
Informasi Terkini Gempa Bumi di Tenggara Enggano
Pada hari Sabtu, 27 Desember 2025, sekitar pukul 07.22 WIB, terjadi gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 5,9. Lokasi gempa berada di koordinat 5,58 LS – 102,27 BT, tepatnya 26 km tenggara Pulau Enggano. Pusat gempa terletak pada kedalaman 19 km, menurut laporan resmi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
BMKG menjelaskan bahwa gempa yang terjadi tidak memiliki potensi tsunami. Informasi lebih lanjut dapat dilihat melalui akun X @infoBMKG. Berikut adalah rincian informasi mengenai gempa bumi tersebut.
Lokasi dan Waktu Gempa
- Waktu: Sekitar pukul 07:22:32 WIB pagi ini.
- Koordinat: 5.58 LS, 102.27 BT.
- Jarak dari Pulau Enggano: 26 km ke arah tenggara.
- Kedalaman: 19 km.
Pulau Enggano merupakan salah satu pulau terluar Indonesia yang terletak di Samudra Hindia. Pulau ini termasuk dalam wilayah Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu. Jarak dari Pulau Enggano ke Kota Bengkulu, ibu kota provinsi, sekitar 156 km melalui jalur laut.
Peran BMKG dalam Pengamatan Cuaca dan Gempa Bumi
BMKG adalah lembaga pemerintah non-kementerian yang bertugas untuk memantau dan menganalisis cuaca (meteorologi), iklim (klimatologi), serta geofisika seperti gempa bumi dan tsunami. Lembaga ini juga memberikan informasi resmi tentang peristiwa alam yang terjadi di Indonesia.
Skala MMI dan Dampak Gempa
BMKG juga merilis informasi mengenai skala intensitas gempa bumi menggunakan skala Modified Mercalli Intensity (MMI). Berikut penjelasan mengenai tingkat intensitas gempa:
-
I MMI
Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang. -
II MMI
Getaran atau guncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang. -
III MMI
Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah. Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan. -
IV MMI
Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi. -
V MMI
Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti. -
VI MMI
Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang. Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan. -
VII MMI
Semua orang di rumah keluar. Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah. -
VIII MMI
Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat. Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh. -
IX MMI
Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan. Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipa-pipa dalam rumah putus. -
X MMI
Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam. -
XI MMI
Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung. -
XII MMI
Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.
Informasi Tambahan
BMKG juga memberikan informasi singkat melalui akun X @infoBMKG dengan pesan:
#Gempa Mag:5.9, 27-Des-25 07:22:32 WIB, Lok:5.58 LS,102.27 BT (26 km Tenggara ENGGANO-BENGKULU), Kedlmn:19 Km, tdk berpotensi tsunami #BMKG
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar