Gol Telat Szoboszlai Pecahkan Rekor Liverpool, Tim Arne Slot Dekati Babak Gugur

Liverpool Mengalahkan Inter Milan dengan Gol Kemenangan yang Mencatatkan Sejarah

Liverpool berhasil meraih kemenangan penting 1-0 atas Inter Milan dalam laga Liga Champions di Stadion Giuseppe Meazza, Rabu (10/12) dini hari WIB. Gol kemenangan The Reds dicetak oleh Dominik Szoboszlai melalui tendangan penalti pada menit ke-88. Gol ini tidak hanya membawa tiga poin bagi tim tetapi juga menciptakan rekor baru dalam sejarah klub di ajang Eropa.

Pertandingan berlangsung sangat ketat hingga menit akhir. Liverpool mendapatkan hadiah penalti setelah Alessandro Bastoni dianggap melakukan pelanggaran terhadap Florian Wirtz di dalam kotak terlarang. Szoboszlai kemudian maju sebagai eksekutor dan mampu menyelesaikan tugasnya dengan tenang, mengirim bola ke gawang Inter Milan.

Gol ini menjadi gol kemenangan tandang paling lambat yang pernah dicetak Liverpool dalam sejarah Liga Champions. Rekor sebelumnya dipegang oleh legenda klub Steven Gerrard, yang mencetak gol kemenangan pada menit 92:29 saat melawan Ludogorets pada 2014.

Kemenangan ini memiliki makna besar bagi Liverpool, terutama setelah sebelumnya gagal menang dalam lima dari enam pertandingan terakhir mereka. Dengan hasil ini, Liverpool kini berada di posisi ke-8 klasemen Liga Champions dengan 12 poin dari enam pertandingan. Namun, angka tersebut belum cukup untuk memastikan tiket ke babak 16 besar.

Dalam edisi Liga Champions 2024-25, diperlukan minimal 16 poin untuk memastikan posisi delapan besar dan otomatis lolos ke babak selanjutnya. Liverpool masih memiliki dua pertandingan tersisa, yaitu melawan Marseille di Prancis pada 21 Januari 2026 dan menjamu Qarabag di Anfield sepekan setelahnya. Untuk memastikan tiket, The Reds harus mengumpulkan minimal empat poin dari dua laga sisa.

Performa Tandang yang Masih Menjadi Kekhawatiran

Meski kemenangan atas Inter Milan memberikan semangat, performa Liverpool di luar kandang masih menjadi perhatian. Dalam sembilan laga away terakhir, Liverpool kalah lima kali dan hanya menang tiga kali. Hal ini menjadi tantangan besar bagi pelatih Arne Slot, terutama setelah keputusannya untuk tidak memasukkan Mohamed Salah dalam skuad belakangan ini memicu debat publik.

Namun, Liverpool tampak lebih stabil tanpa Salah. Dalam empat pertandingan terakhir, tim tidak pernah kalah. Meski demikian, masalah baru muncul di lini depan. Dalam pertandingan melawan Inter Milan, Alexander Isak bahkan tidak melepaskan satu pun tembakan di dalam kotak penalti. Hal serupa terjadi saat melawan West Ham, Sunderland, dan Leeds.

Performa bertahan meningkat, tetapi ancaman ofensif justru menurun drastis. Ini menjadi pertanyaan besar bagi pelatih apakah strategi defensif yang digunakan bisa mempertahankan tren positif. Ujian berikutnya akan datang pada akhir pekan ketika Liverpool menghadapi Brighton & Hove Albion.

Strategi Defensif yang Harus Diuji

Dengan kurangnya kontribusi dari striker, Liverpool harus menemukan keseimbangan antara pertahanan dan serangan. Meskipun kemenangan atas Inter Milan menjadi langkah penting, tim perlu meningkatkan kreativitas di lini depan agar bisa bersaing di Liga Champions.

Pelatih Arne Slot akan menghadapi tantangan besar dalam mengatur formasi dan strategi agar Liverpool bisa memenuhi target lolos ke babak 16 besar. Dengan waktu yang terbatas, setiap pertandingan akan menjadi ujian berat bagi The Reds.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan