
Gempa Bumi Magnitudo 3,3 Mengguncang Daruba, Maluku Utara
Pada hari Sabtu (3/1/2026), gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,3 mengguncang wilayah Daruba, Maluku Utara. BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) melaporkan bahwa gempa terjadi pada pukul 11.05.54 WIB. Pusat gempa berada di koordinat 2.94 LU-128.93 BT, dengan jarak sekitar 121 km timur laut Daruba, Maluku Utara. Kedalaman gempa mencapai 16 km.
BMKG menyampaikan informasi tentang gempa ini melalui akun Twitter @infobmkg, yang menunjukkan bahwa data yang diberikan bersifat sementara dan bisa berubah seiring dengan kelengkapan pengolahan data. Informasi ini juga dilengkapi dengan tagar #Gempa Mag:3.3, #BMKG, serta peringatan bahwa kecepatan penyampaian informasi menjadi prioritas utama.
Langkah-Langkah yang Harus Dilakukan Saat Terjadi Gempa
Menghadapi gempa bumi, penting untuk tetap tenang dan mengambil tindakan yang tepat agar dapat melindungi diri dan orang-orang di sekitar. Berikut adalah langkah-langkah yang perlu dilakukan:
-
Tetap tenang Saat gempa terjadi, usahakan untuk tidak panik dan tetap tenang. Tarik napas dalam-dalam dan lihatlah situasi sekitar. Pilih tempat yang aman untuk berlindung.
-
Di dalam rumah Jika sedang berada di dalam bangunan, carilah tempat yang aman seperti di bawah meja. Lindungi kepala dengan benda empuk seperti bantal atau helm. Jika tidak ada benda empuk, gunakan tangan dengan posisi tertelungkup untuk melindungi kepala.
-
Di luar ruangan Jika sedang berada di luar ruangan, segera menjauhi gedung dan tiang. Pergilah ke area terbuka dan tetap tenang. Hindari melakukan aktivitas apapun karena kemungkinan besar akan terjadi gempa susulan.
-
Di kerumunan Jika sedang berada di tempat ramai, hindari kepanikan dengan mengikuti arahan petugas penyelamat. Segera menuju tangga darurat dan pergi ke daerah terbuka.
-
Di gunung atau dataran tinggi Jika sedang berada di ketinggian, segera bergerak ke area lapang dan hindari daerah dekat lereng. Ada risiko longsoran yang bisa membahayakan keselamatan jiwa.
-
Di laut Gempa bawah laut dapat memicu gelombang tsunami. Jika gempa terjadi, segera berpindah ke dataran yang lebih tinggi untuk menghindari bahaya tsunami.
-
Di dalam kendaraan Saat berkendara, pegang erat kemudi dan segera berhenti di tempat yang aman dan lapang. Jangan melakukan apa pun hingga gempa berakhir.
Skala MMI dan Tingkat Getaran Gempa
BMKG menggunakan skala MMI (Modified Mercalli Intensity) untuk mengukur tingkat getaran gempa. Berikut penjelasan tingkat MMI:
-
I MMI
Getaran tidak terasa kecuali dalam kondisi luar biasa oleh beberapa orang. -
II MMI
Beberapa orang merasakan getaran. Benda-benda ringan seperti lampu gantung bergoyang. -
III MMI
Getaran terasa nyata dalam rumah. Terasa seperti mobil berjalan di dalam rumah. -
IV MMI
Getaran terasa oleh banyak orang di dalam dan luar rumah. Gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang, dan dinding berbunyi. -
V MMI
Hampir semua orang merasakan getaran. Orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, dan benda besar bergoyang. -
VI MMI
Semua orang merasakan getaran. Banyak orang terkejut dan lari keluar. Plester dinding jatuh dan cerobong asap rusak. -
VII MMI
Semua orang di rumah keluar. Bangunan dengan konstruksi baik mengalami kerusakan ringan, sedangkan yang kurang baik mengalami retakan atau bahkan hancur. -
VIII MMI
Kerusakan ringan pada bangunan kuat, sedangkan yang kurang baik mengalami retakan. Cerobong asap pabrik dan monumen roboh. -
IX MMI
Bangunan kuat mengalami kerusakan, rangka rumah tidak lurus, dan pipa dalam rumah putus. -
X MMI
Bangunan kayu kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondasi, tanah terbelah, dan rel melengkung. -
XI MMI
Hanya sedikit bangunan yang masih berdiri. Jembatan rusak dan terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat digunakan. -
XII MMI
Hancur total, gelombang tampak di permukaan tanah, pemandangan berubah, dan benda-benda terlempar ke udara.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar