Guci Tegal dijuluki wisata seribu tiket, Kepala UPTD: Kami tetap beri layanan memuaskan

Guci Tegal dijuluki wisata seribu tiket, Kepala UPTD: Kami tetap beri layanan memuaskan

nurulamin.pro, SLAWI - Kepala UPTD Objek Wisata Kabupaten Tegal, Satriyo Pribadi, menanggapi ramai di media sosial khususnya Instagram mengenai komentar netizen yang memberi julukan Guci Wisata Seribu Tiket.

Selain itu, kebijakan baru pembayaran tiket masuk Guci menggunakan sistem nontunai dengan dompet digital atau QRIS, menurut Satriyo juga menjadi perhatian netizen. 

Satriyo menilai pro ataupun kontra wajar terjadi dan pihaknya tetap menanggapi dengan santai namun tetap fokus memberi pelayanan terbaik kepada pengunjung. 

Hal itu disampaikan Satriyo Pribadi, saat ditemui nurulamin.pro di kantor UPTD Guci, pada Sabtu (3/1/2026). 

"Kami selaku pengelola objek wisata khususnya Guci tetap berpegang pada aturan yang berlaku. Istilahnya mengikuti arahan dari pimpinan termasuk pemberlakuan pembayaran menggunakan QRIS yang sudah mulai per 1 Januari 2026," ungkap Satriyo Pribadi, pada nurulamin.pro

Mengenai julukan Guci Wisata Seribu Tiket, Satriyo tetap fokus memberi pelayanan terbaik kepada pengunjung. 

Pihaknya tetap berusaha semaksimal mungkin untuk memberi pelayanan memuaskan kepada pengunjung agar semuanya sesuai dan tidak mengecewakan. 

"Ya kami tetap berusaha memberi pelayanan optimal dan memuaskan pengunjung," ujar Satriyo. 

Sebelumnya, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menuturkan, dirinya mendapat keluhan dari masyarakat dan mencuatnya istilah Guci Wisata Seribu Tiket. 

"Ketika berwisata ke Guci ada biaya tiket masuk. Kemudian mau berendam di Pancuran 13 yang awalnya dulu gratis sekarang berbayar. Ya menurut saya lumrah (wajar) ketika masyarakat komplain dan memberi julukan Guci Wisata Seribu Tiket," tegas Bupati Ischak. (dta) 

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan