Program Bintang Beasiswa 2025: Dukungan Pendidikan untuk Mahasiswa Berprestasi
Program Glow & Lovely Bintang Beasiswa 2025 kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan mahasiswa berprestasi di seluruh Indonesia. Tahun ini, sejumlah penerima beasiswa reguler maupun parsial diumumkan, masing-masing membawa kisah inspiratif tentang kegigihan, semangat belajar, serta mimpi besar yang ingin mereka wujudkan.
Salah satu penerima beasiswa adalah Ade Husna Agustina Rifai, mahasiswi Universitas Hasanuddin. Sebagai mahasiswi Ilmu Hukum asal Enrekang, Sulawesi Selatan, Ade tumbuh dari keluarga sederhana. Sejak SMA, hari-harinya diisi dengan membantu ibunya berdagang, mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, hingga belajar di malam hari. Meski sibuk, Ade meraih beragam prestasi, antara lain Juara 3 Lomba Cipta dan Baca Puisi serta Juara Harapan 2 OSN tingkat Kabupaten/Kota. Aktivitas padat justru ia jadikan tantangan untuk membentuk dirinya menjadi pribadi yang tangguh dan siap meraih mimpi di perguruan tinggi.
"Aku sangat bersyukur bisa mendapatkan dukungan dari Glow & Lovely sehingga bisa secara resmi menjadi mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Hassanudin. Pencapaian ini merupakan pembuktian kepada diriku sendiri bahwa aku mampu selama yakin dan terus berusaha. Semoga perjalananku bersama Glow & Lovely Bintang Beasiswa dilancarkan dan membuka berbagai peluang untuk meraih impian, membanggakan ibu dan memberikan manfaat bagi banyak orang. Kalau aku bisa, semua orang pasti bisa," ujarnya.
Program Glow & Lovely Bintang Beasiswa 2025 juga dirasakan manfaatnya oleh Siti Nurbaya Sulaiman. Mahasiswi Universitas Negeri Malang prodi Pendidikan Teknik Mesin asal Lembata, Nusa Tenggara Timur, pernah menempuh pendidikan di pondok pesantren. Lingkungan tersebut menanamkan nilai pantang menyerah, meski ia sempat merasa kurang percaya diri karena fasilitas yang terbatas. Ia membuktikan ketekunannya lewat prestasi nasional seperti Finalis Duta Siswa Indonesia, Finalis Putri Cendekiawan Indonesia, serta Juara 3 Lomba Esai Universitas Terbuka 2024.
"Awalnya aku berfikir sangat mustahil bisa terpilih untuk menerima Glow & Lovely Bintang Beasiswa 2025 karena di sini sinyalnya sangat sulit sekali, tapi aku percaya setiap kesempatan itu adalah rezeki dari Allah dan harus diperjuangkan. Alhasil aku coba untuk mendaftar meski harus berkali-kali, sampai aku sendiri tidak tahu apakah form registrasiku lolos terkirim atau tidak. Keterbatasan bukan menjadi alasan untuk berhenti mengejar mimpi, dan ketika mimpi itu berhasil diraih, artinya semua perjuangan menjadi menang. Bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi untuk semua keluarga dan semua orang yang selalu mendukung kita," urainya.
Selain beasiswa reguler, Program Glow & Lovely Bintang Beasiswa 2025 memberikan beasiswa parsial. Salah satu penerimanya adalah Wening Rahayu Cahya Wati, mahasiswi Universitas Negeri Yogyakarta. Wening, mahasiswi PGSD asal Bantul, DIY, tumbuh dengan kondisi ekonomi terbatas di pedesaan. Ia membuka tempat belajar untuk anak-anak sekitar demi menularkan semangat belajar. Mimpinya adalah menjadi guru yang tidak hanya mengajar, tetapi juga membimbing murid secara menyeluruh. Meski banyak yang meragukan kemampuannya untuk berkuliah, Wening berhasil lolos ke UNY dan terus berjuang memenuhi kebutuhan studinya.
Beasiswa parsial menjadi dukungan penting agar ia bisa terus melanjutkan pendidikannya tanpa hambatan besar. "Di desa kami, masih banyak perempuan yang diremehkan, dirasa tidak pantas melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi. Aku berusaha mendobrak dan melawan pandangan salah ini meski harus berjuang mati-matian. Dengan semangat, doa orang tua, serta dukungan Glow & Lovely Bintang Beasiswa 2025, aku yakin dapat tumbuh maju dan melangkah lebih jauh menjadi seorang guru yang tidak hanya mengajar, tetapi juga menginspirasi dan membawa dampak positif bagi banyak orang," urainya.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Rafifah Karimah, mahasiswi Universitas Lampung. Rafifah, mahasiswi Agribisnis asal Palembang, tumbuh tanpa sosok ayah dan pernah menjadi korban bullying. Namun semua pengalaman itu justru menguatkan tekadnya untuk maju dan tidak ingin membebani ibunya. Walau awalnya bercita-cita menjadi dokter, ia mantap memilih Agribisnis, bidang yang dekat dengan kehidupannya—sang ayah adalah mantan petani kelapa sawit. Rafifah berharap kelak bisa berkontribusi pada kemajuan pertanian dan membuka program pendidikan gratis bagi anak-anak kurang mampu di kampung halamannya.
"Semua orang layak mendapakan akses pendidikan karena pendidikan adalah kunci perubahan! Glow & Lovely Bintang Beasiswa tidak hanya memberikan dukungan dana pendidikan tetapi mengubah duniaku seutuhnya. Aku jadi lebih mandiri, berani mengekplorasi kemampuan diri, dan tergerak untuk memotivasi perempuan lain di luar sana untuk bisa lebih yakin bahwa semua mimpi bisa diraih selama mau berjuang dan berusaha. This program taught me that real power isn’t about standing in the spotlight, but about being the voice that helps others find theirs," imbuhnya.
Selain bantuan dana pendidikan, Glow & Lovely turut memberikan fasilitas pendukung seperti laptop dan program capacity building selama empat tahun kepada 80 penerima beasiswa reguler. Sementara itu, 20 penerima beasiswa parsial akan mendapatkan pendampingan interaktif melalui tantangan misi, pelatihan virtual, dan program pengembangan diri lainnya. Melalui program ini, Glow & Lovely menegaskan komitmennya untuk terus mendukung generasi muda Indonesia yang ingin mengubah masa depan melalui pendidikan. Setiap kisah para penerima menunjukkan bahwa kesempatan, kerja keras, dan keberanian bermimpi dapat membuka jalan bagi masa depan yang lebih cerah.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar