Gempa M3,9 Guncang Garut, Pusat di Laut Menurut BMKG

Gempa M3,9 Guncang Garut, Pusat di Laut Menurut BMKG

Gempa Bumi di Wilayah Priangan Jawa Barat: Update Terbaru

Pada hari Selasa, 16 Desember 2025 malam, wilayah Garut di Jawa Barat diguncang oleh gempa bumi dengan kekuatan Magnitudo 3,9. Pusat gempa terletak di laut, sekitar 113 kilometer Barat Daya Kabupaten Tasikmalaya. Titik pusat gempa berada pada kedalaman 25 kilometer. Informasi ini diperoleh dari BMKG Wilayah II yang mengunggah data tersebut melalui akun X @bmkgwilayah2.

Gempa bumi ini terjadi pukul 21.33 WIB. Data lokasi gempa menunjukkan bahwa titik koordinatnya adalah 8,07 LS dan 107,35 BT. BMKG juga mencatat bahwa gempa ini tidak menyebabkan kerusakan signifikan, tetapi masyarakat tetap diminta untuk tetap waspada.

Sebelumnya, pada hari Senin, 15 Desember 2025, beberapa gempa bumi juga terjadi di wilayah Priangan Jawa Barat. Pada malam hari, gempa bumi dengan kekuatan Magnitudo 2,6 mengguncang Tasikmalaya. Pusat gempa berada di laut, sekitar 77 kilometer Barat Daya Kabupaten Tasikmalaya, dengan kedalaman 49 kilometer. Gempa ini terjadi pukul 21.02 WIB.

Tidak hanya Tasikmalaya, Pangandaran juga sempat diguncang oleh gempa bumi. Pada malam hari, gempa dengan magnitudo 2,7 terjadi pukul 19.08 WIB. Pusat gempa berada di laut, sekitar 80 kilometer Barat Daya Kabupaten Pangandaran. Meskipun lokasi pusat gempa tercatat sebagai daerah laut, peta dari BMKG menunjukkan bahwa titik gempa tampak berada di Selatan Kabupaten Tasikmalaya. Kedalaman gempa adalah 13 kilometer.

Selain itu, pada sore hari tanggal yang sama, yaitu 15 Desember 2025, gempa bumi dengan magnitudo 3,3 juga terjadi di Pangandaran. Pusat gempa berada di laut, sekitar 65 kilometer Barat Daya Kabupaten Pangandaran, dengan kedalaman 27 kilometer. Peta BMKG kembali menunjukkan bahwa titik gempa tampak berada di Selatan Kabupaten Tasikmalaya.

Skala MMI dan Peringatan Saat Gempa

Berdasarkan skala MMI (Modified Mercalli Intensity) yang dikutip dari laman BMKG, berikut penjelasan tingkat intensitas gempa:

  • I MMI: Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.
  • II MMI: Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan seperti lampu gantung bergoyang.
  • III MMI: Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah. Terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.
  • IV MMI: Dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik.
  • V MMI: Dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting.
  • VI MMI: Dirasakan oleh semua orang. Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh.
  • VII MMI: Semua orang di rumah keluar. Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi baik.
  • VIII MMI: Kerusakan ringan pada bangunan kuat, dinding terlepas dari rangka rumah.
  • IX MMI: Bangunan kuat rusak, rangka rumah menjadi tidak lurus.
  • X MMI: Bangunan kayu kuat rusak, tanah terbelah rel melengkung.
  • XI MMI: Bangunan sedikit yang masih berdiri. Jembatan rusak.
  • XII MMI: Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah.

Tindakan Saat Gempa Terjadi

Agar keselamatan diri tetap terjaga saat gempa terjadi, berikut tindakan yang perlu dilakukan:

  1. Tetap tenang
    Saat gempa terjadi, berusahalah untuk tidak panik dan tetap tenang. Tarik napas dalam-dalam, lalu lihatlah keadaan sekitar dan pilihlah spot yang aman untuk berlindung.

  2. Di dalam rumah
    Jika sedang berada di dalam penginapan, carilah meja sebagai tempat terbaik untuk berlindung dari benda-benda yang berjatuhan akibat gempa. Lindungi kepala dengan benda empuk seperti bantal, helm, atau gunakan tangan dengan posisi tertelungkup.

  3. Di luar ruangan
    Jika sedang berada di luar ruangan, segera menjauhi gedung dan tiang lantas menuju daerah terbuka. Tetap tenang dan hindari melakukan apapun karena bisa terjadi gempa susulan.

  4. Di kerumunan
    Jika sedang berada di kerumunan, perhatikan arahan petugas penyelamat dan segera menuju tangga darurat untuk mencari daerah terbuka.

  5. Di gunung atau dataran tinggi
    Jika sedang berada di gunung, segera bergerak ke daerah lapang untuk berlindung. Hindari daerah dekat lereng karena risiko longsor sangat tinggi.

  6. Di laut
    Gempa di bawah laut bisa menyebabkan tsunami. Jika gempa terjadi, segera bergerak ke dataran yang lebih tinggi.

  7. Di dalam kendaraan
    Saat sedang berkendara, pegang erat agar tidak terjatuh. Berhentilah di tempat yang lapang dan tetap di sana sampai gempa berakhir.



Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan