Gempa M2,3 Guncang Purwakarta, Ini Informasi BMKG

Gempa M2,3 Guncang Purwakarta, Ini Informasi BMKG

Gempa Bumi Magnitudo 2,3 Mengguncang Purwakarta

Pada hari Selasa (2/12/2025), Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 2,3. Gempa terjadi pada pukul 16.33.37 WIB dengan titik pusat di koordinat 6.49 LS-107.34 BT. Pusat gempa berada sejauh 13 km barat laut Kabupaten Purwakarta dan memiliki kedalaman 9 km.

Gempa yang terjadi ini tidak menimbulkan kerusakan signifikan, namun masyarakat tetap perlu waspada dan memahami langkah-langkah keselamatan saat menghadapi gempa. BMKG memberikan panduan penting untuk menjaga keselamatan diri dan orang lain saat terjadi gempa.

Langkah-Langkah yang Harus Dilakukan Saat Terjadi Gempa

Berikut beberapa langkah penting yang perlu diperhatikan saat gempa terjadi:

  1. Tetap Tenang
    Saat gempa terjadi, jangan panik dan usahakan tetap tenang. Tarik napas dalam-dalam, lalu lihat keadaan sekitar dan carilah tempat aman untuk berlindung.

  2. Di Dalam Rumah
    Jika sedang berada di dalam rumah atau penginapan, segera berlindung di bawah meja. Tempat ini merupakan tempat terbaik untuk melindungi diri dari benda-benda yang jatuh akibat gempa. Lindungi kepala dengan benda empuk seperti bantal, helm, atau tangan yang posisinya tertelungkup.

  3. Di Luar Ruangan
    Jika sedang berada di luar ruangan, segera bergerak menjauhi bangunan dan tiang listrik. Cari daerah terbuka dan tetap tenang. Jangan melakukan apapun karena bisa saja terjadi gempa susulan setelah gempa pertama.

  4. Di Kerumunan
    Jika sedang berada di kerumunan, hindari kepanikan dengan mengikuti arahan petugas penyelamat. Segera menuju tangga darurat dan keluar ke area terbuka.

  5. Di Gunung atau Dataran Tinggi
    Jika sedang berada di gunung atau dataran tinggi, segera bergerak ke daerah lapang untuk berlindung. Hindari daerah dekat lereng karena ada risiko longsor.

  6. Di Laut
    Gempa bawah laut dapat menyebabkan tsunami. Jika terjadi gempa di laut, segera bergerak ke dataran yang lebih tinggi.

  7. Di Dalam Kendaraan
    Jika sedang berkendara saat gempa terjadi, peganglah kendaraan secara erat agar tidak terjatuh. Berhenti di tempat yang lapang dan jauh dari bangunan atau pohon.

Skala MMI: Cara Mengukur Getaran Gempa

Getaran gempa diukur menggunakan skala MMI (Modified Mercalli Intensity). Berikut penjelasannya:

  • I MMI
    Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang.

  • II MMI
    Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang.

  • III MMI
    Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah. Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.

  • IV MMI
    Pada siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.

  • V MMI
    Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

  • VI MMI
    Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang. Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan.

  • VII MMI
    Semua orang di rumah keluar. Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah. Dan getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan.

  • VIII MMI
    Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat. Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.

  • IX MMI
    Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan. Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus.

  • X MMI
    Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

  • XI MMI
    Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung.

  • XII MMI
    Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan