Genangan Air Parah di Jalan S. Parman, Banjarmasin
Jalan S. Parman di Banjarmasin kembali menjadi sorotan akibat genangan air yang menggenangi sebagian besar badan jalan. Kejadian ini terjadi pada Sabtu (3/1/2026) sekitar pukul 22.20 Wita, dengan air yang nyaris menutupi seluruh jalur dari arah lampu merah Belitung hingga lampu merah S. Parman. Kondisi ini menyebabkan arus lalu lintas terganggu parah dan membuat kemacetan memburuk.
Kemacetan panjang terjadi karena jumlah kendaraan yang melintas cukup padat, terutama pada malam minggu. Antrean kendaraan bergerak perlahan di tengah genangan air, menciptakan suasana yang sangat tidak nyaman bagi pengguna jalan. Banyak pengendara harus ekstra waspada agar tidak terjebak dalam genangan tersebut.
Menurut informasi dari warga setempat, genangan air mulai muncul sejak pukul 20.00 Wita dan diperkirakan akan bertahan hingga pagi hari. Genangan bahkan meluas hingga ke halaman parkir Kimia Farma di kawasan S. Parman, yang sebelumnya belum terendam oleh air.
“Mulai jam 8 tadi naik sudah, Pak. Ini pertama kali air masuk ke parkiran,” ujar Juli, petugas parkir Kimia Farma, saat ditemui di lokasi.
Hujan yang turun sesekali menambah kepadatan lalu lintas. Beberapa pengendara sepeda motor mencoba untuk menepi guna menghindari kemacetan, namun aksi mereka justru memperparah situasi. Tak sedikit pula pengendara yang terpaksa mendorong motornya akibat mogok di tengah genangan air.
Suasana malam minggu di Jalan S. Parman benar-benar terasa padat dan membingungkan. Percikan air dari roda kendaraan bersahut-sahutan, berpadu dengan asap mesin yang panas, menciptakan pemandangan khas kemacetan di tengah genangan.
“Macet banar malam minggu tambah banjir,” kata Juli.
Penyebab dan Dampak Genangan Air
Genangan air yang terjadi di Jalan S. Parman bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, curah hujan yang tinggi dapat menyebabkan drainase tidak mampu menampung air secara efisien. Kedua, kondisi saluran air yang tidak optimal juga berkontribusi terhadap genangan. Selain itu, aktivitas pembangunan atau perbaikan infrastruktur di sekitar area ini juga bisa memengaruhi aliran air.
Dampak dari genangan air ini sangat signifikan. Tidak hanya mengganggu arus lalu lintas, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan. Pengendara mobil maupun sepeda motor harus berhati-hati agar tidak terjebak dalam genangan yang dalam. Selain itu, genangan juga dapat merusak kendaraan, terutama jika air masuk ke bagian mesin.
Solusi dan Upaya Pemerintah
Pemerintah setempat diharapkan dapat segera mengambil langkah-langkah untuk mengatasi masalah ini. Salah satu solusi yang bisa dilakukan adalah melakukan pembersihan saluran air secara rutin. Selain itu, peningkatan kapasitas saluran air dan pemasangan sistem drainase yang lebih efisien juga diperlukan.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tetap waspada dan menjaga keselamatan diri saat melintasi daerah yang tergenang. Jika memungkinkan, hindari berkendara di area yang tergenang dan gunakan jalur alternatif jika tersedia.
Kondisi Saat Ini
Saat ini, genangan air masih terlihat di sepanjang Jalan S. Parman. Meskipun hujan telah reda, air masih menggenang di beberapa titik. Pengguna jalan harus terus berhati-hati dan mengikuti anjuran dari petugas lalu lintas jika ada.
Dengan adanya genangan yang terus-menerus, diperlukan upaya yang lebih serius dari pihak terkait untuk mengatasi masalah ini. Hanya dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, kondisi seperti ini bisa diminimalkan dan ke depannya tidak terulang lagi.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar