
Fenomena Langit yang Menarik Perhatian pada 2026
Pada tanggal 3 Maret 2026, masyarakat di berbagai wilayah dunia akan menyaksikan fenomena langit yang menarik, yaitu Gerhana Bulan Total. Fenomena ini tidak hanya terlihat di Asia dan Australia, tetapi juga di Kepulauan Pasifik serta Amerika. Seorang ahli astronomi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa Gerhana Bulan Total ini dapat diamati dari Indonesia.
"Gerhana Bulan Total yang terjadi pada 3 Maret 2026 adalah satu-satunya fenomena langit yang bisa dilihat dari Indonesia," ujar Thomas dalam pernyataannya.
Gerhana Bulan Total terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus. Hal ini menyebabkan cahaya Matahari terhalang oleh Bumi, sehingga tidak sampai ke Bulan. Selain Gerhana Bulan Total, ada tiga jenis gerhana lain yang terjadi pada tahun 2026, yaitu:
- Gerhana Matahari Cincin pada 17 Februari 2026
- Gerhana Matahari Total pada 12 Agustus 2026
- Gerhana Bulan Sebagian pada 27–28 Agustus 2026
Sayangnya, fenomena-fenomena ini tidak dapat dilihat dari Indonesia. Gerhana Matahari pada 17 Februari 2026 terjadi di sekitar Antartika dan Afrika Selatan, sedangkan Gerhana Matahari pada 12 Agustus 2026 terjadi di sekitar Arktik, Amerika Utara, dan Eropa. Sementara itu, Gerhana Bulan Sebagian tidak bisa dilihat dari Indonesia karena terjadi saat siang hari.
Lokasi Terbaik untuk Mengamati Gerhana Bulan Total
Saat ini, belum diketahui secara pasti wilayah mana saja di Indonesia yang menjadi lokasi terbaik untuk mengamati Gerhana Bulan Total. Namun, berdasarkan pengalaman dari Gerhana Bulan Total terakhir kali yang terjadi pada 7-8 September 2025, hampir seluruh wilayah Indonesia bisa melihat fenomena tersebut.
Ketua Tim Kerja Bidang Tanda Waktu BMKG, Himawan Widiyanto, menjelaskan bahwa Gerhana Bulan Total dapat dilihat dari seluruh wilayah Indonesia bila langit cerah. Tempat tinggi yang minim cahaya buatan seperti atap, teras, lapangan, atau taman disebut sebagai lokasi terbaik untuk mengamati fenomena ini.
Panduan Menyaksikan Gerhana Bulan Total
Gerhana Bulan Total terdiri dari tujuh fase utama. Durasi parsialitas, yaitu dari gerhana sebagian hingga berakhir, berlangsung selama 3 jam 29 menit 24 detik. Sedangkan fase totalitas akan berlangsung selama 1 jam 22 menit 6 detik.
Fenomena ini dapat dilihat langsung dengan mata telanjang. Namun, jika ingin melihat detail lebih jelas, sebaiknya gunakan teleskop atau teropong. Untuk mengambil foto, manfaatkan lokasi tinggi dan bebas polusi cahaya. Gunakan kamera DSLR atau ponsel dengan tripod, ISO 400–800, dan eksposur panjang satu hingga dua detik agar hasil foto lebih optimal.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar