
Gempa Bumi Magnitudo 5,9 Mengguncang Wilayah Sumatra
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,9 mengguncang wilayah perairan Sumatra pada hari Sabtu (27/12/2025) pukul 07.22 WIB. Gempa ini terjadi di koordinat 5,58 LS dan 102,27 BT, dengan kedalaman 19 kilometer. Pusat gempa berada sejauh 26 kilometer tenggara Enggano, Bengkulu.
Meski gempa terjadi di laut, getarannya ternyata dirasakan oleh masyarakat di beberapa wilayah. Berdasarkan peta Info Gempa Dirasakan BMKG, gempa tercatat dirasakan di tiga daerah, yaitu:
- Enggano dengan skala MMI III
- Kaur dengan skala MMI I–II
- Kota Bengkulu dengan skala MMI I–II
BMKG menyatakan bahwa gempa ini tidak memiliki potensi tsunami, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ancaman gelombang tinggi.
Apa Arti Skala MMI I–III?
Skala MMI (Modified Mercalli Intensity) digunakan untuk mengukur tingkat getaran yang dirasakan manusia serta dampaknya terhadap permukaan bumi. Skala ini berbeda dengan magnitudo yang menunjukkan kekuatan gempa di sumbernya.
- MMI I–II menunjukkan bahwa gempa hanya dirasakan oleh sebagian orang, terutama yang sedang diam atau berada di dalam bangunan. Tidak ada kerusakan yang terjadi.
- MMI III menggambarkan getaran yang jelas terasa di dalam rumah, seperti adanya kendaraan berat melintas. Namun, tidak menyebabkan kerusakan pada bangunan.
Dengan demikian, meskipun magnitudonya termasuk menengah, dampak gempa ini masih dalam kategori ringan hingga sedang bagi masyarakat yang merasakan.
Mengapa Getaran Bisa Terasa Luas?
BMKG menjelaskan bahwa gempa dengan kedalaman dangkal (19 km) cenderung lebih mudah dirasakan di permukaan. Selain itu, karakter tanah dan jarak wilayah dari episentrum juga memengaruhi seberapa kuat getaran yang dirasakan.
Wilayah Bengkulu dan sekitarnya berada di jalur subduksi Lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Hal ini membuat aktivitas gempa menjadi fenomena yang cukup sering terjadi di kawasan tersebut.
Imbauan BMKG
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- Jangan panik berlebihan
- Hindari bangunan yang retak atau rusak
- Ikuti informasi resmi hanya dari kanal BMKG
BMKG menegaskan bahwa informasi gempa bersifat dinamis dan dapat diperbarui seiring masuknya data tambahan.
Tetap Tenang dan Pantau Informasi Resmi
Masyarakat di wilayah yang merasakan gempa diimbau untuk tetap beraktivitas secara normal, namun meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana. Perkembangan terbaru hanya bisa dipantau melalui BMKG, dan hindari menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar