Gubernur NTT Minta Pos Kupang Tetap Jaga Kritis, Jangan Salah Sikat

Gubernur NTT Minta Pos Kupang Tetap Jaga Kritis, Jangan Salah Sikat

Gubernur NTT Ajak Pos Kupang Jadi Pengawas Pembangunan yang Kritis dan Independen

Gubernur NTT, Melki Laka Lena, menyampaikan pesan penting kepada SKH Pos Kupang dalam acara Pos Kupang Award di Aston Kupang. Ia meminta media tersebut tetap kritis dan independen, serta berperan sebagai watchdog pembangunan. Menurutnya, Pos Kupang memiliki peran penting dalam mengawal berbagai program dan transformasi di NTT.

Dalam pidatonya, Gubernur Melki mengungkapkan rasa terima kasih atas kontribusi Pos Kupang selama 33 tahun terakhir. Ia menilai pemberitaan Pos Kupang menjadi rujukan yang dapat dipertanggungjawabkan, terutama saat bencana alam di pulau Flores beberapa tahun silam. "Kami sangat mengapresiasi kontribusi Pos Kupang dalam mendukung pembangunan NTT," ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa tugas pers adalah menjadi pengawas (watchdog) pembangunan. "Lebih sering mengkritik itu bagus. Tugas pers harus menjadi pengawas pembangunan di NTT," tambahnya.

Transformasi Ekonomi NTT Menuju Produktif

Selain itu, Gubernur Melki menjelaskan bahwa salah satu prioritas Pemprov NTT adalah transformasi ekonomi dari konsumtif ke produktif. Ia menyatakan bahwa pola ekonomi NTT tidak boleh hanya berbasis konsumsi. Hal ini didorong oleh defisit perdagangan NTT pada tahun 2024 yang mencapai Rp 51 triliun.

Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, Pemprov NTT meluncurkan berbagai program seperti OVOP, OSOP, OCOP, dan NTT Mart. Program-program ini bertujuan untuk menggerakkan ekonomi berbasis potensi lokal. "Kami mendorong agar kita kembali menggerakkan ekonomi berbasis potensi daerah," katanya.

ASN Sebagai Pasar Pasti Produk Lokal

Sebagai bagian dari upaya memperkuat UMKM, Pemprov NTT mengarahkan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menjadi pasar pasti bagi produk lokal. Salah satu langkahnya adalah kewajiban belanja minimal di NTT Mart sebesar Rp 100 ribu per bulan. "ASN yang mau pergi keluar daerah, beli oleh-oleh dari NTT Mart," jelasnya.

Melki juga menegaskan bahwa penyebutan pelaku UMKM akan dihilangkan dan diganti dengan istilah pengusaha UMKM. "Ini adalah upaya membantu peningkatan ekonomi lokal," ujarnya.

Peran Pos Kupang dalam Jurnalisme Makna

Gubernur Melki menyoroti pentingnya jurnalisme makna dalam pemberitaan. Ia merujuk pada pendiri Kompas, Jacob Oetama, yang pernah menyampaikan bahwa jurnalisme kata tidak selalu membuat orang meresapi setiap berita. Namun, jurnalisme makna bisa memberi inspirasi dan catatan.

"Pos Kupang terus memberikan jurnalisme makna dalam pemberitaan yang ditulis. Pos Kupang dari dulu begini saja. Berteman-berteman, tapi kalau salah dia sikat. Itu betul," katanya.

Kolaborasi untuk Membangun NTT

Acara Pos Kupang Award kali ini bersamaan dengan perayaan HUT ke-67 NTT. Gubernur Melki mengajak Pos Kupang untuk berkolaborasi dalam membangun NTT. Ia berharap SKH Pos Kupang terus menunjukkan idealisme, independensi, dan profesionalisme lewat tulisan yang menjadi pengingat bagi Pemerintah.

"Baik yang keras maupun yang lunak. Mengkritik atau memuji, silahkan. Suka-suka Pos Kupang. Yang penting sesuai fakta dan analisis," tutupnya.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan