
Gempa kembali mengguncang wilayah Bener Meriah dan Aceh Tengah di Aceh. Peristiwa ini terjadi setelah sejumlah gempa yang terjadi pada akhir tahun 2025 lalu. Gempa terbaru tersebut tercatat oleh BMKG pada pagi hari Minggu, 4 Januari 2026, pukul 03.54 WIB.
Berdasarkan informasi awal dari BMKG, gempa kali ini memiliki kekuatan Magnitudo 2,8. Meskipun kekuatannya tidak terlalu besar, getarannya dapat dirasakan dengan skala III hingga IV MMI. Pada skala III MMI, getaran gempa terasa nyata di dalam rumah, seperti truk yang sedang melintas. Sementara itu, pada skala IV MMI, gempa bisa menyebabkan pintu dan jendela berderik.
Seperti serangkaian gempa sebelumnya yang terjadi pada tanggal 29 hingga 31 Desember 2025, gempa terkini juga berpusat di darat dengan kedalaman yang dangkal, yaitu kurang dari 10 kilometer. Gempa dinihari ini tepatnya berada 6 kilometer sebelah barat pusat Kabupaten Bener Meriah, dengan kedalaman 6 kilometer.
Pada akhir tahun lalu, rangkaian gempa darat dan dangkal tersebut memengaruhi aktivitas magma Gunung Burni Telong di Bener Meriah. Badan Geologi sempat menaikkan status gunung api tersebut dari Waspada menjadi Siaga pada Selasa malam, 30 Desember 2025. Namun, status tersebut kemudian diturunkan kembali menjadi Waspada pada Sabtu siang, 3 Januari 2026.
Menurut data BMKG, gempa terkini di Bener Meriah terjadi sekitar 54 menit setelah gempa darat lainnya di Sumatera, yaitu di Ogan Komering Ilir, Riau. BMKG mencatat magnitudo gempa di daerah tersebut sebesar 4,4. Guncangan terkuat dari gempa ini hanya terasa pada skala II hingga III MMI.
Informasi Lengkap Mengenai Gempa Terkini
-
Waktu dan Lokasi:
Gempa terjadi pada pukul 03.54 WIB, Minggu, 4 Januari 2026. Lokasi gempa berada di 6 kilometer sebelah barat pusat Kabupaten Bener Meriah. -
Magnitudo dan Skala MMI:
Gempa memiliki magnitudo 2,8. Getarannya terasa pada skala III hingga IV MMI. Pada skala III, getaran terasa nyata di dalam rumah. Sedangkan pada skala IV, gempa bisa membuat pintu dan jendela berderik. -
Kedalaman dan Pusat Gempa:
Gempa berpusat di darat dengan kedalaman hanya 6 kilometer. Hal ini menunjukkan bahwa gempa tergolong dangkal. -
Hubungan dengan Gempa Sebelumnya:
Gempa terkini terjadi beberapa waktu setelah rangkaian gempa yang terjadi pada akhir tahun 2025. Seperti gempa sebelumnya, gempa ini juga berpusat di darat dan memiliki kedalaman yang dangkal. -
Dampak pada Aktivitas Magma:
Pada akhir tahun lalu, gempa-gempa yang terjadi memengaruhi aktivitas magma Gunung Burni Telong. Status gunung api tersebut pernah dinaikkan menjadi Siaga, namun kemudian diturunkan kembali.
Perbandingan dengan Gempa di Ogan Komering Ilir
BMKG juga mencatat adanya gempa darat di Ogan Komering Ilir, Riau, yang terjadi sekitar 54 menit sebelum gempa di Bener Meriah. Magnitudo gempa di daerah tersebut adalah 4,4. Meskipun lebih kuat, dampaknya hanya terasa pada skala II hingga III MMI.
Kesimpulan
Gempa terkini di Bener Meriah dan Aceh Tengah menunjukkan bahwa wilayah tersebut masih rentan terhadap aktivitas seismik. Meskipun magnitudo gempa tidak terlalu besar, getarannya tetap terasa dan bisa memengaruhi kondisi lingkungan sekitar. Masyarakat di sekitar daerah tersebut disarankan untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari instansi terkait.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar