Warga Wonosobo Bangun Jembatan Darurat dari Bambu Pasca-Jembatan Ambrol
Warga Dusun Ngadisari, Desa Tlogodalem, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo menunjukkan semangat luar biasa dalam memperbaiki jembatan yang ambrol. Jembatan sepanjang 8,7 meter dan lebar 4,2 meter yang menjadi akses utama warga tersebut, ambrol pada Kamis (11/12/2025) sore. Kejadian ini menyebabkan akses dua desa tertutup total dan mengganggu mobilitas pelajar, pedagang, hingga petani.
Ketika berita tiba di lokasi pada Jumat (12/12/2025), terlihat puluhan orang sedang melakukan kerja bakti di bawah terik matahari. Suasana hangat terasa jelas saat sebagian warga menata bambu besar. Sementara itu, sebagian lainnya membelah dan menyisik permukaan bambu agar rata dan aman dipijak. Semua pekerjaan dilakukan menggunakan alat seadanya.
Mereka membangun jembatan darurat dari bambu, yang memanjang melintasi sungai yang berada di bawah jembatan ambrol tersebut. Tidak ada jalur alternatif lain karena sungai cukup dalam dan kontur tanah sulit diakses kendaraan.
Kepala Dusun Ngadisari, Budiman, menjelaskan bahwa penyebab ambrolnya jembatan bukan sepenuhnya karena hujan. Ambrol kemarin sore kebetulan kondisi tidak hujan. Penyebabnya karena tanah di bawah sudah terkikis dalam, sering terkena banjir, ujarnya. Ia juga menambahkan, Karena setiap hari dilewati mobil, jadi tidak kuat, ambrol.
Menurutnya, kerusakan jembatan sebenarnya telah terlihat sejak lama. Sebetulnya sudah lama, sekira tiga tahun karena belum ada tindakan atau tanggapan akhirnya ambrol, ujarnya. Akibat ambrolnya jembatan itu, jalur vital antardesa langsung terputus. Karena akses jalan utama untuk Desa Tlogodalem-Banjar dampaknya akses jalan tidak bisa dilewati, tutup total, jelas Budiman.
Sejak pagi, warga Dusun Ngadisari berkumpul setelah mendengar ajakan gotong royong dari sang Kadus.
Yang gerakan gotong-royong saya selaku Kadus lewat pengeras suara. Alhamdulillah masyarakat antusias gotong royong, katanya.
Bambu besar yang digunakan untuk jembatan darurat diambil dari area pemakaman setempat. Panjang dan kekokohannya dianggap cukup untuk menghubungkan jalan sementara, meskipun hanya cocok dilalui kendaraan kecil. Nanti kalau sudah jadi hanya bisa untuk roda dua, karena pakai bambu. Roda empat tidak bisa. Insya Allah hari ini selesai, ucapnya.
Cuaca yang cerah hari ini turut membantu kelancaran proses pembangunan jembatan darurat tersebut. Sesekali terdengar obrolan ringan antarwarga, mencairkan suasana di tengah pekerjaan berat yang harus mereka selesaikan sebelum malam tiba.
Warga berharap pembangunan permanen jembatan akan segera dilakukan pemerintah. Menurut Budiman, Dinas PUPR Kabupaten Wonosobo telah datang meninjau lokasi. Dinas PU hadir, disebutkan jika Januari 2026 segera dibangun permanen, ungkapnya.
Jika jembatan permanen bisa segera berdiri kembali, aktivitas masyarakat akan berjalan normal, terutama bagi pelajar, pedagang, petani, dan warga yang setiap hari melintasi jalur tersebut. Harapan masyarakat segera dibangun karena akses jalan utama, baik dari masyarakat, anak-anak sekolah, pedagang, petani, tandasnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar