Gempa bikin panik dan merusak belasan bangunan di Talaud

SEKITAR 12 kepala keluarga terdampak guncangan gempa M6,4 di Talaud, Sulawesi Utara, pada Sabtu malam lalu, 10 Januari 2026. Kerugian materil akibat gempa itu menimpa 12 unit rumah dan 2 fasilitas kesehatan yang hingga Minggu malam masih dalam proses verifikasi oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Juru bicara BNPB, Abdul Muhari, mengungkap guncangan gempa dirasakan kuat selama 20-30 detik terutama di Kecamatan Kabaruan, Damau, Melonguane, dan Salibabu. "Sempat menimbulkan kepanikan masyarakat yang berhamburan ke luar rumah," katanya dalam siaran pers BNPB pada Minggu malam, 11 Januari 2026.

Guncangan terkuat dirasakan pada skala intensitas IV-V MMI. Jika gempa itu terjadi siang, getarannya dirasakan oleh hampir semua penduduk dan orang banyak terbangun. Selain itu, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang, dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

Muhari menyebutkan, listrik yang sempat padam dampak guncangan gempa itu kini telah kembali normal. Aktivitas masyarakat mulai berjalan kembali meskipun, menurutnya, sebagian warga masih mengalami trauma. "Tapi tidak terdapat korban jiwa maupun luka serius," kata Muhari lagi.

Sebelumnya, BMKG memperbarui keterangan kekuatan gempa itu dari sebelumnya M7,1. Pusat gempa bumi ini berada di laut pada jarak 40 kilometer arah tenggara Melonguane, Sulawesi Utara. Kedalamannya, 31 kilometer. Pemicunya adalah aktivitas deformasi batuan dalam Lempeng Maluku. BMKG juga memastikan tak ada potensi tsunami.

Adapun info gempa terkini BMKG menyatakan guncangan dirasakan di Kolaka dan Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, lepas tengah malam tadi. Sumbernya adalah gempa M3,6 yang berada di darat. Intensitas dampak gempa ini berada pada skala III-IV MMI atau, jika gempa terjadi siang, bisa dirasakan nyata di dalam rumah seakan ada truk melintas dan bisa membuat pintu-jendela berderik.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan