GMNI Ngada Kritik Kejaksaan di Hari Anti Korupsi: Rakyat Menginginkan Keadilan Nyata, Bukan Hanya Ka

GMNI Ngada Kritik Kejaksaan di Hari Anti Korupsi: Rakyat Menginginkan Keadilan Nyata, Bukan Hanya Kata-Kata

Kritik terhadap Penegakan Hukum di Ngada

GMNI Cabang Ngada mengkritik lambannya penegakan hukum di daerah, khususnya oleh Kejaksaan Negeri Ngada dalam menangani kasus korupsi. Organisasi mahasiswa ini menilai bahwa upaya pemberantasan korupsi tidak hanya sekadar kampanye tahunan, tetapi harus dilakukan dengan keberanian, transparansi, dan tanpa tebang pilih.

Ketua GMNI Ngada, Bonaventura Goan, menyatakan bahwa masyarakat belum melihat keberanian penuh dari lembaga kejaksaan dalam mengusut tuntas berbagai kasus dugaan korupsi yang menjadi perhatian publik. Menurutnya, retorika tanpa tindakan nyata akan memperpanjang ketidakpercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.

“Rakyat tidak hidup dari slogan, rakyat hidup dari kepastian keadilan. Pemberantasan korupsi tidak boleh sekadar kampanye tahunan, tetapi harus terlihat dalam proses hukum yang berani, transparan, dan tanpa tebang pilih,” tegas Bonaventura kepada aiotrade, Selasa (9/12/2025).

Transparansi dan Akuntabilitas dalam Penegakan Hukum

GMNI Ngada menekankan bahwa penegakan hukum seharusnya dilakukan secara transparan, akuntabel, cepat, serta bebas dari praktik tebang pilih dan pragmatis. Proses pengusutan tidak boleh mandek di tengah jalan atau dibiarkan redup hingga publik lupa. Kejaksaan Negeri Ngada diminta menunjukkan keseriusan melalui langkah nyata, bukan seremoni atau publikasi sesaat yang tak diikuti tindakan lanjutan.

Organisasi mahasiswa itu juga menilai bahwa keterlibatan publik dan keterbukaan informasi terkait perkembangan pengusutan kasus korupsi sangat penting, agar masyarakat tidak merasa dikecewakan atau dibiarkan dalam ketidakpastian.

“Jika Kejaksaan Negeri Ngada serius, rakyat akan berdiri bersama. Tetapi jika hanya bermain aman, jangan salahkan rakyat yang kehilangan kepercayaan,” lanjutnya.

Momentum Hari Anti Korupsi Sedunia

Momentum Hari Anti Korupsi Sedunia, menurut GMNI Ngada, harus menjadi titik balik bagi penegakan hukum yang lebih tegas dan berpihak pada kepentingan rakyat. Pemberantasan korupsi membutuhkan keberanian moral dan politik, serta komitmen untuk menegakkan keadilan tanpa pandang bulu.

Organisasi ini menegaskan bahwa pemberantasan korupsi adalah tanggung jawab bersama, dan partisipasi aktif masyarakat sangat diperlukan untuk memastikan bahwa proses hukum berjalan adil dan efektif.

Komitmen untuk Terus Mengawal Isu Korupsi

GMNI Ngada menutup pernyataannya dengan menegaskan komitmen organisasi untuk terus mengawal isu korupsi di daerah secara berkelanjutan, serta menjaga suara kritis agar hukum benar-benar berdiri di pihak rakyat, bukan di bawah bayang-bayang kekuasaan.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan