentan terhadap aktivitas seismik. Berikut adalah informasi terkini mengenai gempa yang terjadi di Garut, Purwakarta, dan Pangandaran.

Gempa di Garut

Pada Rabu (3/12/2025) lewat tengah malam, gempa bumi dengan kekuatan Magnitudo 2,8 mengguncang Garut. BMKG Wilayah II melaporkan bahwa gempa terjadi pada pukul 00.09 WIB. Pusat gempa berada di laut, sekitar 101 km Barat Daya Kabupaten Garut, Jawa Barat. Kedalaman gempa mencapai 19 km. Informasi ini dikonfirmasi oleh akun X @bmkgwilayah2, yang menyampaikan detail lokasi dan waktu gempa.

Gempa di Purwakarta

Sebelumnya, pada Selasa (2/12/2025) sore, gempa bumi dengan kekuatan Magnitudo 2,3 terjadi di Purwakarta. Gempa ini berpusat di darat, sekitar 14 km Barat Laut Kabupaten Purwakarta. Kedalaman gempa hanya 9 km. Getaran gempa dirasakan di Purwakarta dengan skala II-III MMI. Hal ini menunjukkan bahwa gempa tidak terlalu kuat, namun tetap perlu diwaspadai.

Gempa di Pangandaran

Pada pagi hari tanggal yang sama, yaitu Selasa (2/12/2025), gempa bumi juga terjadi di Pangandaran. Gempa ini memiliki kekuatan Magnitudo 3,0. Pusat gempa berada di laut, sekitar 196 km Selatan Kabupaten Pangandaran. Kedalaman gempa mencapai 55 km. Meskipun gempa terjadi di laut, dampaknya bisa terasa hingga wilayah daratan.

Skala Gempa dan Pengaruhnya

BMKG menggunakan skala MMI (Modified Mercalli Intensity) untuk mengukur intensitas gempa. Berikut penjelasan singkat tentang skala tersebut:

  • I MMI
    Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.

  • II MMI
    Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang.

  • III MMI
    Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah. Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.

  • IV MMI
    Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.

  • V MMI
    Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

  • VI MMI
    Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang. Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan.

  • VII MMI
    Semua orang di rumah keluar. Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah. Dan getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan.

  • VIII MMI
    Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat. Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.

  • IX MMI
    Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan. Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus.

  • X MMI
    Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

  • XI MMI
    Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung.

  • XII MMI
    Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.

Tindakan Saat Gempa Terjadi

Berikut langkah-langkah yang harus dilakukan saat gempa terjadi:

  1. Tetap tenang
    Saat gempa terjadi, berusahalah untuk tidak panik dan tetap tenang! Tarik napas dalam-dalamnya, lalu lihatlah keadaan sekitar dan pilihlah spot yang aman untuk berlindung.

  2. Di dalam rumah
    Jika pada saat gempa sedang berada di dalam penginapan, berusahalah menyelamatkan diri dan orang yang ada di sekitarmu. Meja adalah tempat terbaik untuk berlindung dari benda-benda yang berjatuhan akibat gempa. Setelah itu, lindungi kepala dengan benda empuk. Misalnya bantal, helm, papan, atau yang paling praktis kamu bisa menggunakan kedua tangan dengan posisi tertelungkup.

  3. Di luar ruangan
    Jika pada saat gempa terjadi kamu sedang berada di luar ruangan tindakan pertama yang harus dilakukan adalah bergerak menjauhi gedung dan tiang lantas menuju daerah terbuka. Tetap tenang dengan menarik napas dalam-dalam dan jangan lakukan apapun. Sebab, biasanya setelah gempa pertama akan terjadi gempa susulan.

  4. Di kerumunan
    Gempa bisa terjadi kapan saja. JIka saat itu kamu sedang berada di kerumunan, biasanya akan terjadi kepanikan. Untuk mengindari hal tersebut. kamu bisa perhatikan arahan petugas penyelamat dan usahakan langsung menuju ke tangga darurat untuk menuju ke daerah terbuka.

  5. Di gunung atau dataran tinggi
    Jika gempa terjadi saat kamu sendang berada di gunung, bergeraklah menuju daerah lapang untuk berlindung. Hidari daerah dekat lereng karena dipastikan akan menimbulkan longsor dan mengancam keselamatan jiwa.

  6. Di laut
    Gempa di bawah laut bisa menimbulkan gelombang tsunami. Jika gempa itu terjadi, bergeraklah ke dataran yang lebih tinggi.

  7. Di dalam kendaraan
    Bagi yang sedang melakukan perjalanan saat terjadi gempa, berpeganglah erat agar tak terjatuh. Berhentilah di tempat yang lapang dan berhentilah di sana.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan