
Progres Pembangunan Masjid Negara IKN Mencapai 98,4 Persen
Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, menyampaikan bahwa progres pembangunan Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur telah mencapai 98,4 persen. Hal ini menunjukkan bahwa target pemanfaatan masjid untuk pelaksanaan Sholat Idul Fitri 2026 sudah sangat mendekati realisasi.
Pembangunan masjid tersebut dilakukan sebagai bagian dari proyek strategis IKN yang pertama kali dikunjungi oleh Wakil Presiden. Dalam peninjauannya, Gibran menjelaskan bahwa masjid ini dirancang bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai simbol identitas Islam yang Rahmatan lil 'alamin di ibu kota baru Indonesia.
Target Pemanfaatan dan Kapasitas Jamaah
Dalam peninjauannya, Wakil Presiden menyampaikan bahwa pembangunan Masjid Negara IKN saat ini telah mendekati tahap akhir dan ditargetkan selesai pada 15 Februari 2026. Pada tahap pertama, masjid ini memiliki kapasitas sekitar 29 ribu jamaah dari total rencana 60 ribu jamaah. Target penggunaan masjid ini adalah untuk pelaksanaan Sholat Idul Fitri tahun 2026.
Gibran menegaskan bahwa percepatan pembangunan serta penjagaan kualitas pekerjaan menjadi hal yang terus dipantau dan dikoordinasikan bersama. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan progres pembangunan strategis nasional berjalan sesuai target dan standar kualitas yang telah ditetapkan pemerintah.
Arahan Presiden Prabowo Subianto
Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya percepatan pembangunan IKN secara terukur, berkualitas, dan berorientasi pada fungsi pelayanan publik. Selain itu, Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa pembangunan sarana keagamaan di IKN harus mencerminkan nilai persatuan, toleransi, serta identitas kebangsaan Indonesia.
Perhatian Khusus pada Desain dan Kualitas
Dalam kesempatan terpisah, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono yang turut mendampingi Wakil Presiden dalam peninjauan Masjid Negara menyampaikan bahwa Wapres memberikan perhatian khusus pada kualitas desain, progres pekerjaan, serta kesiapan masjid untuk segera dimanfaatkan sebagai sarana ibadah.
Menurut Basuki, Wakil Presiden mengapresiasi konsep Masjid Negara yang memiliki desain berbeda dari masjid pada umumnya, baik dari bentuk bangunan maupun keterhubungan dengan kawasan peribadatan lain di IKN. "Beliau menyampaikan apresiasi terhadap kualitas desain masjid yang berbeda dengan masjid-masjid pada umumnya. Masjid di IKN ini berbentuk serban dan dirancang dengan kapasitas sekitar 20 ribu jemaah pada tahap awal, yang nantinya dapat dikembangkan hingga 60 ribu jemaah," ujarnya.
Permintaan Percepatan Pekerjaan
Basuki menambahkan bahwa Wakil Presiden juga meminta agar penyelesaian pekerjaan dipercepat dengan tetap menjaga mutu, sehingga masjid dapat mulai digunakan pada bulan Ramadhan. "Beliau meminta supaya segera diselesaikan, sehingga pada bulan Ramadan nanti masjid sudah bisa dipakai untuk ibadah tarawih dan dilanjutkan dengan pelaksanaan Shalat Idul Fitri," lanjutnya.
Informasi Lengkap Mengenai Masjid Raya Nusantara
Sebagai informasi, Masjid Raya Nusantara berdiri di atas lahan seluas 32.125 meter persegi untuk area masjid, 2.221 meter persegi area komersial, dan 7.340 meter persegi area penunjang. Luas bangunan masjid mencapai 76.647 meter persegi, dilengkapi area komersial seluas 4.080 meter persegi dan area penunjang 3.456 meter persegi, dengan struktur bangunan empat lantai dan dua lantai mezzanine.
Lingkup pekerjaan mencakup tahap persiapan, perancangan detail, hingga pelaksanaan konstruksi yang meliputi pekerjaan struktur, arsitektur, mekanikal, elektrikal-elektronika, lanskap dan infrastruktur, serta penerapan prinsip Bangunan Gedung Hijau (BGH).
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar