BENGKULU, aiotrade - Bencana banjir yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera memicu gerakan penolakan terhadap rencana tambang emas di Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, yang muncul di media sosial. Di berbagai akun media sosial seperti Facebook, TikTok, dan Instagram, bertebaran surat terbuka dari warga Bengkulu yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto serta kepala daerah. Dengan akan dibukanya hutan di kawasan Bukit Sanggul, Kabupaten Seluma, yang menjadi hulu sungai kami, jelas akan menimbulkan ancaman serius bagi kami, seperti ancaman banjir yang tentunya akan menimpa desa-desa kami.
Pencemaran Air Sungai Alas (Aik Alas), tempat kami menggantungkan hidup, ribuan hektar sawah kami menjadi rusak akibat air sungai yang tak terkendali, dan kebun-kebun kami tidak dapat berproduksi lagi karena tanah yang ada sudah tercemar, sedangkan tidak ada jaminan bagi kami untuk bisa bertahan dengan ancaman tersebut.
Berikut beberapa poin penting dari surat terbuka tersebut: * Menolak Rencana Pembukaan Tambang Emas di Kawasan Hutan Bukit Sanggul, Kabupaten Seluma. * Memohon kepada Pemerintah Kabupaten Seluma dan Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk membatalkan dan/atau menolak Rencana Pembukaan Tambang Emas di Bukit Sanggul, Kabupaten Seluma.
Demikian surat terbuka ini kami buat dengan sadar, sebenar-benarnya, dan tanpa ada unsur paksaan dari pihak manapun.
Rejon Saputra Regiono, salah satu warga yang ikut dalam aksi pengiriman surat terbuka ke presiden itu, ketika dikonfirmasi melalui telepon membenarkan aksi di medsos itu ia ikuti. "Kami tidak ingin kampung kami rusak akibat dampak tambang emas yang luasnya puluhan ribu hektar akan merusak lima mata air sungai besar di Kabupaten Seluma, merusak kehidupan kami dan ribuan petani sawah pengguna air sungai," kata dia, Rabu (3/12/2025).
Menurutnya, bencana banjir di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara merupakan sebuah pelajaran yang harus diambil sebagai pengalaman buruk rusaknya hutan. Selain itu, rencana pertambangan emas sejauh ini sama sekali tidak diketahui oleh masyarakat secara terperinci. "Kami dapat kabar izinnya sudah lengkap. Lalu warga tidak tahu seperti apa proses sehingga tiba-tiba akan ada tambang," katanya.
Jaya, warga lainnya, juga menolak rencana tambang emas itu. Menurutnya, selain berimbas pada rusaknya lingkungan, akan mengganggu sungai-sungai besar di Kabupaten Seluma. "Banyak hulu sungai, mata airnya ada di kawasan Bukit Sanggul. Bahaya nasib warga bahkan nelayan yang berada di hilir ikut terimbas," katanya.
Pro dan kontra Pro dan kontra terhadap rencana pertambangan emas di Kabupaten Seluma, Bengkulu, semakin menguat. Pro dan kontra bermula ketika PT Energi Swa Dinamika Muda mengantongi izin tambang emas di Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, sejak 2010 dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM). Saat itu, kawasan eksplorasi berstatus Hutan Lindung, Bukit Sanggul. Lalu izin meningkat menjadi izin operasi dari 17 Januari 2025 hingga 17 Januari 2045.
Keluarnya izin operasi menyusul turunnya status kawasan hutan lindung menjadi Hutan Produksi (HP) seluas 19,9 ribu hektar. Saat ini, seluruh perizinan operasi pertambangan hampir lengkap, hanya satu syarat yang harus dipenuhi, yakni surat rekomendasi Pinjam Pakai Kawasan Hutan (PPKH) yang belum ditandatangani Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan. Hingga saat ini, gubernur tak kunjung mengeluarkan surat rekomendasi PPKH yang dibutuhkan perusahaan.
"Kami harus hati-hati mengeluarkan rekomendasi agar tidak muncul masalah setelah nantinya surat dikeluarkan. Saat ini, kami masih menampung masukan masyarakat terhadap rencana aktivitas pertambangan emas ini," kata Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, beberapa waktu lalu. Menurutnya, ada banyak usulan dari masyarakat, mulai dari penolakan secara tegas hingga menerima dengan syarat, seperti adanya saham milik Pemprov Bengkulu dalam aktivitas pertambangan emas itu.
"Semua masukan masih kami tampung dan analisis," ucap dia. PT Energi Swa Dinamika Muda, pada Sabtu (11/10/2025) menggelar diskusi publik untuk menampung masukan dari banyak pihak di sebuah hotel di Kota Bengkulu. Acara itu dihadiri Bupati Seluma, Teddy Rachman, Ketua DPRD Seluma, tokoh pendiri kabupaten, kepala desa penyangga, pemuda, dan lainnya.
Di hadapan peserta, manajemen perusahaan menjanjikan pertambangan akan merekrut ribuan tenaga kerja lokal, memperhatikan kondisi sosial, ekonomi, dan pendidikan lokal. Selain itu, kehadiran perusahaan dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi, termasuk akan berkontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD). "Semua aktivitas pertambangan, seperti kantor, karyawan akan melibatkan warga lokal. Kantor perusahaan akan didirikan di Kabupaten Seluma agar pajaknya dinikmati kabupaten. Kami akan bangun asrama karyawan di Seluma agar gajinya dibelanjakan di Seluma dan pajaknya menjadi masuk ke Seluma," ungkap Herman Hidayat, pemegang saham PT Energi Swa Dinamika Muda, usai diskusi publik.
Ia juga menjanjikan corporate social responsibility (CSR) dan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) akan dialokasikan secara maksimal untuk masyarakat. "Kami akan keluarkan tiga persen laba bersih perusahaan untuk CSR dan PPM, itu maksimum yang diatur pemerintah," ujar Herman Hidayat.
Digeruduk pendemo Usai diskusi publik digelar, massa aktivis menamakan Koalisi Masyarakat Sipil Menolak Tambang (KMSMT) merangsek masuk lokasi hotel tempat digelarnya diskusi publik rencana operasi tambang emas di Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, pukul 23.00 WIB, Sabtu (11/10/2025). Puluhan aktivis lingkungan dan mahasiswa masuk ke dalam hotel sambil meneriakkan suara penolakan aktivitas pertambangan emas di hadapan hadirin.
"Kami menolak rencana pertambangan emas di Seluma karena akan berdampak buruk bagi ekologi, sosial, dan bencana," kata Aldian, salah seorang pengunjuk rasa. Massa membawa pamflet dan spanduk bertuliskan protes penolakan rencana penambangan emas di Seluma. Puas berorasi sekitar 10 menit, aktivis disambut Bupati Seluma, Teddy Rahman.
"Kami Pemda Seluma memberikan waktu sekitar 26 bulan untuk melakukan analisis, pertimbangan, secara transparan serta melibatkan NGO, akademisi, masyarakat umum secara terbuka terkait rencana pertambangan emas di Seluma," ujar Teddy. Bupati menjanjikan Pemda Seluma akan mengagendakan pertemuan serupa dengan melibatkan masyarakat secara luas untuk menampung masukan dan kritik, termasuk dari kelompok aktivis dan mahasiswa.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar