
Gubernur Jawa Tengah Ajak PDGI Berpartisipasi dalam Program Speling
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyerukan partisipasi aktif dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) wilayah setempat dalam program Dokter Spesialis Keliling (Speling). Tujuannya adalah untuk memberikan pelayanan kesehatan gigi yang lebih baik kepada masyarakat.
"Bagus kalau PDGI bisa ikut serta dalam program Speling, Ikut saja dulu setiap ada Speling," ujar Luthfi saat menerima audiensi dari pengurus PDGI Jateng di Semarang pada Kamis, 11 Desember 2025.
Pertemuan tersebut membahas beberapa program yang dapat disinergikan antara PDGI dengan Pemprov Jateng, terutama terkait penguatan layanan kesehatan gigi. Luthfi menyambut positif langkah maupun program yang akan dilakukan oleh PDGI di Jateng.
Ketua PDGI Jawa Tengah, Budi Wibowo, menjelaskan bahwa penguatan layanan kesehatan gigi sangat diperlukan, mengingat hasil cek kesehatan gratis (CKG) di seluruh Indonesia menunjukkan bahwa angka karies gigi sangat tinggi.
"Pantauan di seluruh Jawa Tengah bahkan nasional, angka karies gigi menduduki peringkat pertama. Ini sangat menyedihkan. Jadi kalau kami periksa, begitu pasien buka mulut itu langsung terlihat ada karies gigi," katanya.
Maka dari itu, kolaborasi dalam layanan kesehatan gigi perlu dilakukan. Mulai dari usaha kuratif atau mengobati yang sakit, sampai tindakan preventif atau pencegahan. Untuk pencegahan sudah mulai dijalankan oleh pemerintah, melalui dinas kesehatan dengan program di sekolah yaitu usaha kesehatan gigi anak sekolah (UKGS).
"Kemudian di posyandu juga sudah kami terjunkan dokter gigi dari puskesmas. PDGI juga ada bakti sosial untuk bagian yang belum tersentuh," jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Budi juga mengundang Gubernur Ahmad Luthfi untuk menghadiri pelantikan pengurus PDGI Jawa Tengah yang akan digelar tanggal 13 Desember 2025 di Semarang.
Kebutuhan Peningkatan Kualitas Layanan Kesehatan Gigi
Kepala Dinas Kesehatan Yunita Dyah Suminar menambahkan, saat ini memang sangat dibutuhkan upaya untuk peningkatan kualitas layanan kesehatan gigi. Mulai dari sumber daya manusia sampai sarana prasarana.
"Jawa Tengah saat ini masih ada 31 puskesmas yang memang dokter giginya harus berbagi dengan puskesmas lain. Penyebabnya bukan nggak ada dokter gigi ya, tetapi memang mutasi dan pensiun," katanya.
Kehadiran PDGI Jawa Tengah akan memberikan masukan berarti bagi pemerintah provinsi untuk mengambil langkah strategis. Di puskesmas sendiri minimal harus ada sembilan tenaga kesehatan (nakes) yang ada. Di antaranya dokter umum, dokter gigi, farmasi, sanitarian, penyuluh kesehatan, perawat, bidan, fisioterapi, dan psikologi klinis.
"Ini yang harus kita penuhi. Pada prinsipnya Gubernur sangat mendukung, karena di Jawa Tengah layanan kesehatannya kemarin dapat penghargaan untuk kategori mutu dan akses layanan kesehatan," jelasnya.
Langkah Kolaborasi yang Diperlukan
Untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan gigi, kolaborasi antara PDGI dan pemerintah daerah menjadi sangat penting. Beberapa langkah yang telah diambil antara lain:
- Pelaksanaan program UKGS di sekolah sebagai upaya pencegahan karies gigi.
- Penugasan dokter gigi dari puskesmas ke posyandu untuk memperluas akses layanan.
- Bakti sosial yang dilakukan oleh PDGI untuk mencapai masyarakat yang belum terlayani.
Selain itu, pemerintah juga sedang berupaya untuk memenuhi standar tenaga kesehatan di setiap puskesmas. Setidaknya, di setiap puskesmas harus ada sembilan tenaga kesehatan, termasuk dokter gigi.
Masa Depan Layanan Kesehatan Gigi di Jawa Tengah
Gubernur Ahmad Luthfi menyatakan dukungan penuh terhadap upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan gigi di Jawa Tengah. Ia menilai bahwa layanan kesehatan di provinsi ini telah mendapatkan penghargaan untuk kategori mutu dan akses layanan kesehatan.
Dengan adanya kolaborasi antara PDGI dan pemerintah, diharapkan layanan kesehatan gigi di Jawa Tengah dapat terus meningkat, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara langsung.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar