
Gubernur Khofifah Serahkan Bantuan Pohon dan Alat Ekonomi Produktif ke Kelompok Tani Hutan
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, baru-baru ini menyerahkan bantuan berupa Alat Ekonomi Produktif (AEP) Pengolah Gula Kelapa serta 484.743 batang pohon kepada puluhan Kelompok Tani Hutan (KTH) di Jawa Timur. Penyerahan bantuan tersebut dilakukan dalam rangkaian kegiatan peringatan Hari Menanam Pohon Sedunia di Lumajang.
Penyerahan bantuan dilakukan bersamaan dengan acara penanaman pohon yang dihadiri oleh Gubernur Khofifah, Bupati Lumajang, serta berbagai elemen masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 5.000 bibit pohon ditanam sebagai bentuk komitmen untuk menjaga lingkungan dan memperkuat daya dukung alam.
Bantuan yang diberikan kepada KTH mencakup AEP Pengolah Gula Kelapa serta alat lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah dari komoditas lokal. KTH yang mendapatkan bantuan terdiri dari kelompok-kelompok asal Lumajang, Probolinggo, Jember, Pasuruan, Situbondo, dan Banyuwangi.
Komitmen untuk Mencapai Net Zero Emission
Khofifah menyatakan bahwa kebijakan dan program yang dijalankan oleh Pemprov Jatim dalam mendukung lingkungan dan alam merupakan bagian dari upaya bersama untuk mencapai target nasional Indonesia Net Zero Emission (NZE) 2060. Ia bahkan optimis bahwa target tersebut bisa dipercepat hingga tahun 2050.
"Kita harus bekerja sama secara lebih masif dan konsisten. Pohon apa pun yang kita tanam akan memberikan dampak positif bagi lingkungan," ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya melakukan penanaman pohon pada hari tertentu, tetapi juga dalam berbagai kesempatan. Salah satu contohnya adalah mengganti bunga papan dengan penanaman pohon saat acara atau seremoni.
Peran Mangrove dalam Penyerapan Karbon
Khofifah menekankan pentingnya penanaman mangrove karena kemampuannya dalam menyerap karbon dioksida lima kali lebih besar dibandingkan jenis pohon lainnya. Ia juga menyoroti dukungan dari berbagai pihak luar, termasuk RISING Fellowship antara Pemerintah Indonesia dan Singapura terkait Carbon Captured, Carbon Trading, dan Carbon Credit.
"Saya berharap apa yang kita tanam menjadi amal jariyah bagi kita dan orang lain. Ini seperti sedekah oksigen yang alami dan bisa kita lakukan bersama-sama," tambahnya.
Mitigasi Bencana Melalui Penanaman Pohon
Selain itu, penanaman pohon juga menjadi bagian dari strategi mitigasi kebencanaan di wilayah-wilayah yang rawan bencana. Hal ini sejalan dengan misi Jatim Lestari, yaitu memperkuat kualitas Daerah Aliran Sungai melalui penyediaan bibit dan gerakan penanaman pohon.
Program ini bertujuan untuk menekan risiko bencana hidrometeorologi yang sering terjadi di berbagai daerah saat ini. Dengan demikian, penanaman pohon bukan hanya sekadar kegiatan lingkungan, tetapi juga langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan ekosistem dan kesejahteraan masyarakat.
Keberhasilan KTH Jatim dalam Mendukung NTE
Salah satu indikator keberhasilan program ini adalah capaian Nilai Tambah Ekonomi (NTE) dari KTH Jatim. Sampai tanggal 11 Desember 2025 pukul 15.00 WIB, NTE KTH Jatim mencapai Rp 1.611.019.875.298,- atau setara dengan 48,29 persen dari total NTE Nasional sebesar Rp 3.336.417.088.760.
Komitmen dan sinergitas antara Pemprov Jatim dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga lingkungan dan alam telah membuktikan bahwa inisiatif ini dapat memberikan dampak nyata dan berkelanjutan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar